Opinion

Di Mana Ada Usaha, Di Situ Ada Jalan?

Salah satu nilai yang sekarang saya percayai adalah ‘focus on your strength’. Tapi kenyataannya begitu banyak orang yang saya temui, percaya dengan ‘focus on improving their weakness’.

Misalnya, dulu pas sekolah, orang tua kita begitu fokus pada mata pelajaran di rapor kita yang mendapatkan nilai merah. Tapi kalau pelajaran yang nilainya 9, ya itu emang udah seharusnya begitu.

Di mana ada usaha, di situ BELUM TENTU ada jalan.

Kenapa saya percaya dengan ‘focus on your strength’?

Pas SMA, saya ini cita-citanya jadi VJ MTV. Karna sadar modal tampang pas-pasan, saya terpikir menjadi vokalis band aja.

Tapi buat kalian yang pernah bertemu muka dengan saya, atau pernah denger saya nyanyi, pasti kalian akan setuju bahwa saya gak akan bisa jadi VJ MTV maupun vokalis band apapun, sekeras apapun usaha saya! Apalagi cuman bermodalkan passion.

Maka dari itu, lakukan yang kamu bisa, bukan yang kamu suka. Bayangkan seorang Bambang Pamungkas dipaksa belajar matematika terus-menerus dan dilarang bermain bola. Bayangkan Ariel (Noah) hanya boleh menghafal semua rumus Fisika dan sedikit Biologi, tanpa boleh ikutan latihan vokal. Gak akan ada pemain bola hebat di timnas, ataupun band bernama Peterpan dan Noah di Indonesia.

Focus on your strength

Lakukan apa yang kamu bisa. Kembangkan dan asah kemampuan itu sehingga menjadi skill. Sebuah skill yang begitu mumpuni hingga bisa jadi value buat diri kamu sendiri. Johnny Andrean itu begitu mahir memotong dan menata rambut karena dia bekerja keras serta fokus di kemampuan satu itu, bukan dengan mencoba menjadi juara kelas dengan nilai cemerlang di semua mata pelajaran.

Jadi kalau kamu adalah seorang programmer, carilah satu partner yang teliti menangani pembukuan, satu partner yang bisa menghasilkan desain yang indah, dan satu partner yang lincah berjualan serta senang bertemu orang setiap hari.

Bukan dengan mencoba mengerjakan semua sendiri, atau memaksakan orang untuk mengerjakan sesuatu yang mereka sebetulnya gak bisa atau gak punya skill di situ. Baru kemudian bangunlah sebuah startup yang bermanfaat untuk orang banyak 🙂

Header image credit: gratisography