Insight

Kunci Membangun Komunitas dari Founder Fotografer.net

Kristupa Saragih mengibaratkan membuat komunitas itu seperti menyalakan dan mempertahankan api. Perlu ada orang-orang yang bersedia menjaga api itu. Penjaga api disini bukan cuma Kristupa sebagai founder FN, melainkan pentolan-pentolan Fotografer.net yang tersebar di berbagai provinsi.

Berkumpul dan bersosialisasi emang udah sifatnya manusia. Ngga salah banyak orang yang senang berkomunitas. Hal ini makin digampangkan dengan adanya internet dan social media, di mana semua orang dengan mudah bikin akun komunitas untuk ngumpulin orang yang sehobi. Aktivitasnya mulai ngobrol di dunia maya, kopdar, baksos, jalan-jalan, sampe jual beli barang.

Tapi kita juga tahu ada komunitas yang happening sesaat, abis itu mati. Hore-hore pas awal doang soalnya. Lama-kelamaan ditinggal anggotanya karena visinya ngga jelas, atau dipakai cuma untuk menguntungkan satu dua pihak aja.

Lalu, emangnya gimana cara membangun komunitas yang langgeng, dan saling menguntungkan satu sama lain?

Tim Ziliun beberapa waktu lalu sempat ketemuan sama Bapak Kristupa Saragih, salah seorang founder Fotografer.net (FN). Website komunitas fotografer ini sukses berat, terbukti dari keberhasilannya menghimpun lebih dari setengah juta fotografer se-Indonesia. Di saat komunitas lain cuma bisa gerak beberapa bulan, paling lama 1-2 tahun, FN sudah jalan 11 tahun lho!

Pas ditanya apa resepnya bikin komunitas digital yang awet, Kristupa bilang, “I share my life with them. I try to understand them.”

Kristupa Saragih (image: indonesiakreatif.net)

Menurut Kristupa, dengan memahami dan berbagi, maka timbul rasa saling menghormati antara masing-masing anggota. Rasa hormat itu yang kemudian tumbuh jadi kehangatan dan kebersamaan.

“Tiap daerah saya punya sahabat. Datang ke daerah mana pun ada yang menyambut,” katanya lagi.

Menjaga api tetap menyala

Kristupa mengibaratkan membuat komunitas itu seperti menyalakan dan mempertahankan api. Perlu ada orang-orang yang bersedia menjaga api itu. Penjaga api disini bukan cuma Kristupa sebagai founder FN, melainkan pentolan-pentolan FN yang tersebar di berbagai provinsi.

“Kuncinya, jangan datang ke orang kalau cuma pas butuh saja. Harus terus bersosialisasi, karena lo nggak akan bisa sendiri,” cetusnya.

Visi dan misi yang sama ini makin mempererat komunitas fotografer dalam payung Fotografer.net. Tiap anggota di daerah masing-masing konsisten untuk terus membuat kiprah FN terdengar gaungnya. FN juga ngga mempermasalahkan kalau ada komunitas kecil pecahan-pecahan FN di daerah. Asal semuanya saling berkolaborasi dan mendukung, semua pihak bisa saling berjalan dan bermanfaat satu sama lain.

Membawa kebanggaan dan kebahagiaan

Visi FN sebagai sebuah komunitas adalah ingin membawa kebanggaan sebagai orang Indonesia. Gimana supaya orang yang lihat foto Indonesia bisa bergetar hatinya. Oleh karena itu, FN sering mengadakan hunting foto ke berbagai daerah perbatasan di Indonesia. Tujuannya untuk mengklaim ke dunia kalau pulau-pulau terdepan nusantara juga punya Indonesia. Supaya orang nggak asal klaim wilayah NKRI gitu lho!

Pas ulang tahun ke-10 kemarin, FN merayakan hari jadi mereka di kantor Kementerian Daerah Tertinggal. Ternyata Menteri Daerah Tertinggal juga member FN lho! Pak Menteri ini percaya kalo fotografi bisa memperkenalkan daerah tertinggal di Indonesia, sekaligus mengangkat pariwisata di daerah tersebut.

Karena menurut Kristupa, dengan hanya ngeliat foto, orang bisa tertarik datang ke suatu tempat.

“Foto itu dampaknya panjang, Bisa bikin orang tertarik untuk datang ke suatu tempat, just by looking at a picture. Bisa bikin pariwisata berjalan, bisnis berkembang hanya karena sebuah foto,” kata Kristupa.

Image: exposure-magz.com

Ngga cuma pengen membawa kebanggan buat Indonesia, FN juga memiliki misi supaya para fotografer bisa hidup layak dari fotografi. Meskipun begitu, menurut Kristupa, “Fotografer jangan mikirin uang aja. Tapi harus punya impact yang baik ke orang lain.”

Sebagai orang Indonesia yang ingin membawa negerinya menjadi lebih baik, pria berkacamata ini bilang, “Jalur yang saya pilih untuk berkontribusi ke negara ini adalah melalui fotografi. Kalo jalur lain, silakan orang lain yang mikirin.”

Singkatnya, resep membangun komunitas yang langgeng adalah, have a big purpose and stay humble. Setuju?

Header image credit: picjumbo.com