Featured

Masdar City, Masa Depan Eco-City di Tengah Padang Pasir

Image credit: fosterandpartners.com

Menyambut era knowledge economy, sudah banyak kawasan industri dunia berbasis ilmu pengetahuan bermunculan seperti Silicon Valley di Amerika Serikat yang berbasis teknologi, dan Genome Valley di India yang fokus sama bioteknologi. Baru-baru ini, akan ada lagi tempat yang menganut knowledge economy yang bakal mengubah dunia mengikuti jejak pendahulu sebelumnya.

Ialah Masdar City, kota yang sebentar lagi akan dijuluki the world’s most sustainable urban locale. Walaupun masih dalam masa pembangunan, kota yang terletak gak jauh dari pusat kota Arab Saudi ini diprediksi dapat menurunkan jejak karbon hingga nol persen!

Buat yang belum tahu apa itu jejak karbon (carbon footprint), jejak karbon sendiri adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang diproduksi oleh suatu peristiwa, produk ataupun individu. Emisi karbon yang kita hasilkan itu berasal dari berbagai aktivitas sehari-hari seperti penyalaan lampu dan peralatan listrik, pola makan, dan cara bepergian (otomatis semua peralatan yang lo pakai buat beraktivitas akan dibuat serendah mungkin emisinya).

Baca juga: Coming (Hopefully) Soon: Smart City!

Masdar City pastinya bakal bikin kita yang antusias sama teknologi mupeng, mulai dari desain gedung di Masdar City yang hemat energi dan hemat air (hingga 50%), solar panel bertaburan di setiap atap gedung, hingga moda transportasi yang diganti jadi driverless electric vehicles. Dan dalam perkembangannya kota itu sendiri rencananya akan menaungi 1500 startup ramah lingkungan (green business) baru dan mendirikan universitas yang eco-friendly yang menciptakan generasi green tech entrepreneurs.

“…we’d like to be part of the energy solution. And at the same time, we’d like to make some money. As energy markets change and renewables become a bigger piece of the energy equation, we’d like to have a piece of that too.” kata COO proyek Masdar City, Steve Geiger.

Baca juga: Urban Farming, Cara Teknologi Mendekatkan Kita Pada Alam

Image credit: thewondrous.com
Image credit: canbuild.com.hk

FYI, proyek untuk membangun Masdar City yang akan rampung tahun 2025 nanti menghabiskan dana sekitar 18 juta poundsterling atau setara dengan investasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi saat ini di Indonesia, lho!

And yet, teknologi itu seperti pedang bermata dua. Bila dipakai untuk merusak, akan jadi iblis. Tapi bila dipakai untuk kebaikan, ia akan membuat dunia jadi lebih baik. Bayangin kalo konsep Masdar City bisa direplikasi di tiap negara. Isu global warming bener-bener bisa diatasi. Please welcome, the first hub of future energy is on the run!

Baca juga: Developer, Ayo Mulai Berpikir Perbaiki Kota dengan Teknologi!

Header image credit: blog.modspace.com