Opinion

Perempuan Berprestasi di Teknologi itu Bukan Cuma Mitos!

Ngga bisa dipungkiri kalau emang susah nemuin perempuan yang berkecimpung di dunia ngoding dan programming, makanya rencana ini sempat banyak mendapat tanggapan remeh dari orang-orang. Soalnya di negara ini, biarpun sekolah tinggi-tinggi, perempuan cuma dianggep sukses kalau sudah. Udah nikah pun, kalau ngga punya anak, dianggap “gagal” jadi perempuan.

Menanggapi semua stereotipe negatif soal perempuan tersebut, Kibar ngga tinggal diam kayak orang-orang lain yang cuma bisa ngeluh tapi ngga ngapa-ngapain. 13 bulan yang lalu, tepatnya di bulan Februari 2013, Kibar mengadakan workshop FemaleDev pertama di Jakarta. Kali itu, ada 23 perempuan muda yang ikutan belajar ngoding di kelas yang khusus untuk perempuan.

Menurut Mutiara Risvita, salah seorang peserta FemaleDev workshop pertama di Jakarta, “Pertama datang sih karena penasaran, kok ada yang ngadain kelas ngoding khusus perempuan. Bakalan kayak gimana ya acaranya?”

Perempuan yang kuliah di jurusan Teknik Informatika ini juga bilang kalau jumlah perempuan di kelasnya bisa dihitung pakai jari. Sisanya banyakan ya laki-laki. Setelah datang, ia merasa seneng karena merasa senasib dengan 22 orang perempuan lain yang ikutan workshop FemaleDev waktu itu. Selain bisa nanya dengan mentor yang ngajarin, ia juga terbantu dengan adanya temen-temen baru untuk bertanya dan sharing interest soal programming dan coding.

Introducing: FemaleDev

Selama empat jam durasi workshop, di ruangan yang ngga lebih dari 40 meter persegi itu, 23 perempuan dengan passion yang sama ini saling kenalan, berbagi pengalaman, yang kemudian sama-sama merasa kalau perempuan punya potensi dan porsi yang sama untuk tampil lebih menonjol di industri teknologi. Hal ini mereka rasakan ketika mereka mengikuti workshop, ngga berasa capek, malah berasa senang karena bisa sambil ngobrol dan diskusi santai dengan sesama teman FemaleDev lainnya. Waktu yang lama pun ngga terasa sama sekali karena suasananya yang menyenangkan.

Workshop FemaleDev #7 di Semarang:
HTML5 & CSS3: Take Your Design to Another Level

Mereka sendiri menyadari bahwa sebagai perempuan, mereka sangat kurang terwakili di ranah ini. Nggak cuma di Indonesia, tapi juga di dunia. Menurut Kauffman Foundation, cuma 3% startup teknologi yang bosnya itu perempuan. Padahal faktanya, perusahaan-perusahaan teknologi yang dipimpin oleh perempuan ini memperoleh ROI 35% lebih tinggi. Dan ketika didanai, perempuan membawa pemasukan 12% lebih banyak daripada perusahaan yang dipimpin oleh laki-laki.

Sayangnya meski dengan potensi sebesar itu, persentase partisipasi perempuan masih sedikit sekali. Melalui FemaleDev, Kibar pun ingin mewujudkan mimpi menumbuhkan generasi pemimpin perempuan di dunia teknologi. Mimpi yang diremehkan oleh nggak sedikit orang pada awalnya, hingga membuat Kibar terpacu untuk terus memajukan FemaleDev.

FemaleDev bukan cuma bikin wadah buat perempuan untuk belajar koding, tapi juga mendorong mereka menciptakan sesuatu yang nggak hanya berguna untuk diri sendiri, tapi juga untuk banyak orang. Beberapa project yang telah dihasilkan oleh peserta FemaleDev di antaranya aplikasi yang membantu proses belajar anak disleksia, aplikasi untuk membantu konseling siswa di sekolah, serta portal UKM untuk mengembangkan bisnis lokal.

FemaleDev, bekerjasama dengan GDG Jakarta, baru saja menggelar Women Techmakers
chapter Jakarta, tech-talk khusus perempuan untuk mendorong mereka terjun lebih aktif
dan berkarya di industri teknologi.

Amanda Surya pernah bilang, perempuan itu punya potensi gede, tapi sayangnya banyak yang kurang pede. Dengan ngoding bareng, perempuan jadi lebih percaya diri, dan punya sosok yang bisa diteladani bersama. Di FemaleDev, mereka bukan cuma punya mimpi besar untuk menjadikan masa depan Indonesia lebih baik dengan teknologi, tapi juga menciptakan perubahan, bahkan mendorong perempuan lain untuk berbuat hal yang sama.

This is how women leaders achieve more!

Lingkaran positif inilah yang juga mendorong FemaleDev merilis e-book yang isinya cerita dari 10 sosok perempuan muda berprestasi yang bisa menginspirasi banyak perempuan Indonesia lainnya. Mereka bukan cuma berprestasi, tapi juga punya misi besar untuk memberikan manfaat buat sesama.

Makanya di awal tahun 2014 kemarin, bekerjasama dengan Ziliun.com, FemaleDev menghadirkan e-book bertajuk Empowering Young Female Leaders in Technology.

Lebih kerennya lagi, Kibar didukung oleh Google untuk mengembangkan FemaleDev! Dalam rangka menyambut International Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret, Google for Entrepreneurs menyelenggarakan program berjudul #40forward, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di industri teknologi hingga 25%. Kibar melalui FemaleDev, terpilih sebagai 1 dari 40 organisasi di seluruh dunia yang berkontribusi dalam program ini.

Ke depannya, FemaleDev akan bikin berbagai program seru untuk mendorong lebih banyak perempuan menjadi pemimpin di berbagai bidang, dan berkarya memberikan manfaat untuk orang banyak.


Kamu bisa membaca artikel versi Bahasa Inggris di sini.