Story

Ali Usman dan Aplikasi DuwetKU, Berawal dari Keborosan Diri Sendiri

 

Nyari uang itu butuh pengorbanan. Sayangnya, banyak yang nggak sayang dengan uang yang dimiliki. Ada uang di tangan, bawaannya gatel aja mau beli ini beli itu. Ya, karena belum bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Meet Ali Usman. Gara-gara dicap boros, Ali Usman sampai dijadikan topik skripsi oleh temannya. Dalam skripsi tersebut, sang teman mencari metode yang tepat agar Usman bisa lebih jago mengelola keuangannya. Akhirnya, terpilihlah metode pengaturan budgeting ala Elizabeth Warren yang menyarankan untuk membagi pengeluaran berdasarkan perbandingan 50:30:20; 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan sisanya 20% untuk ditabung.

Berangkat dari skripsi temannya tersebut, Usman yang berasal dari Malang kemudian menantang dirinya membuat sebuah aplikasi yang dapat mengontrol keuangannya. Tak sembarang membuat aplikasi, Usman menjadikan konsep Elizabeth Warren sebagai landasan. Aplikasi yang awalnya dibuat untuk menyelesaikan masalah pribadinya itu pun kemudian diberi nama DuwetKu.

Baca juga: The Rise of Fintech: Saat Layanan Keuangan Jadi Lebih Efisien

DuwetKU di Ibex Hackathon

Ali Usman
Ali Usman, pemenang kedua Ibex Hackathon

Usman mengaku karyanya ini awalnya hanya proyek asal-asalan. Hingga akhirnya, Usman pun merasa tertantang ketika temannya mendorongnya untuk mengikuti kompetisi Hackathon, yang diselenggarakan selama gelaran Indonesia Banking Expo (IBEX) 2015. Keberadaan mentor dalam hackathon sama sekali tidak disia-siakan oleh Usman. Dalam proses pembuatannya pun, Usman cepat belajar atas setiap saran yang direkomendasikan oleh mentor. Hal ini yang mengantar Usman menjadi pemenang kedua dari kompetisi Hackathon tersebut.

Saat presentasi ide di awal misalnya, mentor memberi masukan agar ada alarm notifikasi yang berbunyi bila belum memasukkan data pengeluaran dalam waktu tertentu. Gak hanya itu, aplikasi ini akan memberi peringatan bila pengeluaran telah melebihi aturan yang ditetapkan. Misalnya, alarm peringatan akan berbunyi bila saat pengguna memasukkan data di bagian keinginan, jumlahnya sudah melebihi batas. Aplikasi akan memberi tulisan peringatan yang menunjukkan bahwa pengeluaran tersebut tidak disarankan.

DuwetKU bisa keluar sebagai salah satu pemenang, karena bank banyak merasakan manfaat dari adanya aplikasi ini. Misalnya, DuwetKU mengedukasi para pengguna untuk menabung 20% dari pendapatannya. Selain itu, aplikasi ini juga bisa memberikan informasi terkait seberapa besar kredit yang bisa diambil. Cinta tanah air, DuwetKU juga akan memberikan alarm notifikasi pembayaran pajak setiap bulan bagi yang telah memiliki NPWP.

Semakin terbukti kan, kalau berkarya itu sering bisa dimulai dari masalah yang dihadapi diri sendiri. Try to find your own problem, and find a way to solve it.

Baca juga: Peluang Buat Kamu: Dunia Perbankan Harus Digitalisasi

Header image credit: raweva.com