Opinion

Isn’t Life Too Short for A Holiday?

Musim liburan, waspada lazy effect! After all, do we really have time for a holiday?

Welcome to holiday!

Liburan adalah waktu untuk bersama kawan dan keluarga setelah sekian lama kita beraktivitas dari kesibukan yang padat. Liburan memang salah satu solusi paling terbukti efektif untuk melepas penat. Namun, di samping itu, tak jarang memang kita menjadi termanjakan oleh sebuah kondisi di mana kita tidak melakukan apa-apa dan tidak memikirkan apa-apa, ya, inilah lazy effect.

Tak jarang memang, karena liburan yang terlalu lama dan terlalu panjang, bikin kita menjadi manusia malas setelahnya. Produktivitas menurun karena yang sehari-harinya kita terbiasa untuk berpikir dan berkegiatan, gegara liburan beberapa minggu langsung ogah-ogahan dan sukanya menunda. Well, it’s not good for us! Terutama buat kita yang masih muda.

Cuti! (image: thinkstock)

Baca juga: Jangan Hidup untuk Membahagiakan Orangtua

Apalagi, zaman sekarang segalanya berjalan menjadi lebih cepat. Hilir mudik informasi berjalan sangat cepat, jika kita melakukan liburan sepertinya kita akan sangat ketinggalan informasi karena terlalu terlena dengan keadaan yang malas. Banyak hal yang akan tertinggal sebenarnya jika kita liburan apalagi kalau kelamaan. Jangan-jangan ketika kamu sibuk dan terlena dengan liburanmu, ada kelompok kawan yang malah dengan giat melakukan sebuah perubahan untuk bangsa ini, sebut saja kegiatan bakti sosial atau kegiatan crowdfunding. Ketika teman-temanmu sibuk meng-upgrade dan menyibukkan diri untuk kebaikan dan masa depan, kita masih sibuk liburan. Yang memang itu nikmatnya hanya sekejap saja.

Isn’t life too short for a holiday? Waktu kita terbatas. Mendadak besok sudah ganti tanggal, dan kemudian waktu bergulir semakin cepat. Jangan sia-siakan waktu kalian untuk suatu hal yang semu deh. Coba pikir ulang kembali jika ingin mengambil bablas liburan. Sebenarnya nih, liburan bisa disisipkan kok diantara kegiatan dan kesibukan kalian. Ketika kita mencintai kesibukan kita, dengan otomatis kegiatan tersebut secara tidak langsung akan menjadi sarana alias media kita untuk menyenangkan diri.

Baca juga: Don’t Kick the Beehive

Contohnya saja, kamu tergabung sebagai salah satu aktivis dan relawan dari organisasi peduli lingkungan, organisasi bidang pendidikan anak, maupun sebuah komunitas sosial. Nah, dari sinilah sebenarnya keasyikan tersebut bermuncul, karena di dalam organisasi tersebut telah terdapat sebuah program dan kegiatan yang bisa kalian lakukan. Selain bisa menjadi sarana eksplorasi diri dan pengalaman, kalian juga akan mengenal banyak hal baru yang tak kalah asyiknya dengan sebuah liburan di luar negeri.

Dibanding foya-foya menghabiskan uang dan sifatnya semu sementara, baiknya kita lebih bijak menyikapi  keputusan berlibur. Do we really have time for that? Pergunakan waktu lebih baik untuk sebuah perubahan yang permanen dan berguna untuk orang lain. Don’t waste your limited time. Be wise!

Baca juga: Penting Mengerti Konteks, Bukan Cuma Konten

Header image credit: sparomdee.com