Opinion

Your Success is (not) Up to You

“If opportunity doesn’t knock, build a door.” – Milton Berle

Semua juga tahu resep dari keberhasilan itu adalah kerja keras dan determinasi untuk terus maju dan belajar. Tapi, ada juga istilah kalau “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Seakan-akan, kalau dari sananya miskin, harus terima nasib gak akan pernah bisa jadi sekaya yang dari sononya udah kaya.

Ya ada sih, orang-orang luar biasa yang mulai dari nol dan kemudian karena kerja keras dan determinasi bisa naik ke puncak. Tapi, berapa banyak sih yang kayak gitu, kalau proporsinya dibandingkan para elit yang dari kecil udah punya semua privilege?

Kalau dipikir-pikir lagi, berarti bukan karena kerja keras dong ya, tapi juga karena nasib. Berarti sukses atau berhasil gaknya seseorang bukan gara-gara dia sendiri, tapi ada “x-factor” lainnya. Kalau kayak gini, mulai deh pasti banyak yang ngeluh, “Dunia gak adil, man”.

Baca juga: Tentang Menemukan Alasan dan Bikin Perubahan

Tapi coba kita lihat lebih dalam. Orang kaya itu bisa lebih berhasil sebenarnya bukan karena uang. Uang itu cuma alat. Kebetulan, alatnya itu ampuh banget buat bukain pintu orang ke berbagai kesempatan. Berarti, sebenarnya “x-factor” itu adalah opportunity dong, bukan nasib atau uang?

Image credit: icspartners.files.wordpress.com

Coba ambil contoh Oprah Winfrey, si “Ratu Media”. Kalau ngelihat nasib dia waktu kecil, ini orang gak ada beruntung-beruntungnya. Lahir di keluarga miskin, kulit hitam pula, malahan pernah diperkosa di usia 9 tahun. Tapi, waktu duduk di bangku SMA, Oprah dapat kesempatan kerja di sebuah radio dan sejak saat itu dia gak pernah berhenti maju menggunakan talentanya sebagai penyiar.

Masalahnya, kalau kita lihat di masyarakat sekarang, ironis banget! Anak muda yang kaya-raya hidupnya cuma hambur-hamburin duit orangtua, karena mikir kesempatan bakal datang sendiri dari kenalan-kenalan orangtua yang kebanyakan orang top. Anak muda yang biasa aja dari segi ekonomi, banyak yang kerja keras sih, tapi kerja kerasnya masih diiringi skeptisme bahwa “nasib” tetap adalah faktor determinan paling besar di hidup.

Baca juga: Pemimpin Itu Harus Kepo

Memang, kita gak boleh naif dengan mikir kalau sukses purely datang dari kerja keras, karena ada invisible hand bernama nasib yang bermain di situ. Tapi, nasib bisa diubah kalau kita mengambil banyak opportunity yang baik. Nah, caranya create opportunity ya dengan banyak berkarya!

Show off your skill, supaya orang tahu kita mampu mengerjakan sesuatu. Ceritain mimpi lo ke banyak orang, bukan buat nyombong, tapi biar kalau ada kesempatan emas, orang tahu kalau dia bisa kasih itu ke lo. Berteman sama orang-orang yang progresif, biar kerjanya tiap hari gak nongkrong doang.

Berhasil gaknya lo dalam hidup, bukan semata-mata karena usaha lo, tapi ada x-factor yang gak ada rumusnya. Tapi at least, kita bisa berusaha, dengan “menyebar undangan” supaya pintu-pintu itu terbuka.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Harus Jadi “King”, Bukan “Jack of All Trades”

Header image credit: successfulstartup101.com