Featured

#ziliun17: Top Ilustrator Indonesia

#Ziliun17 adalah 17 rangkaian infografik atau data dalam bentuk visual seputar teknologi dan Indonesia. #Ziliun17 dipersembahkan untuk menyambut HUT Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus.

Sebelumnya, Ziliun pernah memuat tulisan Mayumi Haryoto tentang peta industri ilustrasi di Indonesia saat ini. Sebelum lanjut ngomongin ilustrator lokal, kita mesti sepakat dulu bahwa ilustrasi adalah seni aplikasi. Satu bidang yang nggak bisa berdiri sendiri, tapi butuh kolaborasi dengan industri-industri lainnya.

Di era digital seperti sekarang ini, industri ilustrasi di Indonesia semain naik pamor! Meski dulu hanya dianggap sebagai sebuah subkultur, hari ini, kalau kata Mayumi Haryoto, gengsi profesi illustrator sudah terangkat karena pelakunya memegang posisi penting dalam industri kreatif. Ilustrator-ilustrator lokal kita berkembang pesat dan punya tempat tersendiri di hati masyarakat.

Baca juga: #ziliun17: Superhero Asli Indonesia

Dengan memanfaatkan internet, para ilustrator punya keleluasaan berkarya dan men-showcase karya mereka. Iya, nggak lagi perlu menggelar pameran dan jor-joran di galeri offline. Semua bisa menciptakan galerinya sendiri di dunia maya.

Kita tentunya sering melihat karya para ilustrator ini di internet: baik itu dalam bentuk sekuel cerita, aplikasi mobile, hingga berbagai komik strip yang tersebar di berbagai social media. Inilah 17 nama illustrator Indonesia yang unggul di bidangnya, yang tahu betul bagaimana memanfaatkan digitalisasi hari ini, untuk mengatrol eksistensi mereka di industri.

#ziliun17: Top Ilustrator Indonesia

1. Tommy Chandra | 2. Ario Anindito | 3. Mice | 4. Ardian Syaf | 5. Sunny Gho | 6. Mayumi Haryoto | 7. Sweta Kartika | 8. Dhanank Pambayun | 9. Taufiq Muhammad (Emte) | 10. Diela Maharanie | 11. Papang Jakfar | 12. Chris Lie | 13. Sheila Rooswitha | 14. Evan Raditya | 15. Resatio Adi Putra | 16. Eko Bintang | 17. Rio Sabda

Ada Tommy Chandra, ilustrator asal Pekanbaru dan Ario Anindito, comic artist dari Bandung yang sama-sama punya background studi di Arsitektur. Ada Muhammad Misrad yang popular dengan nama Mice, yang mungkin sebagian besar kita akrab dengan karikatur “Mice” yang santer di mana-mana itu. Kemudian Ardian Syaf yang pernah kerja di DC Comics, Marvel Comics, dan Dynamite.

Nama Sunny Gho? Diakui dunia dengan mendirikan Makko Publishing yang memproduksi komik-komik online. Mayumi Haryoto juga jadi salah satu pemain senior yang karya-karyanya sejak lama malang melintang di industri. Kemudian ada Sweta Kartika asal Kebumen yang jebolan DKV ITB, Dhanank Pambayun dengan studio ilustrasinya Evergrunge, Taufiq Muhammad atau Emte yang menimba ilmu di Institut Kesenian Jakarta.

Nggak luput juga nama Papang Jakfar dan Evan Raditya dari Malang; Chris Lie, pendiri Caravan Studio yang karyanya tembus sampai Amerika; Sheila Rooswitha atau Lala, yang juga berkolaborasi dengan Mice untuk bikin sekuel komik di Twitter; Resatio Adi Putra yang udah gelar pameran di berbagai kota, Eko Bintang dan klien-klien papan atasnya, juga Rio Sabda, comic artist dengan studiotnya: Deadwolf.

Selain mereka, masih banyak nama ilustrator lokal kita yang karya-karyanya yang mendunia. Yang jelas, para ilustrator di era digital ini, sudah jauh lebih pintar dan terus belajar dalam mengapresiasi dirinya sendiri. Memanfaatkan teknologi sedemikian rupa untuk berkarya, dan berkolaborasi dengan sesama.

Baca juga: Sparkling Innovation Through Art in Facebook, Inc.

Dinamisnya kultur kolaboratif juga bikin subur tumbuh kembangnya inisiatif-inisiatif para ilustrator lokal untuk menghidupkan industri mereka. Misalnya, yang udah beberapa kali Ziliun bahas juga, Kreavi, platform social network online untuk para kreator visual lokal. Di Kreavi, mereka bisa saling berjejaring, sharing portofolio, sampai posting dan ngubek lowongan kerja. Member Kreavi sampai hari ini, udah mencapai 20,000 orang! Mereka juga aktif bikin Kumpul Kreavi, meetup offline dimana para pegiat seni visual ini bisa saling belajar dari yang udah pakar.

Ada contoh lain juga dari ilustrator kita, Mayumi Haryoto, yang mendirikan illustration agency lokal, Fabula. Yang mengumpulkan talent-talent berbakat biar bersatu, dan meningkatkan kekuatan dan nilai mereka, tentunya! Serunya lagi, mereka kerja bareng ikut menyukseskan Popcon (Popular Culture Convention) Asia 2014 pada 19-21 September nanti, salah satu event komik dan animasi terbesar di Asia, diselenggarakan di Jakarta!

Baca juga: Bicara Ide dan Visi Bareng CEO Kreavi

Sebagai Program Director Popcon, Mayumi Haryoto punya misi besar dengan menegaskan bahwa Popcon akan jadi wadah yang merangkul lebih banyak kalangan, untuk meningkatkan optimisme para pelaku industri kreatif lokal. Caranya, dengan mengapresiasi mereka dan menunjukkan kepada khalayak umum bahwa industri kreatif Indonesia tidak kalah dari Jepang, Amerika, dan negara lain di dunia.

Dengan berstrategi dan memanfaatan teknologi untuk mengapresiasi diri dan berkreasi, yakin banget industri ilustrasi lokal kita bakal terus tumbuh dan makin keren ke depannya. Kita tunggu!

Header image credit: swarez.co.uk