Insight

Kalau Gak Bisa Percaya Ziliun, Mungkin Bisa Percaya Emma Watson

“It is time that we all perceive gender on a spectrum, instead of two sets of opposing ideals. If we stop defining each other by what we are not, and start defining ourselves by who we are, we can all be freer…” – Emma Watson

Emma Watson (yes, the Harry Potter girl), sebagai Goodwill Ambassador PBB, memberikan pidatonya mengenai kampanye #HeForShe pada September 2014 lalu. Intinya sih, Emma Watson mengajak para cowok untuk ikut memperjuangkan kesetaraan gender, karena gender inequality gak cuma merugikan perempuan, tapi juga laki-laki.

Ya, misalnya aja, karena stereotipe cowok di masyarakat itu harus strong dan controlling, cowok jadi takut menunjukkan sisi sensitifnya. Padahal kan laki-laki juga human being.

Pidato ini banyak dapat kecaman dari berbagai pihak, yang menganggap “feminisme” itu berat sebelah. Misalnya aja, seorang blogger asal Kanada, Stefan Molyneux, langsung ngebikin video yang mengkritik Emma Watson habis-habisan (nonton di sini).

Silakan nonton video di bawah ini, lalu nonton video Stefan Molyneux tersebut, kemudian decide where you stand.

Tapi satu yang pasti, seperti yang dikutip Emma Watson dari Edmund Burke: “All that is needed for the forces of evil to triumph is for good men and women to do nothing.”

Baca juga: 3 Hashtag Women Empowerment Paling Happening di Socmed

Header image credit: thenewcivilrightsmovement.com