Story

Tyas Nastiti: Sematkan Budaya Asli Indonesia pada Klastik Footwear

#Ziliun30 adalah rangkaian 30 profil tech entrepreneur yang berusia di bawah 30 tahun, yang berpikir dan bermimpi besar, melihat masalah sebagai peluang, menjunjung tinggi kolaborasi, memahami kegagalan sebagai bagian dari proses, serta membuat terobosan strategi marketing dalam bisnis. #Ziliun30 merupakan kerjasama Ziliun.com dengan the-marketeers.com selama September 2014.

Industri batik selalu menghembuskan nafasnya di segala macam inovasi produk. Mulai dari produk rumah tangga hingga produk fashion banyak menggunakan batik sebagai bahan dasar, tidak terkecuali untuk produk sepatu. Bisnis sepatu batik kini semakin ramai dijajaki banyak pengusaha. Klastik Footwear salah satunya, digawangi oleh mahasiswa muda DKV ITS Surabaya yakni Tyas Ajeng Nastiti. “Produk kami memang sepatu batik wanita, yang terbaru tahun 2013 lalu ada sepatu batik pria. Model yang Klastik Footwear angkat adalah model terbaru yang ada di mode fashion dan kemudian dipadupadankan dengan kain batik” ungkap Tyas.

Baca juga: Cuma Sekolah Aja Nggak Jamin Masa Depan

Klastik Footwear hadir karena saat itu Tyas yang masih duluk di bangku kuliah dan menjadi mahasiswa DKV ITS angkatan 2008 mengikuti program kreativitas mahasiswa (PKM). Dari program tersebut, dirinya mendapatkan danah hibah yang kemudian menjadi modal usaha. Dengan modal awal 7,6 juta, Tyas mulai berinovasi dengan berbagai model sepatu wanita yaitu flat shoes, wedges, high heels, dan platform. Untuk sepatu laki-laki, Klastik memberikan model boots high, dan model chukka boots bermotif batik.

Baca juga: Cari Partner dengan Skill Berbeda, Tapi Punya Visi yang Sama

Tyas Ajeng Nastiti (dok.pri)

“Pembeli rata-rata berada pasa range usia 15-35 tahun untuk wanita, kalau sepatu laki-laki usia range 20 ke atas. Keunikan kami terletak pada motif batik yang selalu beragam, kami menggunakan tenun dan batik Solo, kemudian sol sepatu Klastik Footwear yang dibentuk senyaman mungkin dengan ditempelkannya rubber pada bagian bawah. Membuat sepatu lebih nyaman digunakan baik untuk flat shoes maupun high heels,” imbuh Tyas.

Kini, sejak berdirinya Klastik Footwear pada tahun 2011, Tyas telah mengantongi 75 hingga 100 desain sepatu dengan penjualan 300 sampai 450 pasang setiap bulannya.“Saat ini kami menjual secara online dan dititipkan kepada beberapa distro di Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan Jakarta” lanjut Tyas. Range harga sepatu yang dibanderol untuk sepatu wanita adalah Rp 145.000 s/d Rp 375.000, untuk sepatu pria dipatok harga Rp 500.000.

Baca juga: Inspiration from The Valley: Amanda Surya

Menurut Tyas dan kawan-kawannya, dalam memulai sebuah bisnis hendaknya kita berprinsip Serve What People Needs. Memenuhi kebutuhan masyarakat dahulu, kemudian meng-combine dengan passion terhadap sesuatu. “Saya suka belanja, apalagi sepatu. Melihat animo anak muda saat ini terhadap pembelian sepatu sangat tinggi namun tidak diimbangi dengan sense of belonging mereka terhadap batik, maka dari dasar inilah aku dan kawan-kawan membuat Klastik,” imbuh Tyas.

Baca juga: Bikin Sesuatu yang Bermanfaat Buat Orang Lain, Bukan yang Ngeselin

Image header credit: pictjumbo.com