Story

Undhagi, Brand Houseware dan Furnitur yang Mengedukasi Pengrajin Lokal

Kalau inget produk houseware atau furnitur dari pengrajin kayu lokal, kita cenderung langsung membayangkan model zaman dahulu yang sama sekali ga sesuai dengan selera modern. Dani, Odie, dan Francis asal Semarang ingin memperkenalkan desain modern dengan bahan lokal, lewat produk mereka, Undhagi.

“Bahan dasar produk kita ini berasal dari kayu jati. Produk kita lebih ke houseware dan furniture. Semuanya hand made, bahkan alat makan yang kita produksi itu berstandar foodgrade, sehingga aman dipakai,” ujar Odie.

Dani juga menambahkan, “Jati itu simbol Indonesia, selain itu, karakternya lebih kuat. Perawatannya mudah, lalu orang luar negeri pun tahu kayu jati. Kita mau promote desain modern dengan bahan lokal, yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga fungsional, serta membuat barang menjadi lebih organized.”

 

12279036_1074639655903116_106028726644931194_n
Undhagi di Basha Market. Image credit: Facebook / Undhagi
Produk Undhagi. Image credit: Facebook / Undhagi
Produk Undhagi. Image credit: Facebook / Undhagi

Kerap kali ketika memilih produk, kita memilih antara yang lebih fungsional atau lebih mengedepankan estetika. Menurut Dani, keduanya merupakan unsur yang penting.

“Estetika dan fungsionalitas itu sama-sama penting. Ini yang membuat barang kita berbeda dengan yang lainnya. Contoh, sebuah laci biasa. Memang sih, bisa menyimpan barang, sesuai dengan fungsinya. Tetapi di situ tidak ada keindahan.”

Lalu, bagaimana pandangan mereka terhadap pengrajin lokal yang kebanyakan masih menggarap desain yang kuno dan itu-itu saja?

“Kita bekerja sama dengan pengrajin lokal. Para pengrajin lokal itu jago-jago lho sebenarnya. Sayangnya, mereka kurang mengikuti tren. Memang agak susah, tetapi untuk maju, harus mau mengubah dasar cara berpikir, membuat, dan memproses yang baru. Lalu, tidak semuanya aware, padahal tren desain furniture dan houseware kan sudah berubah,” jelas Dani.

“Sekarang, orang kalau masalah furniture berkiblat ke Skandinavia. Contohnya seperti IKEA, kenapa bisa booming begitu? Kok produk Indonesia engga? Kita pun seharusnya bisa. Nah, makanya kita mau promote kerajinan dan jati diri Indonesia lewat kayu jati yang merupakan bahan lokal.”

Ga selamanya apapun yang berembel-embel luar negeri itu selalu bagus. Ternyata produk lokal pun ga kalah oke. Dengan pengarahan dan pelatihan yang tepat, produsen lokal kita pasti dapat bersaing dengan produk luar.

Header image credit: Facebook / Undhagi