Opinion

Dengerin Orang Atau Bodo Amat?

“I am glad that I paid so little attention to good advice; had I abided by it I might have been saved from some of my most valuable mistakes.” ― Edna St. Vincent Millay

Gara-gara ada yang namanya Internet, informasi sekarang terlalu banyak lalu lalang di depan mata kita. Istilahnya mau curhat atau punya masalah, tinggal ketik di Google pasti ada orang yang pernah punya masalah sama. Berbagai situs berlomba-lomba kasih tips ini itu. Curhatan orang-orang di Kaskus atau Thought Catalog, misalnya, juga bisa jadi sumber saran-saran.

Too much information. Kita pun kadang bingung. Baiknya gue langsung resign dan mulai usaha, atau pelan-pelan usaha sambil tetap kerja? Ada yang bilang langsung resign aja, supaya total. Ada yang bilang perhitungkan risiko kalo gagal. Nanya temen-temen sama keluarga, beda-beda juga semua opininya. Pusing!

Baca juga: Craving For More Coworking Space

Image credit: peytonbolin.com

Ini nih penyakit generasi sekarang. Belum apa-apa langsung search di Google. Belum apa-apa nanya sana-sini, baca buku ini dan itu. Padahal, untuk mengambil keputusan, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan diri sendiri.

Coba kenali diri sendiri, kelebihan dan kekurangan kita apa. Kalau cuma baca tips-tips di Internet dan minta saran orang, mereka pasti punya pendapat dari pengalaman dan pengamatan mereka sendiri. Semua solusi itu tepat atau gak tergantung konteksnya. Yang tahu konteks masalah kita kan, cuma kita sendiri.

Baca juga: Diam Belum Tentu Emas, Ayo Speak Up Your Ideas

Kalau udah cukup “mendengarkan” diri sendiri, apa yang benar-benar kita mau, dan gimana keuntungan dan risiko yang dihadapi diri sendiri kalau pilih keputusan A atau keputusan B, baru deh boleh tanya sana-sini untuk cari second opinion. Nanya juga jangan sembarangan. Kalau ke keluarga dan teman-teman, pilih yang emang kita kenal baik banget dan kita tahu selalu tulus ngebantu.

Di dunia ini, ada yang namanya Pareto Principle atau The 80-20 Rule. Jadi, sebenarnya, 80% saran terbaik itu datangnya dari 20% orang yang ada di sekitar kita. Makanya harus pinter pilih-pilih. Ada lo orang-orang yang kalau ngasih saran cuma mau ngejatuhin. Ada…

Baca juga: You’re Never Too Busy To Do These In A Meeting

Sekali lagi, di era informasi, seringnya the only usefull skill you need adalah kemampuan memilah dan memilih. Jadi, mau dengerin orang atau bodo amat? Coba dengerin dulu diri sendiri.

Header image credit: mypersonaleverest.com