Featured, Story

HiddenPark: Memberi Nyawa untuk Taman Kota

Project Katalis mengundang kamu, developer dan desainer yang mau berkontribusi dan jadi bagian dari pergerakan. Ayo bantu HiddenPark mengembangkan aplikasi untuk menggencarkan budaya bertaman, dan memberikan nyawa di taman-taman kota.

Taman-taman di ibukota semakin sepi peminat. Mau bagaimana lagi, puluhan pusat perbelanjaan bergengsi berdiri begitu megah. Kontras dengan bangku taman yang usang, dengan tumpukan daun jatuh penuh coretan. Menyedihkan, karena taman sejatinya adalah tempat berkumpul yang menyenangkan.

Untungnya, tidak semua anak muda membiarkan taman-taman kota ditinggalkan begitu saja. Dipelopori oleh Nadine Zamira, terbentuklah gerakan sosial bernama HiddenPark. Sesuai namanya, HiddenPark ingin menguak lokasi dan potensi tersembunyi dari taman-taman kota.

Baca juga: Nadine Zamira: Menghidupkan Taman Kota di Jakarta Lewat Kampanye Hidden Park

Logo HiddenPark (hiddenpark-id.com)

Social movement yang berusia 3 tahun ini melakukan kampanye kreatif, sembari melancarkan eksperimen sosial untuk mengidentifikasi aspirasi masyarakat urban terhadap taman kota. Bahkan, HiddenPark juga memfasilitasi diskusi antar berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memberikan perhatian pada taman-taman di Jakarta.

Gerakan pengaktifan taman kota dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini dapat memicu meluasnya budaya bertaman. Sekaligus menumbuhkan sense of belonging warga kota terhadap taman-taman di sekitarnya. Banyak aktivitas dan inspirasi yang ditawarkan oleh HiddenPark agar warga kota ingin berinteraksi dengan taman. Antara lain menggelar event terkait seni, pendidikan, lingkungan dan hiburan.

Baca juga: Bahkan Penggiat Gerakan Sosial Juga Butuh Uluran Tangan

Tidak bisa dipungkiri, HiddenPark seolah memberi nyawa untuk taman-taman kota yang terlupakan oleh warga. Meski begitu, tentu masih banyak orang yang belum mau pergi ke taman. Sejauh ini, HiddenPark mengandalkan social media sebagai sarana sosialisasi event dan berbagi keseruan di taman. Padahal, biar lebih masif, HiddenPark butuh nggak sekedar website dan social media!

Event musik di taman (dokumentasi: HiddenPark)

Berhubung zamannya gadget nggak lepas dari tangan, jadi, untuk menyebarluaskan budaya pergi ke taman, HiddenPark butuh adanya aplikasi agar lebih banyak orang yang senang beraktivitas di taman. Bayangkan, pasti lebih banyak orang yang berlomba-lomba nongkrong di taman kalau ada aplikasi dari HiddenPark. Anak muda zaman sekarang akan lebih tergerak dengan hal ini, karena sehari-hari bertemu dengan teknologi.

Lebih lengkap lagi jika ditambah dengan fitur lokasi. Pengguna bisa mengetahui taman-taman yang ada, terutama di sekitar tempat ia berada. Juga penambahan lokasi taman, apabila ada pengguna yang ‘menemukan’ taman baru. Biar semakin asik, HiddenPark juga ingin terdapat fitur rating menurut para penggunanya. Pengguna aplikasi tersebut bisa menilai taman berdasarkan fasilitas, kebersihan, keamanan, akses, dan desain.

Baca juga: #Ziliun17: Taman Nasional di Indonesia

Tidak hanya rating untuk menilai taman, tetapi pengguna pun bisa memberikan rating berdasarkan aktivitas mereka di suatu taman. Entah alam, olahraga, seni dan musik, piknik, rekreasi keluarga, dan lain-lain.

Berhubung saat ini berfoto sangat mudah, HiddenPark merasa aplikasi mereka juga dapat mengunggah foto. Termasuk foto aktivitas atau pengalaman menyenangkan di taman-taman kota. Fitur photo-sharing ini memang sangat disukai belakangan ini.

Keseruan di taman (dokumentasi: HiddenPark)

Selain itu, biar aplikasinya semakin seru, elemen gamifikasi juga mungkin ditambahkan. Semacam badge untuk pengguna aplikasi gerakan sosial ini. Mulai dari park goer, park squatter, park explorer, park hunter, park ranger, sampai parktivist. Pengguna juga sebaiknya tahu frekuensi taman yang dikunjungi dan bisa memberikan review tentang taman tersebut.

Baca juga: Mau ‘Jalan di Tempat, Grak!’ atau ‘Maju, Jalan!’?

Kebayang nggak sih, serunya menemukan taman tersembunyi lewat satu aplikasi? Dengan teknologi ini, jelas akan lebih banyak orang terdorong untuk meninggalkan layar, melupakan macet, dan bergegas menikmati Jakarta lewat taman kota.

Nah, HiddenPark masih berangan-angan aplikasi itu bisa tercipta. Kalau kamu developer atau desainer aplikasi dan ngerasa bisa bikin, kenapa ngga bantu HiddenPark aja? Jelas, kamu akan dapet portfolio dari aplikasi buatan kamu. Plus, ngebantu budaya bertaman semakin meluas! Kapan lagi bisa bantu social movement keren kayak HiddenPark ini?


Project Katalis adalah sebuah platform untuk mempertemukan dan mendorong kolaborasi antara para pegiat gerakan sosial (social movement) dengan para developer aplikasi untuk menciptakan solusi teknologi yang bertujuan mendukung gerakan tersebut memiliki dampak yang lebih besar. Program ini mengambil semangat Sumpah Pemuda yang bertujuan untuk mempersatukan pemuda untuk bergerak menuju Indonesia lebih baik.

Image header credit: http://1hdwallpapers.com/