Insight

Cara Jelasin Ke Orang Tua Soal Rencana Bikin Startup

Umur lo masih sekitar 20an dan pengen bikin startup? Masih ragu karena ngerasa belum siap bikin usaha sendiri? Orang bilang, enggak ada waktu yang lebih tepat dibandingkan sekarang untuk memulai impian kita. Tapi, gimana kalau kasusnya ortu lo enggak kasih izin? Tetap maju, atau takut?

Justin Beegel, founder dan CEO InfographicWorld bercerita soal pertama kali ia meminta izin kedua orang tuanya. Dia berniat untuk ngobrol sama orang tuanya soal rencana bisnis yang akan dia rintis. Awalnya dia sangat gugup, waktu itu umur Justin baru 23 tahun dan masih menjadi karyawan di sebuah perusahaan.

Walaupun teman-teman terdekatnya sangat mendukung rencana Justin, baginya izin dari orang tua adalah hal penting. Dia berpikir berulang-ulang mencoba mencari cara terbaik untuk menjelaskan kepada kedua orang tuanya. Justin mengaku kemampuan komunikasi verbalnya saat itu tidak begitu baik.

Akhirnya ia memberanikan diri untuk menemui kedua orang tuanya. Saat itu kekhawatirannya ternyata benar terjadi: ibunya melarang ia keluar dari kantornya.

Justin lalu menjelaskan mengapa dirinya berencana untuk berhenti kerja secepat mungkin. Dia menguraikan mengapa rencana bisnisnya adalah ide yang bagus. Namun ibunya mulai panik dengan alasan mempertimbangkan iklim ekonomi yang buruk, ketidakpastian di dunia wirausaha, dan betapa absurdnya ide untuk berhenti kerja di kantor yang ia nilai begitu baik.

Sedangkan ayah Justin menganggap ide yang Justin punya belum matang. Dia merasa Justin harus bertahan menjadi karyawan lebih lama, membuat relasi, dan membangun basis klien yang sudah ada. Saat itu Justin menilai poin-poin yang dibuat ayahnya valid, dan orang tuanya berhasil membujuk dia untuk tidak terburu-buru keluar kerja.

Tapi, beberapa minggu kemudian Justin mengatakan resign pada bosnya. Tanpa izin dari kedua orang tua.

Justin tidak langsung memberi tahu orang tuanya. Dia menunda satu atau dua minggu. Tapi akhirnya Justin berhasil mendapat izin kedua orang tuanya dan hingga kini sukses menjalankan bisnisnya. Gimana caranya?

Pendekatan

Terlepas dari perlu atau enggaknya bicara sama orang tua tentang rencana bisnis kita, ada beberapa hal yang bisa membuat kita enggak khawatir terus menerus atau overthinking.

1. Jika memungkinkan, sebaiknya kita ngomong langsung sama ortu alias hadir secara fisik. Kehadiran fisik ini, kata Justin bisa lebih menenangkan kedua orang tua kita dibandingkan cuma via telepon (apalagi cuma chat WhatsApp aja).

2. Kasih tahu semuanya, termasuk kegagalan kita. Justin bilang, dia telah belajar dari kesalahannya dan setiap kali dia cerita sama ayahnya soal apa yang salah di dalam bisnisnya, ayahnya selalu membantu Justin mengubah beberapa hal untuk memastikan agar kesalahan yang sama tidak terulang.

3. Jujur 100 persen. Orang tua manapun, pasti ingin yang terbaik untuk anak mereka. Jika kita meminta bantuan pada mereka dengan sungguh-sungguh, orang tua mana yang enggak bersedia membantu, kan?

Tapi kunci dari semuanya ada pada detail

Justin menyarankan agar kita memberi rincian sebanyak mungkin. Berpura-puralah mereka adalah calon investor. Anggap aja, kita sedang berusaha mendapatkan investasi dari orang tua kita dalam bentuk dukungan emosional.

Beri tahu orang tua alasan di balik rencana bisnis kita dan kenapa menurut kita bisnis itu penting. Bahkan, kita juga harus siap-siap untuk bahas perincian pasti dari pendapatan yang direncanakan dan dana yang kita butuhkan. Semakin banyak informasi yang bisa disampaikan, semakin kecil kecenderungan orang tua untuk panik.

Kalau tetap enggak dapet izin?

Sayangnya, enggak semua orang tua bakal mendukung, jadi hal terpenting yang harus disiapin adalah kemandirian total.

Kalau lo berpikir orang tua akan membiayai apapun dalam hidup lo, pikiran itu kemungkinan besar akan berubah saat lo maju melawan keinginan mereka. Orang tua mungkin merasa bahwa, jika kita bersikeras untuk mandiri, maka kita harus sepenuhnya mandiri.

Jika orang tua kita enggak mau ngasih masukan atau bantuan karena mereka nggak setuju dengan tindakan kita, pasti setidaknya ada satu orang lain dalam hidup kita yang dapat bisa kita hubungi. Coba ketemu dulu sama kakek nenek, saudara kandung, teman, atau mungkin seseorang yang pernah mengalami situasi serupa. Bisa juga ikut pelatihan-pelatihan entrepreneurship atau startup accelerator. Ada banyak entrepreneur yang ingin berbagi pengalaman dan membantu orang lain.

Membangun bisnis sendiri mungkin memang menakutkan, tapi kalau kita bertindak berdasarkan informasi sebanyak mungkin, merencanakan semuanya dengan baik, dan mengambil pendekatan logis, dengan sedikit ketekunan maka kemungkinan besar kita bisa dapetin izin dari orang tua. Good luck, dan semangat ya!