Opinion

The Age of Information = The Age of Distraction

“Our life is frittered away by detail … simplify, simplify.” – Henry David Thoreau

Buat lo yang punya startup, atau suka cari tahu dan kepo perkembangan dunia terbaru, keep update adalah hal yang wajib dilakukan setiap hari.

Jujur deh, berapa kali dalam semenit kita ngecek notifikasi email, Facebook, Twitter, Line? Lebih dari lima kali? Tujuannya, ya supaya ga ketinggalan gosip, isu, tren, info terbaru yang bisa bikin wawasan lo luas dan startup lo maju, ga ketinggalan jarkom, dan banyak hal lain yang bisa bikin nilai dalam diri lo bertambah. Well.. it’s called The Age of Information.

Contoh aja, kalau lo mau launch bisnis baru pasti dibutuhin yang namanya riset: riset ngikutin perkembangan tren yang ada. Otomatis lo harus selalu mantengin setiap gejolak perubahan yang berpengaruh sama keputusan pembelian konsumen lo.

Baca juga: How to Maximize Your Waiting Time

Image credit: chasedumont.com

Di sini gue gak akan bilang itu sebuah kesalahan, sampai lo merasa ketika lo tidur notifikasi email di smartphone lo terus berbunyi “beep” terus padahal gak ada pesan apa-apa. The Age of Information pun berubah jadi The Age of Distraction. Bahkan di saat kerja depan depan layar laptop pun, distraction masih ada. Notifikasi email, unlimited opportunities for shopping, beberapa program yang kebuka di layar (everything at once, whoops!).

Toh, jaringan internet dan provider jaringan sekarang ini membuka kesempatan untuk kita terus connected and staying online. It’s a good thing, right? Tapi balik lagi ke tujuan awal kita. Apa ngecekin notifikasi emaillike… everyday, bener-bener bermanfaat buat lo atau justru malah ngebuyarin tujuan awal lo yang semula ada di satu titik kemudian jadi mengakar ke titik-titik lain which is berarti lo jadi gak punya tujuan. Nah, ini baru yang gue bilang kesalahan.

Sebenarnya gak perlu khawatir gimana biar lo tetep keep update, tapi di sisi lain gak salah fokus, karena banyak tips di luar sana yang udah berusaha ngasih solusi untuk hal ini. The least you can do adalah checking email at set points in the day (misalnya 3 jam sekali) alias menentukan jam-jam tertentu saat lo “mengizinkan” diri lo untuk ngecek segala macem notifikasi.

Baca juga: Hacking Your Productivity

Basi banget sih tipsnya! Ya emang, karena semua orang udah tahu tapi gak banyak yang ngelakuin. Gak semua sadar kalau manfaatnya jauh lebih besar daripada hanya minimalisasi distraksi sehari-hari, karen masih ada aja yang “ngeles”, dengan menganggap salah fokus karena kebanyakan informasi itu kadang ada manfaatnya juga, karena membuat lebih membuka pikiran kita sama hal-hal lain di luar kerjaan kita.

Tapi, FYI, secara gak sadar hal-hal yang lo lakukan untuk meminimalisir distraksi informasi bakal berpengaruh sama kemampuan self-control lo. Jadi kalau diaplikasikan dalam situasi lain, bisa bikin lo lebih fokus sama tujuan apapun. Kalau gak bisa nahan diri ngecek notifikasi, gimana mau sukses bikin startup, misalnya?

The Age of Information is overwhelming and difficult to keep up with. Tinggal lo saring yang sesuai kebutuhan dan tujuan lo aja.

Baca juga: Dengerin Orang atau Bodo Amat?

Header image credit: kerryogden.com