Opinion

How to Maximize Your Waiting Time

Time is indeed, money, if only you do something when you’re waiting.

Telat atau ngaret memang udah jadi budaya di Indonesia. Janjian jam 2 bisa berarti berangkat dari rumah ya jam 2. Kalo ada yang telat setengah jam, sejam, bahkan dua jam ya normal-normal aja. Semuanya masih bisa toleransi, mau (terpaksa) nungguin.

Budaya tepat waktu memang belum terasa di negara kita. Padahal, kita semua tahu kalau jadi orang on time itu banyak keuntungannya. Misalnya, menurut satu artikel dari artofmanliness.com, tepat waktu bisa nunjukin kalau kita punya integritas, bisa diandalkan, disiplin, dan punya respek ke orang lain.

Tapi, namanya orang Indonesia, mau dijejalin berbagai macam manfaat dari on time ke otaknya juga gak bakal didengerin.

Baca juga: Kementerian Muda Omong Doang

Nunggu emang bikin bete. Image credit: greatinspire.com

“Ya, gimana? Masa gue mau on time saat orang lain telat? Masa gue harus datang awalan dan jadi lama nunggu?”

Nah, ini sebenarnya mindset yang salah, bahwa nunggu itu ngebosenin. Padahal, waktu kosong saat menunggu bisa aja jadi waktu paling produktif dari 24 jam yang kita punya, asalkan tahu gimana cara manfaatinnya.

Pertama, waktu yang dipakai buat menunggu bisa lo manfaatin buat jotting down ideas yang selama ini udah nyangkut di pikiran lo. Itulah mengapa kita selalu disarankan bawa kertas dan pulpen kemana-mana. Sekarang juga udah ada smartphone atau tab, kita bisa nulis ide dimana-mana. Misalnya, selama ini lo ngelihat suatu peluang bisnis atau ide proyek yang oke. Write it down! Kalau udah lo tulis, ide itu gak akan kemana-mana.

Baca juga: Muda dan Belagu? Boleh!

Kedua, pakai waktu menunggu buat evaluasi diri. Apa yang lo sebenarnya inginkan, dan udah seberapa jauh lo melangkah. Kadang karena kita terlalu banyak dijejali informasi dan terlalu banyak dengarin kata orang, kita jadi kehilangan arah. Ini waktunya buat mikir sendirian, bebas distraction, sebelum orang yang janjian sama lo datang.

Ketiga, lo bisa manfaatin waktu kosong itu buat susun ulang to-do list. Yang udah selesai dicoret (puas banget pasti rasanya mencoret satu daftar), kalau ada yang baru ditambahin, terus dikasih skala prioritas. Kadang kita terlalu aktif, pulang-pulang udah capek, gak sempat meng-organize pikiran kita sendiri.

Baca juga: Crowdsourcing, Solusi Masa Depan Dunia Pendidikan

Keempat, bales-balesin semua Whatsapp, SMS, email, Line! Kalo lagi sibuk-sibuknya, biasa suka lupa bales pesan orang dan jadi dianggurin berhari-hari. Gak bagus buat relationship lo sama orang-orang! Coba balas satu-satu pesan yang penting, sekalian juga hapus-hapusin pesan di inbox yang udah kepenuhan. Jangan cuma buka Twitter, Instagram, dan Path!

Kita sering dengar istilah kalau Time is Money, Waktu adalah Uang. Kalau gak punya waktu, gak bisa menghasilkan uang. Makanya, kalau nunggu harus tetap produktif, ya!

Header image credit: gratisography.com