Insight

3 Aturan Berkolaborasi

Siapa bilang kreativitas cuman bisa muncul kalo kita mikirnya sendirian? Coba melek, tengok kalo di luar sana banyak banget proyek kreatif yang lahir dari sebuah kolaborasi. Iya, kolaborasi.

Dari zaman kapan tahun Ziliun udah banyak ngomongin soal kolaborasi, gimana milih partner yang beda skill tapi punya visi sama sampe nunjukin output nyata dari kolaborasi lewat Project Katalis. Kamu yang masih ragu buat mulai kolaborasi, mending ke laut aja deh. *tendang satu-satu*

Image credit: blog.mindjet.com
Image credit: blog.mindjet.com

Dengan berkolaborasi kita belajar buat menghargai ide atau gagasan yang orang lain punya. Kalo nggak suka, ya bilang nggak suka. Kalo punya ide yang lebih oke, ya tinggal nyebutin idenya apa, lalu dibahas bareng-bareng. Dengan begini secara nggak langsung kita juga belajar buat bertukar pikiran dengan orang lain kan?

Collaborative creativity, menjadi salah satu bentuk kreativitas yang lain dari kreativitas lain. Kenapa? Karena di dalamnya orang berkumpul untuk menyatukan ide-ide brilian untuk kemudian dieksekusi bersama menghasilkan proyek kreatif. Dan ketika orang-orang yang terlibat di dalamnya punya komitmen penuh untuk berkolaborasi, hanya sedikit kemungkinan mereka akan gagal.

Baca juga: Kalau Semua Orang Bikin Open Project, Dunia Bakal Jadi Lebih Baik

Terus gimana caranya kita bisa mulai berkolaborasi dengan orang lain dalam satu proyek kreatif?

Buang ego

Punya partner dan berkolaborasi itu nggak gampang, karena semua hal nggak bisa kamu putusin sendiri. Kecuali kamu itu seorang bos (yang ambisius), kamu bisa berlaku seenak jidat ke bawahan (kalo mau). Tapi, kalo kamu mau kolaborasi dan partneran sama orang, coba buang jauh-jauh ego yang kamu punya. Orang lain nggak akan mau jalan bareng sama kamu, kalo kamu bertingkah seenak jidat, perlu dicatet ya, mereka itu cuman partner kolaborasi, bukan bawahan kamu. So, everyone has to leave his or her ego at the door before collaboration happens.

Bikin aturan

Habis kamu masuk dalam ‘ruang’ sama dengan para kolaborator, jangan lupa buat bikin aturan berkolaborasi. Selain buat menjaga komitmen, bikin sebuah peraturan itu juga untuk menjaga biar nggak ada partner yang semena-mena. Nggak usah dibikin ribet sih, simpel aja kayak nggak boleh telat ketika meeting atau jangan sampe kelewat deadline. Ide-ide bagus bakal muncul kalo suasana kerja itu bagus juga, sehat.

Baca juga: Kolaborasi Atau Mati

Banyak ngobrol dan diskusi

Terakhir sih, jangan lupa buat saling berdiskusi. Berkumpul dalam satu meja dan ngobrol (meskipun ngobrol nggak jelas) itu penting juga lho! Ide-ide bisa muncul dari obrolan yang –kadang–bisa dibilang nggak penting. Lewat ngobrol juga sesama partner bakal lebih deket, seenggaknya bisa mencairkan suasana kaku dalam lingkar kolaborasi. Ya nggak sih?

Kolaborasi itu memang bakal berdampak bagus, tapi memungkinkan semua output-nya nggak bakal sama persis kayak yang diharepin. Tergantung masing-masing pelakunya, niat atau enggak? Atau malah setengah-setengah? Kamu, termasuk yang mana?

Baca juga: 3 Keuntungan Menghindari Kolaborasi

Image header credit: http://blog.mindjet.com/