Insight

#Ziliun17: Fakta Kepemimpinan Jokowi – Ahok di Jakarta

#Ziliun17 adalah 17 rangkaian infografik atau data dalam bentuk visual seputar teknologi dan Indonesia. #Ziliun17 dipersembahkan untuk menyambut HUT Republik Indonesia di tanggal 17 Agustus.

Banyak anak muda mengkritisi jalannya pemerintahan, berkoar-koar di berbagai media sosial tentang buruknya sistem pemerintahan di Indonesia. Bilang kalau pemerintahan itu busuk, program kerjanya nggak jelas, lima tahun menjabat cuman makan gaji buta, nggak bikin perubahan apa-apa. Pemimpinnya? Dateng rapat malah tidur, atau ketahuan lagi nonton video porno. Korupsi mah udah biasa, kayak wabah penyakit, menjangkit dari yang punya jabatan mentereng diatas sampe paling bawah.

Nggak usah jauh-jauh ngomongin Indonesia, Jakarta aja dulu. Nggak sedikit orang yang mulai apatis, amulai kehilangan harapan untuk kualitas hidup yang jauh lebih baik. Dari tahun ke tahun, masalah sosial masyarakat temanya masih sama: sampah, banjir, macet, kemiskinan, minim lapangan kerja, infrastruktur kota yang nggak mumpuni, sampai kebijakan-kebijakan yang aneh dan sederet masalah lainnya.

Ahok pernah bilang, “Anak muda itu jangan cuman mengkritisi, kalau mau ngritik harus punya solusi.”

Beruntungnya masih ada segelintir anak muda yang peduli dengan Jakarta, yang nggak sekedar koar-koar nebar kritikan sana sini, tapi juga bisa memberikan solusi. Bagi mereka, perubahan itu bukan hanya tugas seorang pemimpin, tapi lebih dimulai dari kesadaran diri sendiri.

Baca juga: Pakarnya Koar-koar Ekosistem Startup Teknologi

Ganti Jakarta, sebuah movement yang menyerukan perubahan positif untuk Jakarta. Bagi mereka yang ingin melihat Jakarta menjadi lebih baik, tapi nggak punya media buat menyalurkan pendapat dan aspirasi untuk melakukan kegiatan positif yang nyata, di sinilah tempatnya. Di sini kita bisa lihat ada peta Jakarta dengan berbagai macam ikon yang mewakili perubahan apa aja yang terjadi di satu titik wilayah tertentu. Di sini semua orang bisa melihat, memantau, dan mengawasi proyek pemerintah yang sedang berjalan.

#ziliun17: Fakta Kepemimpinan Jokowi-Ahok di Jakarta

1. Pemberlakuan Kartu Jakarta Sehat (KJS) | 2. Pemberlakuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) | 3. Pembangunan Kampung Deret | 4. Pembangunan Waduk Pluit, Ria-rio, Papango | 5. Pembangunan Rain Water Harvesting (KWH), Jakarta Utara | 6. Pembangunan beberapa taman kota Jakarta | 7. Pembangunan rumah susun | 8. Pengembangan industri basis “kampung” | 9. Pembangunan RS khusus pengguna KJS dan BPJS | 10. Relokasi PKL Tanah Abang ke Blok G dan Pasar Minggu | 11. Penambahan 92 truk sampah baru | 12. Pengadaan program Jakarta City Tour | 13. Transparansi rapat anggaran pembangunan di YouTube PemprovDKI | 14. Transparansi APBD DKI lewat www.jakarta.go.id | 15. Transparansi dinas PU di @poskodpudki & www.dpudkijakarta.net | 16. Pemberlakuan sistem IMB online | 17. Perbaikan terminal dan stasiun Manggarai

Masih bilang omong kosong kalau Jakarta lagi berbenah?

Di kepemimpinan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Jokowi-Ahok kelihatan banget kalau Jakarta punya banyak perubahan di berbagai bidang. Hal yang sangat ditunggu sama masyarakat Jakarta, sejak kepemimpinan gubernur sebelum-sebelumnya. Berbagai masalah mulai diselesaikan perlahan satu per satu, dari kesejahteraan masyarakat, penanganan banjir dan kemacetan, sampai mbenahin infrastruktur kota.

