Opinion

Sistem Pendidikan Indonesia yang Menyesatkan

Saya selalu percaya bahwa pendidikan adalah dasar pembentuk pola pikir. Dengan pendidikan yang tepat, akan tercipta manusia dengan pola pikir yang tepat. Pertanyaannya adalah, pola pikir apa yang tepat? Pertanyaan lebih lanjut, pendidikan seperti apa yang tepat supaya bisa menghasilkan pola pikir yang tepat?

Memang saya bukan Profesor atau Guru Besar yang mengerti benar tentang apa yang tepat untuk dunia pendidikan di negeri ini. Tapi setidaknya saya mengerti benar apa yang jelas salah dan menyesatkan di pendidikan kita, terutama di Sekolah Dasar. Menurut saya setidaknya ada tiga hal:

Baca juga: Renungan di Hari Pendidikan Nasional: Siapkah Kita Berubah?

1. Mendikte

Inilah penghancur nomor satu Republik Indonesia. Dari kecil kita diajarkan untuk menuliskan apa yang didiktekan kepada kita. Semakin tepat apa yang kita tulis sesuai diktekan, semakin tinggi nilai kita. Kalau begitu, di sebelah mana anak Indonesia mau berpikir kreatif? Di bagian mana kita didorong untuk memiliki inisiatif?

Gambar pemandangan ala anak-anak SD (image: hairulef.wordpress.com)

2. Menggambar

Pernahkah kamu diperbolehkan menggambar sebuah gunung dengan warna ungu? Lebih gilanya lagi, gunung yang diajarkan harus selalu berjumlah dua dengan matahari di tengahnya. Kenapa tidak boleh tiga gunung tanpa matahari? Atau menggambar matahari dan sawah tanpa gunung? Kenapa sejak kecil pun imajinasi kita sudah dibatasi?

Baca juga: Masa Depan Online Video di Tangan ABG?

3. Mengarang

Ini mungkin salah satu pelajaran yang paling tidak disukai. Yang namanya mengarang ini sebenarnya bukan mengarang. Mengapa? Karena selalu aja ada banyak peraturan dan koridor-koridor yang harus diikuti. Gaya mengarangnya pun harus yang sesuai gaya dari guru yang menilainya. Kalau ngga, siap-siap dapat nilai jelek.

Saya percaya kreativitas adalah salah satu kunci utama untuk berkarya. Menciptakan karya itu membutuhkan pola pikir yang terbuka dan liar, bukan yang terkungkung dan mengikuti arus. Masyarakat kita begitu bersemangat dalam mengutuk seseorang yang dianggap tidak mirip dengan gaya mereka. Mental melawan dianggap merusak dan harus ditekan.

Baca juga: Technology Trendsetter in The Heart of The Valley

Saya bukan Profesor maupun Guru Besar. Saya bukan ahli maupun pakar. Saya cuma seseorang yang punya opini, suka mempertanyakan banyak hal, dan selalu ingin mengajak manusia lain berpikir lebih dalam. Apa yang salah dengan sistem pendidikan dasar kita sehingga masyarakatnya selalu pasrah sama keadaan hidup, sepahit apapun itu. Ngga heran bangsa ini selalu di bawah.

Sekolah Dasar harusnya mengajarkan dasar-dasar untuk masa depan anak muda Indonesia. Tapi jangan-jangan Sekolah Dasar memang awal dari sebuah konspirasi besar untuk menjadikan Indonesia selamanya bodoh, selamanya miskin.

Baca juga: Pakarnya Koar-koar Ekosistem Startup Teknologi

Header image credit: picjumbo.com