Insight

5 Tanda Tidak Perlu Membangun Sebuah Startup

Kamu mau membangun startup?

Batalin aja deh kalo kamu melihat tanda-tanda di bawah ini di diri kamu:

  1. Ingin karir yang panjang di perusahaan

Siapa yang gak mau karir yang panjang di sebuah perusahaan? Kalo punya karir yang panjang, sudah pasti mertua seneng, deh. Selain karena stabil, jelas, dan bisa diprediksi, bisa juga dibangga-banggain sama keluarga besar. Prestigenya itu lho, bisa bikin mertua klepek-klepek. Tapi trade offnya yaitu dependency, atau ketergantungan. Kehidupan finansial kamu tergantung oleh perusahaan dimana kamu bekerja. Kalau kamu membuat startup, kamu lebih punya financial freedom, tetapi sebelum dapat uangpun harus jatuh-bangun.

  1. Ingin cepat membahagiakan orang tua (yang nyuruh dapet pekerjaan stabil)

Ngga bisa dipungkiri kalo orang tua zaman sekarang kebanyakan pengen anaknya segera diterima di perusahaan besar, mendapat gaji yang tinggi, cepat mandiri, cepat dapat jodoh, dan cepat berkeluarga. Pokoknya orang tua ingin anaknya segera stabil hidupnya. Nah, membuat startup itu mempunyai banyak resiko, yaitu waktu, tenaga, dan harta. Membuat startup itu high risk, high return.

Startup yang Bukan Sekedar Instrumen Finansial

  1. Ingin kehidupan yang stabil

Definisi stabil yang diambil di sini adalah kamu kira-kira bisa memprediksi apa yang akan kamu dapatkan sebulan ke depan (entah gaji kek, workload kek, dll). Semua cenderung lebih bisa diprediksi dan resikonya kecil. Membuat startup memang tidak memberimu security dalam hal ini, makanya banyak orang yang membuat startup itu yang suka tantangan.

  1. Ingin mendapat uang banyak dengan cepat

Kalau ingin mendapat uang banyak secara cepat, mending jangan membuat startup. Membuat startup itu banyak jatuh-bangun, itupun punya proses yang panjang sebelum mendapat konsumen: membuat tim, menyamakan visi dan misi, memahami masalah, pivot-pivot, validasi pasar untuk mencapai market fit dan product fit, dan lain-lain.

Renungkan Ini Sebelum Terjun ke Dunia Startup

  1. Cuma pengen ikut tren

Wah, kalau cuma pengen ikutan tren, mending jadi artis instagram atau jadi youtubYer aja deh, selain lebih gampang, pekerjaan-pekerjaan itu lebih sedikit resikonya. Banyak orang membuat startup cuma ingin ikut tren (walau mereka sendiri tidak sadar). Tanda-tandanya cuma pengen ikut tren adalah mereka dari awal sudah membayangkan solusi dan make sure journey mereka membuat startup dipublikasikan. Sebenernya kalau pengen bikin startup dan kebetulan emang lagi tren ya no problem sih, cuma harusnya keren-kerenan bukan motivasi pertama karena startupnya akan tidak sustain atau tidak akan bertahan lama.