Featured

Developer, Saatnya Berkontribusi Ciptakan Aplikasi Berdampak

“Eh, lo developer kan?”

“Iya, emang kenapa?”

“Gue ada tawaran nih, kerjaan bikin Android Apps gitu. Nyari orang susah banget nih, nggak ada yang bisa.. Pusing gue!”

“Duh, bro! Gue kalo yang ini juga nggak bisa, nggak berani gue. Kemampuan gue kan lo tau sendiri, setengah-setengah. Lo cari orang lain aja ya? Atau gue belajar dulu? Gimana?”

“… … …”

Baca juga: Kong Andri: Di Indonesia, Toys Designer Minim Apresiasi

Tau nggak sih kamu kalo ponsel yang beredar di Indonesia saat ini jumlahnya lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia sendiri? Jumlah pengguna smartphone aja tahun ini melonjak hingga angka 52,2 juta pengguna; cukup banyak ya! Lalu sistem operasi mobile: Android yang memiliki kekuatan lebih dari 80% dari perkembangan smartphone dunia juga masih unggul di Indonesia.

Saya sih yakin, nggak berapa lama lagi angka pengguna smartphone di Indonesia bakal naik. Secara nggak langsung ‘target pasar’ mobile apps bakal semakin gede pula! Lalu, permintaan akan kebutuhan mobile apps developer bakal tinggi. Nah!

Dari sini sebenernya Indonesia punya peluang buat menghasilkan karya-karya teknologi yang bermanfaat. Sayangnya hingga saat ini, statistik jumlah mobile apps developer di Indonesia ini masih kecil, di luar sana bahkan masih banyak orang nyari mobile apps developer yang mumpuni. Iya, SDM kita tuh masih minim banget. Kalo nggak mau belajar dari materi-materi yang pake Bahasa Inggris mah, susah! Bakal ketinggalan banget. Makanya kita perlu sebuah gebrakan untuk mendorong orang berkarya di jalur ini.

Baca juga: Hack for Impact: Ngoding untuk Kebaikan, Bukan Cuma Seru-seruan

Nah, kesempatan banget ini. Google Developer Group mau membantu talenta lokal bikin training, kelas belajar bikin Android Apps gitu, namanya Indonesia Android Academy (IAA). IAA yang pertama kalinya diadakan di Indonesia ini berkonsep kelas workshop pemrograman Android yang bertujuan mendorong lebih banyak anak muda untuk menciptakan Android Apps yang berdampak positif dan berguna untuk mayarakat.

AkOoLnmCBHcEq1N7vCDIGyvr44Ijr9iRRDeX2xpEimMC

“Duh gue kan nggak bisa pemrograman sama sekali, gue bukan anak IT. Kalo ikutan bakal nyusahin mentornya nggak ya?”

Eits, siapa bilang yang boleh ikut IAA cuman anak IT doang! Program ini terbuka untuk umum kok, untuk kamu para anak muda yang memang antusias buat belajar pemrograman Android, nggak harus jadi anak IT dulu buat bisa join. Di Jogja aja nih, anak kedokteran juga ada yang ikutan lhoh. Katanya, doi mau bikin forum sharing antar pasien gitu. Nah, salah satu tempat belajar ya di IAA ini. Bahkan di Surabaya ada juga anak DKV yang ikutan gabung di IAA ini. Nggak perlu minder untuk bisa berkarya kan? :3

Baca juga: #ziliun17: Apps Indonesia Terpopuler

Oh ya, IAA digelar serentak di 5 kota besar di Indonesia, diantaranya Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, dan Surabaya. Peserta nanti akan mengikuti Online Course dari Google di Udacity dan juga workshop yang diadain tiap week end. Semua course ini dikasih free kok buat kamu, cuman modal beli bensin sama sama bangun pagi nggak susah kan?

Di sini kamu bisa belajar dan diskusi bareng mentor-mentor yang udah expert, beberapa diantaranya adalah Google Developer for Android. Udah gitu dapet sertifikat pula buat yang bisa nyelesein coursenya. Kurang apa coba?

Karena course ini cuman punya limited seat begitu juga dengan swags-nya yang terbatas, yakin nggak mau gabung? Yakin masih mau masuk ke dalam golongan yang merugi? Kesempatan ini nggak bakal dateng dua kali lho! Coba pikir lagi.

Header image credit: blog.telus.com