Insight

Millennials: Generasi Super High-Maintenance

Kata orang-orang yang lebih tua, generasi kita, millennials, itu generasi paling high-maintenance sepanjang masa. Maksudnya high-maintenance? Ya banyak maunya.

Ke-high maintenance-an kita ini ada baiknya, dan ada jeleknya juga.

1) Kita terlalu yakin sama diri sendiri

Karena kita dibesarkan dengan nosi bahwa we can be everything we want, kita jadi terlalu yakin sama diri sendiri. Kepercayaan diri kita tinggi banget. Di satu sisi ini kelebihan kita dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, tapi di sisi lain kita jadi suka menganggap bahwa kesuksesan itu nanti akan datang dengan sendirinya karena kita hebat. We think someone will eventually discover our great talent. Kita suka lupa bahwa kecerdasan dan bakat aja gak cukup, tapi harus didukung dengan disiplin, kerja keras, dan kerendahan hati (yang kerap dilupakan). Simpelnya, kita ini ambisius tapi pemalas! Mesti dikurang-kurangin nih malasnya.

Baca juga: FOMO: Penyakit Satu Generasi yang Bikin Salah Fokus

2) Kita sangat terkoneksi antara satu sama lain, tapi cenderung self-obsessed

Media sosial bikin kita sangat terkoneksi. Hal-hal kayak mention-mention-an di Twitter dengan stranger, sampai memberikan komentar hangat di akun Instagram temen yang sebenarnya gak deket-deket banget, itu udah biasa banget buat generasi kita. Generasi kita bisa dibilang luwes dalam networking dan berkomunitas, so we pride ourselves for being sociable and connected. Padahal, faktanya, kita lebih terobsesi sama diri sendiri. Kebanyakan dari kita sebenarnya melihat “teman-teman” di media sosial hanya sebagai audience; audience untuk semua hal yang kita broadcast tentang diri kita. Eng ing eng.

3) Rebel, inovatif, tapi insecure

Mungkin generasi kita adalah generasi yang paling pengen anti-mainstream. Kita menganggap profesi-profesi yang disruptive kayak creative workers dan entrepreneur itu sangat “glamor”. Ngelihat betapa banyaknya masalah di negara ini, kita pengen mengubah keadaan; changing the system, disrupting the status quo. Tapi di sisi lain kita tetep peduli banget sama apa kata orang, gengsilah ya istilahnya. Asal tahu aja, banyak banget young entrepreneur yang sebenarnya bisnisnya gak profitable, tapi tetap pride themselves for being a successful young entrepreneur. Ya gara-gara peduli banget sama opini orang gitu. Diurusin aja dulu bisnisnya ya, Pak, Bu, sebelum koar-koar ke banyak orang.

Baca juga: Milennials (Termasuk Kita) Itu Pemalas!

Header image credit: huffpost.com