Opinion

Jangan Hidup Untuk Membahagiakan Orangtua

Purpose: the reason for which something is done or created or for which something exists

Sering banget kalau orang ditanya cita-cita atau tujuan hidupnya apa, jawabannya “membahagiakan orangtua”.

Salah gak ingin membahagiakan orang tua? Ya gak salah. Hampir semua orang ingin berbakti sama orangtua dan bikin orangtua bangga. Tapi sebenarnya, pantes gak sih kalau tiap ditanya tentang tujuan hidup, itu jawaban yang selalu keluar?

Logikanya, orangtua sayang sama anaknya, dan pasti akan bangga kalau anaknya berprestasi, berguna buat bangsa dan negara, terus menjalani kehidupan yang baik. Berarti, apapun yang lo lakukan, selama itu bermanfaat, bakal bikin orangtua bahagia, dong?

Baca juga: Mimpi Anak Pemulung

Image credit: unitedpurpose.com

Itulah mengapa di sini kita mencoba mengajak semua untuk meredefinisikan tujuan hidup lo. Masa sih lo udah hidup belasan atau puluhan tahun, tapi tujuan hidup masih aja membahagiakan orangtua, which is sangat gak konkret.

Membahagiakan orangtua adalah implikasi dari apa yang lo lakukan. Kalau tujuan hidup lo memajukan pendidikan Indonesia, atau misalnya mengurangi kesenjangan sosial, otomatis orangtua pasti bahagia. Tujuan hidup membahagiakan orangtua itu sama gak jelas dan gak konkretnya dengan tujuan hidup jadi orang kaya, atau keliling dunia.

Hidup itu harus punya tujuan atau purpose yang memberikan manfaat bagi orang banyak dan sesuai sama apa kelebihan atau kekuatan lo. Jadi kaya raya, bikin orangtua bahagia, dan bisa jalan-jalan keliling dunia itu cuma implikasi atau output dari apa yang sebenarnya lo perjuangkan.

Baca juga: Diam Belum Tentu Emas, Ayo Speak Up Your Ideas!

Misalnya, Sheryl Sandberg, penulis buku Lean In, pernah bilang kalau tujuan hidupnya mengubah dunia. Awalnya, dia pikir untuk mengubah dunia dia harus masuk ke pemerintahan atau NGO. Lama-kelamaan, setelah membangun karir di perusahaan teknologi hingga menjadi COO Facebook, dia sadar bahwa mengubah dunia pun bisa melalui perusahaan teknologi. Dan dari konsistensinya mencapai purpose, implikasinya adalah karir dan reputasi yang melejit. See? Tujuan hidupnya bukan “punya karir yang bagus” atau “terkenal” tapi dia bisa mencapai kedua hal itu.

Tokoh lain, Nelson Mandela, punya purpose menghapuskan apartheid atau rasisme terhadap orang-orang kulit hitam. Pada akhirnya, saat menjadi Presiden Afrika Selatan, dia berhasil menghapuskan apartheid, dan menjadi salah satu tokoh revolusioner dunia. Tujuan hidupnya bukan “dapat penghargaan Nobel”, tapi akhirnya dia berhasil mencapai itu.

Kalau cuma ingin membahagiakan orangtua atau punya banyak uang, pernah mikir gak sih kalau tujuan lo terlalu self-centric? Cuma mikirin diri sendiri atau keluarga lo. Padahal, kita semua dilahirkan ke dunia ini dengan suatu purpose yang besar. Tiap manusia itu ada untuk memenuhi tujuan yang lebih besar daripada cuma hidup mapan dan bahagia.

Baca juga: Beda Belum Tentu Lebih Baik, Kenapa Harus Anti Mainstream?

Sebelum masuk ke tahun baru 2015, mari sama-sama kita definisikan ulang tujuan hidup kita. We were born for something bigger. Tanya ke diri lo, apa yang lo bisa lakukan untuk bikin dunia jadi lebih baik. Kalau udah menemukan tujuan hidup yang sebenarnya, uang dan kebahagiaan bisa datang dengan sendirinya. Ya, gak?

Header image credit: gratisography.com