Story

Belajar Dari Cerita Hewlett Packard

Siapa tak kenal Hewlett Packard atau yang biasa kita kenal dengan nama HP? Perusahaan yang memproduksi beragam perangkat elektronik mulai dari laptop, printer, hingga smartphone ini memiliki cerita yang menarik untuk kita ambil hikmah darinya.

Pada tahun 1990, perusahaan ini semula bernilai 9 milyar USD, namun berkat inovasi dan penemuan-penemuannya HP berhasil menjadi salah satu perusahaan besar dunia. Tahun 1991, HP merilis printer warna pertama di dunia. Tahun 1993, mereka menciptakan omniBook, super portable laptop pertama dunia. Pada tahun berikutnya, mereka merilis Officejet, perangkat all in one untuk printer/fax/copier, lagi-lagi untuk yang pertama kalinya di dunia.

Penciptaan produk-produk revolusioner ini membuat HP di tahun 2000 menjadi perusahaan bernilai 135 milyar USD!

Namun, hal ini terhenti setelah tahun 2000-an. HP tidak lagi pernah terdengar menjadi pencipta-pencipta teknologi revolusioner dunia. Pada tahun 2005, nilai perusahaan HP jatuh di angka 70 milyar USD, hampir setengahnya dari nilai perusahaan mereka lima tahun yang lalu.

Baca juga: Moonshot Thinking, Menyasar 10 Kali Lipat Kesuksesan Bukan 10 Kali Peningkatan

HP! (image: entertainmentweb.it)

Alih-alih menjadi inventor, pimpinan-pimpinan HP saat itu malah memilih untuk menjadi pengawas atas kinerja dan target perusahaannya. Mereka berpikir kemampuan mereka saat itu tidak memungkinkan untuk menciptakan teknologi masa depan.

Mereka akhirnya menempatkan prioritas pada bagaimana mengawasi jalannya perusahaan agar semua orang mengikuti semua peraturan. Apakah semuanya sesuai dengan bagian keuangan, dan sebagainya. Mereka menjadi night watchman’s role.

Hingga tahun 2012, akhirnya HP hanya bernilai 23 milyar USD. Nilai ini tidak berbeda jauh dengan nilai di tahun 1990 jika kita memperhitungkan inflasi nilai mata uang.

Baca juga: Mengapa Uber adalah Game Changer

Penting bagi sebuah perusahaan, terutama startup, untuk senantiasa mengejar inovasi. Bukan hanya untuk bisa survive dalam persaingan, tapi untuk bisa menciptakan pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaannya. Orang yang senantiasa mengejar sesuatu yang baru akan lebih bergairah, terfokuskan energinya, dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Dibandingkan dengan orang yang hanya mengikuti aturan dan rutinitas.

Saya mendengar orang-orang yang bekerja di Apple, Google, dan Facebook selalu didorong untuk menciptakan hal baru dan mendobrak status quo setiap harinya. Facebook misalnya, selalu merilis versi terbaru di hari selasa setiap pekannya dengan rata rata 12.000 modifikasi setiap bulannya. Jadi sangat wajar mereka menjadi perusahaan yang selalu berevolusi dan sangat adaptif.

Itulah salah satu esensi dari entrepreneur, tidak pernah puas dengan kondisi saat ini. Ia senantiasa mencari solusi baru untuk bisa memperbaiki kondisi yang ada. Mari eksplorasi diri, startup, dan lingkungan kita untuk senantiasa menciptakan hal-hal baru. Hal yang bisa mengubah kondisi menjadi lebih baik ke depannya dengan solusi-solusi yang kita ciptakan dan tawarkan. Karena itulah fungsi dan peran dari seorang entrepreneur, menjadi agen perubahan agar dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Baca juga: Strategi Korporat yang Mesti Dicuri: Cara Pertamina Dorong Inovasi

Header image credit: picjumbo.com