Insight

Mikirin Pendapat Orang Lain: Penyakit yang Bikin Kita Susah Maju

Siapa di sini yang sering ngerasa takut unjuk tangan ketika mau nanya di kelas atau seminar? Atau khawatir ketika masuk ke ruangan yang isinya stranger semua

Sebenernya apa sih yang bikin kita khawatir sama pendapat orang lain?

Jika kita ingin menjadi versi terbaik dari diri kita, kekhawatiran terhadap pendapat orang lain bisa menjadi penghambat. Fear of other people’s opinions alias FOPO memang menjadi hal yang banyak terjadi, apalagi di zaman sosial media seperti sekarang, tapi menurut MIchael Garvais dalam Harvard Business Review, FOPO memiliki efek negatif yang bisa mempengaruhi kinerja kita.

Menurut Michael, FOPO terjadi karena kita kurang fokus  memperhatikan apa yang mendefinisakan diri kita sendiri yaitu; talent, beliefs, dan value. Melainkan yang kita lakukan adalah bermain aman karena takut akan apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan yaitu takut diejek, dikritik, bahkan ditolak.

Kekhawatiran akan pendapat orang lain terjadi karena kita merasa tidak bisa mengontrol hasil akhir sesuai dengan yang kita mau. Padahal hasilnya di kenyataan belum tentu buruk, sedangkan kita malah sudah menyerah duluan berdasarkan asumsi sendiri. Rugi banget kan?

Unfortunately, FOPO is part of the human condition since we’re operating with an ancient brain.

Keinginan kita untuk diakui oleh orang lain emang udah terjadi dari zaman leluhur kita, tapi itulah yang menjadikan manusia punya rasa hati-hati dan cerdik dalam mengatur strategi. Tapi kalo udah berlebihan, maka keinginan untuk menyesuaikan diri, dan ketakutan untuk tidak disukai orang lain akan merusak kemampuan kita untuk mengejar kehidupan yang ingin kita ciptakan

Terus apa yang harus kita lakukan?

Kita perlu melatih dan mengkondisikan pikiran kita

Jika kita  mengalami FOPO, ada beberapa cara untuk mengurangi intensitas kita dalam merespon stres. Begitu kita sadar udah mulai overthinking, pertama arahkan diri kita ke arah pernyataan yang membangun kepercayaan. Misalnya “Gue adalah pembicara yang baik. “Gue udah berusaha dengan baik sehingga gue percaya akan kemampuan gue.” “Gue  memiliki banyak hal hebat untuk dikatakan.”

Pernyataan-pernyataan tersebut akan membantu kita fokus pada keterampilan dan kemampuan kita daripada pendapat orang lain. 

Kedua, ambil napas dalam-dalam.Karena, gerakan menarik nafas dalam-dalam  akan secara langsung memberi sinyal ke otak kita bahwa kita tidak ada dalam bahaya.

Jadi mulai sekarang, kalo FOPO udah mulai menghantui, ambil nafas dalam-dalam dan sebutkan mantra yang paling efektif buat diri kita. Bye FOPO!