Story

Tatarupa, Mengubah Positioning UKM dengan Desain

Pernah ga lo tau produk makanan atau kerajinan lokal yang oke ataupun enak, tetapi kemasan ataupun branding-nya kurang oke, dalam artian ga keliatan “gaul” di pandangan anak muda? Mungkin lo mikir, coba deh, dari hal sesimpel nama produknya, atau logonya aja, diubah dikit, biar lebih enak dilihat dan lebih menjual.

Nah, ternyata ada program yang bertujuan untuk membuat produk-produk UKM kecil di Surabaya agar lebih menjual dari segi design dan marketing.

Tatarupa adalah program kolaborasi antara Kreavi dan Pahlawan Ekonomi. Pahlawan Ekonomi adalah suatu movement yang menampung UKM-UKM kecil, sedangkan Kreavi merupakan wadah para pelaku kreatif yang menyediakan designer untuk membantu mendesain logo atau pun branding produk-produk UKM-UKM tersebut.

“Jadi kita mengumpulkan UKM-UKM di Surabaya, yang dipilih berdasarkan kualitas produk, inovasinya, ataupun mungkin produknya biasa-biasa saja, tetapi punya keinginan besar untuk belajar, serta mau diajak berpikir out of the box, “ ujar Timy, Project Manager Tatarupa.

IMG_9950

IMG_9897 copy

“Program ini dipelopori oleh Bu Risma, bukan sebagai pejabat pemerintahan, tetapi sebagai warga Surabaya, yang melihat banyak yang mau struggle tapi banyak yang ga ngerti caranya, terutama dalam perihal branding serta product positioning. UKM-UKM ini diberi pelatihan, workshop selama 3 hari tentang branding dan packaging. Ada produk yang diganti total, ada yang dibuat 2 macam, misalkan satu yang mahal dan satu yang murah,” jelas Timy.

Setelah selesai workshop, walaupun UKM-UKM tersebut dilepas agar mandiri, mereka tetap diberi mentoring.

“Setelah selesai workshop, tetap ada mentoring, dilakukan secara online ataupun offline. Karena gue base-nya di Jakarta, gue ngelakuinnya secara online. Hehehe,” ujar Timy.

Contohnya adalah Bakso Hitam oleh Mas Sigit. Awalnya sudah ada produknya, yaitu Bakso Chokjudes, bakso dengan isi varian coklat, keju, ataupun sambal pedas.

“Rasa saja kurang cukup, harus punya ciri khas. Jadi Bakso Hitam ini terinspirasi dari makanan yang serba hitam dari hasil browsing saya. Setelah banyak eksperimen, akhirnya saya memutuskan untuk memberi warna hitam ke baksonya dengan menggunakan arang. Tidak hanya perubahan warna, arang pun memiliki khasiat kesehatan,” kata Mas Sigit.

Ternyata hanya dengan hal simpel, yaitu mengubah nama produk, logo, dan pengemasan, dapat meningkatkan penjualan. Tidak hanya itu, produk juga harus memiliki ciri khas agar menjadi unik dan dikenal oleh orang.

“Semoga semakin banyak UKM yang bakal lebih aware dengan desain bagus, terutama pada kelas menengah ke bawah. Desain ini penting untuk mengubah product positioning, agar penjualannya naik,” tutup Timy.

Header image credit: sutisnamulyana.com