Story

Zu: Menciptakan Wonderland dengan Coruscate Unique

#Ziliun30 adalah rangkaian 30 profil tech entrepreneur yang berusia di bawah 30 tahun, yang berpikir dan bermimpi besar, melihat masalah sebagai peluang, menjunjung tinggi kolaborasi, memahami kegagalan sebagai bagian dari proses, serta membuat terobosan strategi marketing dalam bisnis. #Ziliun30 merupakan kerjasama Ziliun.com dengan the-marketeers.com selama September 2014.

Modal Coruscate Unique sebelumnya adalah nol rupiah ketika memulai bisnis fashion online shop pada tahun 2009. Fokus mereka lebih kepada desain pada era victorian atau princess. Desain produk yang unik dan tidak biasa dari Coruscate Unique ini mengingatkan kita pada gaun-gaun di masa kita kecil atau di film Alice in Wonderland yang jarang ditemui di toko-toko pada umumnya.

“Awalnya kami menjual via Facebook, kemudian kami merasa kurang puas jika produk kami hanya dijual di Indonesia, alasannya Coruscate dijual dengan harga yang standar padahal butuh kerja keras dalam membuat gaun kami yang inspirasinya dari princess era Marie Antoinette, cukup rumit pengerjaannya, “ ungkap Zu.

Baca juga: Idealisme, Kemewahan Terakhir yang Hanya Dimiliki Pemuda?

Zu dan Adit (dok.pri)

Kemudian sejak 2011, Coruscate mulai melakukan pemasaran dengan website jual beli Etsy yang menjual 3 macam barang-barang khusus yaitu handmade, vintage, dan craft supplies. Gaun-gaun Coruscate Unique juga dipasarkan ke Internasional yaitu ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Perancis, Australia, Jepang, Jerman, Canada, Belgia, Arab Saudi dan lain-lain. Mostly, konsumen luar negeri sangat menyukai barang-barang handmade yang dibuat spesial untuk pelanggan dan berbeda dari produk pasaran.

Selain itu, Coruscate juga pernah mengikuti beberapa fashion show sebagai marketing offline, salah satunya di Kota Kasablanka Jakarta, Paragon City Semarang, Pluit Village Jakarta bersama japanesestation.com, yang terakhir bekerjasama dengan suararemaja.com untuk Intimate Ramadhan, Indonesia International SME di Bali September 2013 untuk negara-negara APEC.

Baca juga: Jangan Terlalu Gampang Kagum

Go internasional menjadi visi utama mereka. Dibalik visi tersebut, Zu ingin mengenalkan produk buatan Indonesia ke dunia nasional & internasional dan membantu pengrajin lokal memasarkan produknya. Agar masyarakat Semarang tahu bahwa kota ini mempunyai potensi produk usaha kreatif dan unik. Namun, bukan bisnis namanya kalau tidak memiliki jatuh bangun yang legit, bagi Coruscate Unique permintaan pelanggan adalah yang utama.

“Pelanggan internasional dan nasional itu berbeda jauh, pelanggan internasional lebih menghargai kita dalam segi desain yang memang rumit dan memiliki kualitas bahan berkualitas, mereka pun berani membayar mahal untuk produk yang diinginkan. Sedangkan untuk pelanggan dalam negeri, tak jarang kurang menghargai  dalam segi harga yang sepantasnya”, kata Zu.

Baca juga: Don’t burn the bridge!

Dalam berbisnis, foto produk merupakan hal yang paling penting di online. Untuk itu, Coruscate Unique sering berkolaborasi dengan fashion photographer Semarang. “Kami sedang berkolaborasi dengan Sidji Batik yang lebih dulu menembus pasar ekspor, kami belajar banyak hal dari Sidji Batik bagaimana cara menghidupi batik dan pekerjanya. Sekarang ini sedang mencari partner yang bisa membuat vlog / video blog untuk YouTube kami,” imbuh Zu.

Untuk saat ini, Coruscate Unique telah memiliki rumah sendiri bagi penjualan via online mereka. Klik saja langsung ke  www.coruscateunique.com, website tersebut memilih konsep yang ingin mengembalikan kenangan masa kecil kita dengan desain baju ala Coruscate Unique.

Baca juga: Pemimpin itu Harus Kepo

Image header credit: coruscateuniquelife.blogspot.com