Insight

Startup 101: Bisa Enggak Sih Startup Baru Dapat Modal dari Venture Capital?

Bagi yang baru merintis startup, mungkin modal yang digunakan masih milik sendiri alias mengandalkan strategi bootstrapping. Tapi ketika startup yang kita rintis sudah mulai berkembang, maka kita membutuhkan pendanaan dari luar.  

Tapi pertanyaan yang kerap muncul di kepala, “Emangnya ada investor yang tertarik sama startup baru?”

Jawabannya udah tentu: ada. Tapi, yang pasti namanya juga investor, dia pasti punya pertimbangan sendiri soal startup apa yang layak untuk disuntikan dana. Ini dia hasil wawancara Ziliun dengan Associate Venturra Discovery, Karissa Adelaide Salim.

Pertama yang perlu dipahami, apa sih venture capital? Sederhana, merupakan sebuah lembaga atau instansi yang memberikan suntikan modal kepada usaha rintisan yang potensial dan sedang berkembang. Uang yang mereka miliki berasal dari investor juga yang kerap disebut Limited Partner (LP).

Baca juga: Startup 101: Siapa Saja Para Investor Startup?

Ternyata, pertimbangan venture capital untuk berinvestasi bukan cuma soal perkembangan startupnya. Setidaknya ada tiga hal yang mereka perhatikan. Pertama, sektor industrinya seperti edutech, fintech, atau SaaS. Kedua, pertimbangan geografis, misalnya Asia Tenggara, Amerika, atau Eropa. Ketiga, funding stage alias tahapan pendanaan. Poin ketiga ini yang menurut Ziliun bisa menjawab pertanyaan yang ada di judul artikel ini.  

Sebenernya ada lima funding stage dalam venture financing. Tapi kali ini kita fokus aja ke tahap pre seed dan seed, yakni startup-startup yang “baru banget”.

Pre-Seed itu very early stage! Bahkan biasanya ini baru ada di tahap ide doang. Investasinya biasanya digunakan untuk membuat prototype atau merekrut karyawan pertama. Investornya biasanya berasal dari teman, keluarga, angel investor, akselerator, maupun inkubator startup. Biasanya pendanaan yang diberikan masih rendah, sekitar USD100,000 sampai USD 300,000.

Sedangkan tahap seed, startup ini biasanya sudah mulai membangun aktivitas bisnisnya. Tahap ini biasanya udah mulai bereksperimen dengan produknya dan perlahan memperbesar timnya. Investornya bisa dari venture capital, angel investor, akselerator maupun inkubator startup. Pendanaan yang diberikan sekitar USD 200,000 hingga USD 2 million.

Baca juga: Memahami Sudut Pandang Investor dalam Membangun Bisnis Bersama Paul Ahlstrom

Nah, jadi udah terjawab kan. Tapi startup kayak apa sih yang bikin sebuah venture capital tertarik untuk investasi? Menurut Karissa, Venturra Discovery sendiri yang merupakan venture capital yang berfokus pada early stage of startup tertarik until mengeksploitasi ide apa pun di berbagai industri. Venturra Discovery berinvestasi dalam teknologi yang dihadapi konsumen, teknologi kesehatan, teknologi SDM, dan teknologi properti.

Karissa mengatakan, Venturra Discovery berinvestasi di perusahaan yang beroperasi di industri besar yang sangat membutuhkan reformasi. Investasi yang diberikan pada startup seed biasanya sekitar USD 200,000 hingga USD 500,000. 

Namun, ada berbagai hal yang harus kita bangun terlebih dulu sebelum mengejar investor. Menurut Karissa, untuk seed investment, biasanya startup tersebut sudah memiliki produk dan telah mengujinya di antara penguji alfa / beta, tetapi belum dikomersilkan. Tantangan umum yang biasa dihadapi juga soal mencari kecocokan pasar produk dan bagaimana hal itu dapat dilakukan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Baca juga: Cara Agar Kamu Bisa Meluncurkan Produk Teknologi Tanpa Gelar Insinyur

Hal lainnya yang menjadi tantangan adalah soal skalabilitas pada sisi permintaan dan penawaran. Karissa mengatakan, venture capital akan melihat bagaimana perusahaan pemula memasarkan diri mereka sendiri ke pasar sasaran mereka untuk menghasilkan permintaan, dan juga jika ada banyak permintaan dari pasar. “Juga soal bagaimana perusahaan baru akan memenuhi permintaan dengan cepat dari sisi penawaran,” ujar Karissa.

Ok, syarat di atas emang rasanya cukup berat ya. Tapi di antara itu semua ada yang enggak kalah penting, yaitu tim yang solid. Karissa berpendapat bahwa perekrutan kini semakin menantang. “A great team-fit is very important!” tuturnya. Jadi hal ini juga harus jadi perhatian serius bagi para founder startup yang lagi mencari suntikan modal. 

Selamat dan semangat menembus investor ya!

Baca juga: Pentingnya Kekuatan Tim dalam Kesuksesan Startup