Featured

Coworking Space, Ruang Inklusif untuk Berkolaborasi

Jaman sekarang, kerja nggak musti di kantor. Mau freelancer, mau para penggiat startup (pemula), asal ada koneksi internet, mau di rumah, mau di cafe, kerjaan bisa beres! Enak sih, bisa efektif kerja di rumah dan gak harus macet-macetan. Tapi kadang suka kebablasan karena ngerasa terlalu bebas. Bisa garap kerjaan sambil ngopi di cafe, eh kok lama-lama jadi boros. Lebih mahal beli kopinya daripada dapet honornya kalo terlalu sering melipir kerja di cafe.

Tapi sekarang para freelancer dan penggiat startup bisa makin nyaman dengen pekerjaannya. Di kota-kota besar udah banyak bermunculan coworking space atau ruang kerja bersama. Dimana coworking space ini menjadi solusi yang tepat untuk kamu yang bekerja, tapi belum punya kantor.

Baca juga : Trivia: Coworking Space Pertama di Indonesia

Salah satu penggiat coworking space yang menjadi pembicara pada #TheBackstage, 14 Agustus 2016 di Jakarta Convention Centre adalah Faye Alund, co-founder dari Kumpul Coworking Space. Faye yang punya pengalaman banyak di organisasi internasional serta aktif dalam gerakan sosial ini merupakan pencetus pembentukan Perkumpulan Coworking Indonesia, ia punya visi memajukan coworking untuk meningkatkan kewirausahaan Indonesia.

Menurut Faye, negara itu bisa maju karena punya banyak entrepreneur. Kalo entrepreneur ini tidak diwadahi dalam suatu komunitas, maka akan lebih sulit untuk bisa bergerak memajukan perekonomian. Sehingga Kumpul.co yang terletak di Sanur, Bali ini bisa menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin menjadi entrepreneur.

Yang menjadi soal biasanya adalah para freelancer yang bekerja di rumah atau cafe akan terisolasi dari profesional lain yang ada di sekitar mereka, sehingga cenderung untuk menjadi individualis. Maka, open space dalam bentuk coworking space akan lebih memudahkan effort para freelancer untuk bekerja sama.

Baca juga : Craving For More Coworking Space!

Seperti halnya Faye Alund, dari ibukota sendiri terdapat beberapa coworking space yang sudah beroperasi, salah satunya adalah Ke:Kini, kepanjangan dari Ke Cikini. Menurut Felencia Hutabarat, Managing Director dari Ke:Kini, saat ini banyak masyarakat yang membutuhkan tempat yang bisa menghubungkan banyak orang. Biasanya kita terbiasa hidup dengan orang-orang di sekitar kita, tapi jarang menyadari bahwa ternyata banyak orang yang bisa kita ajak kerjasama. Bagi Felencia, Ke:Kini diharapkan bisa menjadi tempat yang bukan sekedar memiliki internet kencang, kopi gratis, dan fasilitas lainnya, namun harapannya bisa menjadi tempat yang menciptakan suasana hidup layaknya komunitas.

Ke:kini menjadi ruang kerja publik tanpa adanya batasan kubikel dan jam kerja yang gak kaku. Membangun sebuah coworking space, bukan hanya make money aja. Dari keberhasilan memetakan jaringan dan pertemanan, nilai asetnya bahkan lebih besar dari aset nominal itu sendiri. Bukan terpatok pada aset fisik dari materi aja. Melalui Ke:kini, mulai dari hal digital, program kemanusiaan, hingga isu sosial bisa saling bergabung satu sama lain. Istilahnya, coworking adalah tempat untuk bertemu para expert di bidang lain yang bisa membantu permasalahan yang kita hadapi.

Baca juga : Masa Depan Bekerja Dengan Coworking Space

Pun sama dengan Sanur dan Cikini, di Depok, Jawa Barat, semangat menciptakan kolaborasi melalui adanya coworking space diinisiasi oleh Tommy Herdiansyah, co-founder dari Code Margonda. Ide awal membangun Code Margonda karena permasalahan sulitnya komunitas cari tempat untuk meet up. Selain itu, Tommy sering menemukan orang yang sama hampir setiap hari di cafe tempat dulunya ia bekerja. Depok merupakan kota yang memiliki banyak penggiat startup, plus terdapat beberapa universitas. Jadi, Code Margonda emang pas banget buat dijadiin tempat kumpul. Hingga saat ini, Code Margonda menjadi satu-satunya tempat berkumpulnya komunitas di daerah Depok. Bahkan Code Margonda memecahkan rekor community space berkat terselenggaranya lebih dari 1330 komunitas di coworking space tersebut.

Konsep coworking space yang cenderung open space, menumbuhkan iklim berkumpul dan bekerja sama sehingga tercipta kolaborasi. Melihat orang-orang berada di satu tempat, saling bercengkerama dan bertukar ide, memang sanggup menumbuhkan spirit sosial tersendiri. Bukan hanya sebagai ruang untuk bekerja, bertemu, dan berkarya saja, kehadiran coworking space melahirkan sebuah esensi yang mendalam bagi para penggerak bisnis kreatif. Bukan hanya ruang yang dapat diakses oleh orang tertentu aja, tapi lebih bersifat inklusif, dan memberikan ide-ide segar nan inspiratif.

Baca juga : Start Surabaya Dibuka, Forward Factory Resmi Jadi Coworking Space Terbaru Surabaya