Opinion

See The Failure as a Training

Kalau ngomongin kegagalan, pasti pahit banget. Bener, nggak? Failure sucks. Kegagalan memang selalu menyebalkan. Tapi pernah nggak sih lihat dari sudut pandang lain soal kegagalan? Meski menyebalkan, kegagalan selalu menjadi hal terbaik yang membuat kita untuk terus belajar dan menjadi sesuatu yang lebih baik di masa depan.

Sebenarnya, apa sih yang membuat kesuksesan begitu sulit sehingga semua yang ingin sukses harus merasakan gagal? Merasakan getirnya jatuh bangun dalam membangun sebuah usaha hingga akhirnya bisa mengibarkan bendera sendiri yang bisa dibanggakan oleh orang banyak?

Kalau lo pernah berpikir demikian, lo harus paham bahwa sejatinya: There will always be trials, challenges, and obstacles–but perseverance always wins in the end. Pertanyaannya adalah, lo sudah pernah trials, fix the challenges dan menghadapi obstacles, belum? Kalau belum, ya jangan berharap sukses langsung, ya! Karena 3 hal itu akan selalu ada dalam perjalanan pencapaian kesuksesan.

Baca juga: Karena #BahagiaItuSederhana

Believe it or not, orang-orang yang lo lihat telah sukses, sudah banyak makan asam garam yang membuat mereka tangguh. Hingga akhirnya, mereka bisa menjadi sesukses seperti apa yang kita lihat saat ini. Kalau lo gagal, coba ingat satu hal:

Every successful person has failed, numerous times.

(Most of them have failed a lot more often than you. That’s why they’re so successful now.)

Bahkan, gue dan elo semua nggak bakalan tahu sebanyak apa rasa sakit yang telah mereka rasakan dalam perjalanan mereka menuju puncak kesuksesan. So, jangan pernah merasa kalau perjalanan lo adalah perjalanan yang paling sulit ya, guys. Karena ketika lo menyerah, artinya lo kalah sebelum berperang.

Ada satu kalimat yang gue kutip, yang menurut gue ini keren:

If you embrace every failure–if you own it, learn from it, and take full responsibility for making sure that next time things will turn out differently–then you’re already successful.

Baca juga: Menjadi Filter Informasi untuk Diri Sendiri

Ini artinya, kita nggak cukup mendapatkan masalah dan kendala. Iya, kita harus bisa bersahabat dengan masalah-masalah yang ada. Masalah dan hambatan itu, biarlah lambat laun menjadi hal yang bisa kita kenang saat kita telah berada di puncak sukses suatu saat nanti.

Mindset is everything. Sebelum berhenti, ingat alasan pertama kali yang membuat lo ingin memulai sebuah karir. Stay focus with it. Jangan mudah tergoda dengan kanan kiri lo yang sedikit banyak mempengaruhi diri lo. Jangan pernah iri dengan seseorang yang telah terlihat sukses. Jadikanlah mereka sebagai poros yang bisa menginspirasi kita semua, guys.

Remember that in time, you’ll be even more successful, because you’ll never stop trying to be better than you are today.

Baca juga: Berhentilah Berandai-andai dalam Hidup!