Story

Semakin Khas Indonesia, Komik Semakin Bisa Go International

Selama ini kita selalu mengonsumsi komik luar, sekarang, saatnya kita balik kondisi itu. It’s time for Indonesian comics to go international.

Yaelah komik Indonesia mah level katak banget kalee, gimana mau nyaingin komik setara DC atau Doraemon gitu? Kayaknya idealismenya Ziliun udah makin gak realistis gitu ya.

Sayangnya buat kalian yang mikir kayak gitu, kali ini Ziliun di-back-up oleh percakapan bareng Digital Catapult, salah satu portal distribusi komik online terkemuka di Jepang. Pas mau interview mereka, saya kira mah ini mereka publisher dari Jepang, lagi mau nyari ilustrator untuk dibawa ke Jepang sana, dan ya seperti biasa, memakai bakat ilustrator Indonesia untuk memproduksi komik Jepang, karena di sana kekurangan ilustrator. Kayak kasus yang biasa lalu lalang gitu deh, industri kreatif di Indonesia ga terlalu dihargain sehingga mereka pada pindah mencari peruntungan di luar.

Image credit: komikoo.com
Image credit: komikoo.com

Ms. Ferrari Pauline dan Mr. TK (Tatsuki HIRAYANAGI) sebagai Global Licensing Management Office dan Member of Board Director dari Digital Catapult ternyata tengah mencari karya komikus Indonesia yang gambar ilustrasinya menyerupai manga Jepang, namun cerita dalam komik tersebut seputar Indonesia, salah satunya seperti Garudayana oleh Is Yuniarto yang ternyata telah dipublikasikan Digital Catapult di comic-catapult.com, sebuah hub sebagai media distribusi online di mana komik dari berbagai negara ditranslasi kedalam bahasa Jepang, sehingga kemudian para warga negara Jepang dapat membacanya dengan leluasa.

Baca juga: Chris Lie, Komikus Lokal dengan Karya Internasional

Alasan utama di balik Comic Catapult by Digital Catapult ini antara lain sebagai media bagi orang Jepang untuk mempelajari budaya dari negara luar dengan lebih mudah, karena banyak orang Jepang yang membaca manga Jepang, dan dengan mencari karya dari luar yang memiliki ciri khas gambar manga akan mempermudah orang Jepang untuk membacanya dikarenakan lebih terbiasa.

Selain mencari komik dari luar, di Asia Tenggara sendiri, Digital Catapult mencari di banyak negara lainnya, seperti di Malaysia dan Singapura, tetapi mereka mencari ke Indonesia terutama karena ingin mencari cerita yang menggambarkan Indonesia sekarang, salah satunya tentang masyarakat muslim. Selama ini pandangan akan kaum muslim dianggap sebagai suatu hal yang berbau terorisme, padahal pada kenyataannya sekarang tidak seperti itu lagi. Digital Catapult yakin, dengan adanya komik a la manga Jepang yang menceritakan budaya muslim yang sesungguhnya, diharapkan bisa merombak pandangan yang sudah ada dan menghentikan diskriminasi ke kaum muslim yang umum terjadi.

Sebagai penutup dari perbincangan dengan Digital Catapult, saya menanyakan seberapa besar sih kemungkinannya bagi kreator komik Indonesia untuk terjun ke industri komik Jepang?

Baca juga: Ngobrol Industri Komik Bareng Sunny Gho, CEO Kosmik dan Co-founder Popcon Asia

Mr. TK menjelaskan bahwa buku komik fisik di Jepang pertumbuhannya menurun 3% hingga 5% setiap tahunnya sejak tahun 90an, sementara, e-book store pertumbuhannya selalu naik. Sekarang saja di Jepang ada sekitar 50an e-book store yang mulai lebih banyak dikonsumsi oleh warga negara Jepang, sehingga kreator komik Indonesia memiliki kesempatan yang besar jika mereka menerbitkan komik melalui jalur digital ini daripada melalui jalur publishing biasa.

Di luar strategi tersebut, komik Indonesia sendiri sudah memiliki teknik gambar yang sangat berkualitas, rekomendasi yang diberikan dari Ms. Ferrari Pauline dan Mr. TK yakni untuk memperkuat di bagian cerita karena cerita yang dibuat para komikus dinilai masih kurang menggugah, padahal banyak budaya tentang Indonesia yang dapat digali dan dijadikan cerita untuk mendukung ilustrasi yang sudah sangat baik itu.

Jadi para komikus lokal, kalian harus bangga kalau ternyata gambar yang kalian buat sudah dinilai sangat baik lho pada kenyataannya, dan yang sebenarnya dicari para publisher sekarang adalah cerita yang original, yang mana hal itu bisa datang dari budaya Indonesia yang sudah mengakar di diri kamu. Being cultured and nationalist actually can bring you to go international now. Opportunity lies in originality and digital industry. Have you got them?

Baca juga: 3 Hal yang Dibutuhkan Industri Komik Indonesia

Header image credit: wacom.com