Artikel lain: Code For America: Mengabdi untuk Negara Melalui Teknologi

Waduk-waduk yang isinya sampah sama eceng gondok sampai waduk yang lahannya ditawan sama mafia, mulai berbenah jadi waduk yang bersih plus dijadikan taman kota. PKL yang nggak tertib dan bikin jalanan macet juga sebagian besar udah direlokasi. PKL Tanah Abang sama PKL Pasar Minggu contohnya.

Kali-kali yang penuh sampah mulai dikeruk buat nanganin banjir. Rain Water Harvesting dibangun di berbagai sekolah di Jakarta Utara. Air kotor disuling jadi air bersih. Rumah susun dibangun di berbagai penjuru Jakarta, sewanya murah. Masyarakat ekonomi lemah bisa pindah kesini, nggak menuhin bantaran-bantaran kali lagi buat tempat tinggal.

Artikel lain: Kerja Nomaden di Era Digital

Belum lagi program Jokowi-Ahok, Kartu Jakarta Pintar yang ngasih beasiswa anak sekolah dimana duitnya ditransfer lewat ATM langsung, juga pemberlakuan sistem IMB dan pajak online. Kesemuanya ngasih solusi buat ngurangin penyelewengan dana dari oknum-oknum tertentu. Korupsi bisa ditekan, harusnya sih gitu.

Terus, pake manfaatin teknologi, pasangan gubernur sama wagub itu bikin terobosan transparasi kegaiatan Pemprov DKI. Kayak transparasi rapat anggaran dana pembangunan yang terdokumentasi dengan rapi di akun youtube PemprovDKI, juga transparansi APBD DKI yang dipublikasikan di situs www.jakarta.go.id.

Dinas Pekerjaan Umum pun sekarang punya akun twitter @poskodpudki. Semua  update seputar kegiatan dan kebijakan di bidang pekerjaan umum seperti update ketinggian air yang akurat di pintu-pintu air bisa diakses di akun twitter tersebut.

Secara nggak langsung, masyarakat Jakarta yang memang peduli untuk Jakarta yang lebih baik, bisa memantau semua keterbukaan yang disediakan sama Pemprov DKI. Kalo ada keluhan-keluhan seputar kinerja Pemprov DKI, tinggal SMS ke nomer handphone Ahok yang sudah disebarluaskan ke masyarakat Jakarta, atau langsung dateng ke Balai Kota Jakarta buat sekedar menyampaikan keluhan.

Baca juga: Mari Kita Dukung Presiden Hi-Tech!

Nah, balik lagi kalau semua tanggung jawab perbaikan Jakarta itu nggak cuman ditangan pemerintahnya aja. Kita nih sebagai warganya juga harus ikut andil. Cukup mulai dari diri sendiri kok. Dan sudahin aja tuh koar-koar nggak jelas di sosial media, mencaci maki pemerintah sendiri tapi enggak bisa ngasih solusi. Gimana mau berbenah kalau masih bermental tempe?

Btw, Ganti Jakarta juga mengedukasi masyarakat buat ngelakuin hal-hal simpel yang bisa dimulai dari diri sendiri tapi punya dampak yang besar untuk perubahan Jakarta kayak ngajakin masyarakat untuk buang sampah ditempatnya, naik kendaraan umum, juga tertib berlalu lintas lewat poster-poster meme yang jadi viral di dunia maya lho.

Iya, semuanya cuman hal kecil yang dianggap sebagian besar orang sepele. Tapi kalau semua warga Jakarta dengan kesadaran diri mau ngelakuin itu, coba deh lihat apa kali Ciliwung masih penuh sama sampah, wilayah rawan banjir apakah kurang atau nambah. Juga apa Jakarta akan macet terus kayak sekarang?

Apa harus semuanya pemerintah turun tangan? Enggak juga kan!

Simpel sih. Kalo mau ngajak orang buat ngelakuin hal positif, yang ngajaknya juga pake cara positif juga. Jangan malah ngelarang-larang atau bahkan brutal ngancem sambil bawa pentungan kesana kesini. Justru gimana caranya orang yang diajak ngerasa seneng, terus berani buat bikin perubahan yang nyata.

Header image credit: trekearth.com