Insight

Whatever You Think, Think The Opposite

The world is what YOU think of it, so think of it DIFFERENTLY and your life will change.” – Paul Arden

Pernah gak sih ngerasa terjebak di masalah yang itu lagi, itu lagi? Atau dituntut buat berpikir kreatif tapi lagi mentok-mentoknya? Sepertinya semua orang pernah ngalamin fase hidup itu, apalagi bagi seorang Creative Director dari agensi advertising ternama dunia Saatchi and Saatchi, Paul Arden.

Lewat celotehan ringan yang beda dalam bukunya “Whatever You Think, Think The Opposite”, Arden mengajak kita untuk keluar dari kotak mainstream, beda. Beda itu bukan sesuatu yang salah. Toh, itu semua adalah yang kita pilih, karena hidup adalah pilihan.

Baca juga: Menjadi Lebih Bermakna

Image credit: disruptd.co

It’s Right To Be Wrong

Sering kita bertanya, dari mana kita bisa jadi beda? Paul menjawabnya dalam kisah olahraga lompat tinggi. Tempo doeloe, atlet lompat tinggi biasanya beraksi dengan badan menghadap ke arah palang, kemudian muncul atlet edan yang melakukan lompatan dengan gaya membelakangi palang saat melompat. Hasilnya? Rekor pecah dan teknik itu akhirnya dikenal dengan Fosbury Flop.

Berani Ambil Keputusan

Semua orang pasti pernah nyesel sama keputusan yang keliru. Namanya penyesalan itu pasti di belakang. “But it’s better to regret what you have done than what you haven’t,” ujar Paul menyinggung mindset kegagalan yang sering mengepung pikiran kita setiap kali memulai sesuatu. Tapi salah juga kalo kita terus bermain aman, kapan out of the box-nya?

Baca juga: Menghargai Sejarah Indonesia Melalui Novel Grafis

Paul kemudian kembali menjawab dalam ceritanya tentang seorang profesor yang lagi mandi di sungai dan tiba-tiba seorang mahasiswinya lewat. Apa yang dilakuin profesor itu? Ia malah menutupi mukanya pake daun bukan auratnya. Langkah yang berani dan benar. Mahasiswi itu emang tau kalau ada yang sedang bugil di sungai, tapi dia tidak tahu siapa itu siapa. Run with what you’ve got and fix it as you go.

Ide buruk yang terwujud lebih baik daripada ide bagus tapi ngga dijalankan

Ide yang baik menurut Paul adalah ide yang bisa jadi nyata. Bisa aja sukses atau gagal. Ide yang cuman disimpen di laci ga akan ada gunanya dan malah memboroskan ruang. Ide itu harus diterapkan sebelum diakui sebagai ide bagus, yang penting itu kemauan to make it real. Ide itu sebenernya ga selalu original tapi lebih banyak dari transformasi idea yang udah ada sebelumnya. That’s his key!

Baca juga: Lendabook, Berbagi Buku Untuk Indonesia

If you always make the right decision, the safe decision, the one most people make, you will be the same as everyone else. Bukannya cara terbaik buat meng-conquer sesuatu dan menjadi hebat adalah dengan mencoba berbagai sisi pemikiran yang berbeda?

Header image credit: spaark.files.wordpress.com