Story

7 Strategi Marketing Online yang Dibutuhkan Entrepreneur

Internet telah mengubah cara-cara kita dalam membangun dan mempromosikan bisnis. Seperti kata seorang entrepreneur Amerika dan venture capitalist, Marc Ostrofsky, “Internet melahirkan model bisnis baru, serta mengubah model bisnis tradisional.” Hal ini membuat kita nggak hanya punya akses ke berbagai sumber informasi yang memudahkan pergerakan, tapi juga membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berbisnis. Awalnya orang harus sewa butik untuk jualan baju, sekarang nggak perlu lagi sewa butik, langsung saja buat website untuk dapat dengan mudah berjualan online.

Gampang ya bikin bisnis sekarang? Eits, nanti dulu! Untuk jadi seorang entrepreneur handal, kamu juga perlu strategi marketing untuk mengembangkan bisnismu. Berikut tujuh strategi marketing online yang pastinya dibutuhkan oleh para entrepreneur dan bisa banget nih kamu gunakan!

Personal Branding

Bisnis yang sukses biasanya ‘memanfaatkan’ personal brand sang entrepreneur itu sendiri. Makanya banyak public figure yang ramai-ramai berbisnis. Nah, ketika melakukan personal branding sebelum branding untuk perusahaan akan memberikan kamu sebagai entrepreneur, kesempatan untuk lebih dapat dipercaya oleh calon konsumen dalam mempromosikan bisnis. Selain itu, kamu juga bisa lebih terlibat dalam percakapan sampai ke level paling personal dengan calon konsumenmu. Hal ini akan membuka peluang untuk bertemu dengan banyak orang, networking, dan membentuk partnership. Meski melakukan personal branding ini terhitung gratis dari segi biaya, kamu harus menginvestasikan banyak waktu di area ini.

Content Marketing

Content marketing bermacam-macam bentuknya dan bisa dimanfaatkan tergantung bagaimana strategi perusahaan yang ingin dicapai. Misalnya, e-book bisa dipakai untuk menarik jumlah download, sign up, dan conversion rate atau kamu bisa memakai blog untuk menarik lebih banyak traffic ke website-mu.

Search Engine Optimization (SEO)

Pernah denger dong istilah “page one gan!”? Pemilik bisnis sekarang beramai-ramai menargetkan website perusahaan mereka masuk ke halaman pertama Google. Hal ini bisa dicapai dengan memakai strategi SEO, yang hasilnya membuat website ‘dikenal’ oleh Google secara mudah dan kemudian ditampilkan di halaman pertama saat orang-orang mengetik kata kunci produk atau jasa tertentu di mesin pencarian.

Conversion Rate Optimization (CRO)

Sebagian besar dari strategi yang sudah disebutkan di atas bertujuan untuk mengarahkan traffic ke website. Jika orang banyak sudah mengunjungi website, lalu harus apa? CRO adalah istilah yang mencakup semua yang Anda lakukan dengan pemasaran dan situs web Anda yang mempengaruhi konversi.

Social Media Marketing

Siapa sih yang sekarang nggak punya social media? Itu sebabnya, banyak banget yang bisa ditelusuri dan pastinya dimanfaatkan dari social media. Salah satunya dengan menarik audiens di sana, mengenalkan brand yang kamu miliki, dan membangun reputasi yang berpotensi makin besar kalau content yang ada di sana menjadi viral.

Email Marketing  

Menurut survei yang dilakukan Demand Metric dan Data & Marketing Association (DMA), email marketing memiliki ROI (Return of Investment) sebesar 122%! Ini artinya lebih tinggi empat kali daripada channel marketing lainnya, seperti paid search, direct mail, dan social media. Untuk memulainya, coba kumpulkan data pelanggan dari database yang sudah ada, pengikut di social media, dan buat semacam newsletter sederhana yang bisa mendatangkan traffic ke website, sambil tentunya membangun engagement dan menjaga brand supaya tetap berada di top of mind konsumen.

Influencer Marketing

Tren influencer marketing ini bergulir sangat cepat. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Schlesinger Associates mengungkapkan bahwa 84% dari brand meluncurkan setidaknya satu campaign yang melibatkan influencer dalam kurun waktu setahun dan 81% diantaranya mengatakan campaign yang mereka lakukan berhasil. Influencer marketing kini jadi alat yang sangat efektif bagi perusahaan yang ingin mengembangkan brand mereka melalui promosi content yang dilakukan oleh para influencer langsung ke audiens mereka. Itu sebabnya, memilih influencer yang tepat untuk mempromosikan brand bisa jadi tantangan tersendiri.

Image source by: www.pexels.com