Featured

Formula Dasar Startup: Hacker, Hipster, dan Hustler

Jangan berpikir yang namanya startup itu cuma bisa dibikin sama developer. Kalau lulusan pertanian aja bisa kerja di bank, kenapa gak orang dengan berbagai latar belakang bikin startup?

Tapi, gak sembarangan latar belakang atau skill yang umumnya dibutuhin buat bikin startup pertama kali. Katanya sih, startup itu setidaknya butuh tiga jenis orang: hacker, hipster, dan hustler.

Hacker ya, obviously adalah developer, yang punya skill mendasar yang dibutuhkan untuk bikin startup digital, yaitu ngoding. Tapi, mau bisa bikin web atau aplikasi secanggih apa juga, kalau gak ada hipster dan hustler yang ngebantuin, startup-nya gak akan bisa sebagus atau tumbuh lebih cepat dibanding startup yang punya formasi lengkap ini.

Baca juga: 3 Aturan Berkolaborasi

Hipster apa? Hipster ini sama dengan anak-anak gaul yang kita sebut hipster di luar sana, yang Instagram feed-nya hits, dan sangat ngerti dan mementingkan estetika. Biasanya, hipster di dunia startup ini adalah desainer, yang bisa menyulap tampilan web dan aplikasi jadi hits, dan juga bisa bikin user interface dan user experience yang bagus.

Terakhir, hustler ini orang-orang yang gak take no for an answer. Mereka punya passion dalam menjual dan memperkenalkan produk startup-nya. Biasanya orang-orang yang suka ngomong, demen networking, dan stress kalau target penjualan (atau target akuisisi pengguna) gak tercapai. Kalau hacker orangnya (biasanya) introvert, dan hipster idealis banget, hustler yang biasanya bener-bener peduli sama apa yang sebenarnya konsumen atau user butuhkan.

S__3014800

Nah, gimana dong caranya supaya lo bisa dapet formasi lengkap hacker, hipster, dan hustler ini? Ya sering-sering ikut meetup atau event yang sifatnya diverse, salah satunya Startup Weekend Jakarta. Di acara yang bakal ada peserta dari berbagai latar belakang ini–mulai dari technical background (IT) dan non-technical background (desain, bisnis)–pesertanya bakal dikasih waktu 54 jam untuk bikin startup.

Baca juga: Two Minds Are Better Than One: Formula Memilih Partner Kolaborasi

Nah, sebelum mulai bikin startup, peserta harus saling matchmaking untuk mendapatkan formasi tim yang saling melengkapi. Selain itu, selama proses pembuatan prototipe, bakal ada belasan mentor yang datang dari berbagai latar belakang juga! Kurang saling melengkapi apa?

Makanya jangan cuma ikut acara yang isinya developer doang, orang kreatif doang, atau orang-orang ambisius yang demen networking dan tampil doang. Mesti sering-sering ketemu orang dari berbagai background (baca: berkolaborasi) untuk bikin startup yang top. By the way, kalau mau ikut Startup Weekend Jakarta, daftar di sini ya!

Header image credit: technobuffalo.com