Story

Follow Your Stomach!

“Instead of following your heart, you might want to follow your stomach.” (Benny Fajarai, CEO, Kreavi)

Beberapa waktu lalu, Benny nge-share tentang 10 karakter yang harus dipunya untuk jadi entrepreneur beneran, bukan ala-ala. Kali ini, against all rules, seorang CEO Kreavi ini bukan ngajak kita untuk “follow your heart” untuk nemuin hal yang paling kita suka layaknya orang kebanyakan, tapi: follow your stomach!

Follow your stomach bukannya berarti nurutin perut mau diisi apa sih. Jangan jadiin alibi buat menuhin ngidam ato ngemil tengah malam! Follow your stomach erat hubungannya sama “butterfly effect” yang suka kita rasain ketika…jatuh cinta!

Geli-geli di perut yang rasanya kayak ada seribu kupu-kupu terbang ini, sebenernya adalah reaksi biologis. Dihasilkan oleh miliaran sel saraf yang ada di sistem pencernaan kita. Reaksi ini adalah respon hormonal tubuh terhadap emosi spesifik seperti rasa senang, bahagia, nervous, sampai kegirangan.

Baca juga: Cuma Cewek yang Boleh Baca Artikel Ini

Image: earthly_muse, Flickr

Sensasi ini paling populernya kita temui ketika berhadapan dengan gebetan. Atau sederhananya, ketika ada cowok ganteng (atau cewek cantik?) yang flirting dikit di sela percakapan ringan kalian.

Dari pengalamannya bertahun-tahun ngurus berbagai project dan membesarkan Kreavi, Benny bisa ngambil kesimpulan bahwa teori “butterfly in stomach” ini bisa diaplikasikan ke berbagai kasus. Nggak cuma soal definisi suka sebatas sama orang, tapi untuk semua hal yang membuat kita bersemangat, tegang, dan senang.

Benny mencontohkannya simpel aja. Ia punya rutinitas main futsal setiap Kamis malam, dan excitement-nya udah terasa bahkan sejak hari sebelumnya! Iya, geli-geli di perut itu mampir ketika kita bakal ngelakuin suatu hal yang menyenangkan. Things we look forward to. Malam menjelang perjalanan liburan yang dinanti-nantikan. Atau detik-detik presentasi sidang skripsi ketika setelah slide super keren kita rampung dan ngebayangin bakal dinilai dosen penguji.

Baca juga: Kantor Tanpa Kubikel

Benny merasakan hal yang sama ketika ia akan meluncurkan desain dan fitur baru untuk Kreavi.com. Atau pada hari ia dan tim menggelar Kumpul Kreavi dan menyaksikan lebih dari 300 orang memadati venue. Atau bahkan pada hal-hal remeh seperti mempersiapkan slide presentasi, wawancara dengan media, atau sekedar meeting makan siang bareng project volunteers.

And what does that tell you?

Benny took it as a good sign that he is excited and passionate in what he’s currently working on. A very good one. Udah seharusnya kita jatuh cinta pada kerjaan apapun yang lagi dilakukan, pada project apapun yang sedang kita garap.

Baca juga: YouTuber Indonesia dengan Subscriber Terbanyak

Kadang, bukan siapa-siapa, tapi kupu-kupu di perut inilah yang ngasih tau kita bahwa kita ada di jalan yang “benar”. Bukan bidang yang bikin kita ogah-ogahan, bikin progress tapi males-malesan. Yang kayak gitu, jelas nggak akan maksimal hasil akhirnya.

“Because if we love what we do and do what we love then everything else is secondary,” tutup Benny.

Baca juga: Akun Twitter Indonesia dengan Followers Terbanyak

Header image credit: hdwallpapers.in