Insight

Mau Lebih Produktif? Mesti Santai Kayak di Pantai

Membangun usaha sendiri, entah itu bisnis atau startup, pasti membutuhkan banyak hal untuk dilakukan. Saking banyaknya, kamu bisa sampai pada keputusan untuk mempekerjakan orang lain untuk membantu pekerjaanmu, atau bahasa kerennya: anak buah.

Sebagai bos mungkin kamu akan mengamati beberapa hal yang terjadi pada mereka, misalnya kinerja yang tidak sesuai harapan atau tidak optimalnya potensi yang mereka tuangkan pada pekerjaan. Sebelum memberikan stempel ‘PEMALAS’ pada mereka, kamu harus pikirkan dulu, mungkinkah ini terjadi karena kejenuhan bekerja?

Meski idealnya begitu, tetapi terkadang kamu tidak mungkin mendelegasikan suatu pekerjaan kepada seseorang yang ahli atau memiliki passion terhadap pekerjaan itu. Lebih sering, kamu akan dibenturkan dengan situasi di mana yang paling realistis adalah memberikan pekerjaan itu kepada seseorang yang tidak terlalu menyukainya karena sumber daya yang terbatas. Nah, kalau kamu ngga bisa bikin pekerjaannya menyenangkan buat mereka, kamu bisa menyediakan alternatif lain, lho!

CEO Alumnify, A. J. Agrawal, memberikan idenya untuk menanggulangi hal tersebut, yaitu aktivitas rekreasional.

Menurut KBBI V, arti ‘kerja’ salah satunya adalah “sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah”. Dari definisi ini saja sudah tergambar melelahkannya bekerja. Sebaliknya, ‘rekreasi’ berarti “penyegaran kembali badan dan pikiran; sesuatu yang menggembirakan hati dan menyegarkan seperti hiburan, piknik.” Nah, inilah kunci untuk melawan kejenuhan tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana cara merumuskan aktivitas rekreasional tersebut, simak tips dan trik di bawah!

APA HOBIMU?

Cukup masuk akal bahwa sesuatu yang menghibur dan menyenangkan bagi tiap orang berbeda-beda tergantung pada minatnya. Sehingga, memberikan aktivitas nge-gym bagi anak buah yang suka main video game bisa menjadi sia-sia.

Oleh karena itu, ketahuilah dulu apa hobi masing-masing anak buahmu. Kamu bisa membuat kuesioner sederhana sebagai alat bantu survei, atau langsung bercakap-cakap dengan mereka jika memungkinkan.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan mencakup:

  • Apa hobimu?
  • Apa yang biasa kamu lakukan di waktu luang?
  • Apa aktivitas atau hal yang sering kamu dambakan di waktu jenuh?
  • Apa hal yang sering membuatmu bersemangat jika memikirkan atau melakukannya?
  • Favoritmu apa atau siapa? (Penyanyi, olahraga, permainan, film, dll.)

PILIH AKTIVITAS REKREASIONAL YANG SESUAI HOBI

Setelah mendapat data yang cukup dari para pekerjamu, mulai pikirkan aktivitas apa yang sesuai dengan beragam hobi tersebut. Buat daftar aktivitas rekreasional yang bisa dipilih oleh anak buahmu–contohnya, panjat tebing, karaoke, nonton, dan lain-lain.

Tentu saja, aktivitas-aktivitas tersebut harus tersedia dan terjangkau bagimu. Misalnya, anak buah yang mengaku sering mendambakan skydiving tidak perlu diberi fasilitas untuk melakukan hal tersebut. Cukup pahami bahwa ia adalah adrenaline junkie dan berikan sarana yang sesuai, misalnya tiket ke Dufan.

Hal yang terpenting adalah eksplor berbagai aktivitas seru yang mungkin dilakukan sesuai dari jawaban-jawaban yang telah kamu dapatkan.

MULAILAH BERSENANG-SENANG!

Setelah daftar aktivitas selesai dibuat, biarkan anak buahmu mulai menyegarkan pikiran dengan pergi nonton konser atau mengasah keahlian taekwondo seharian.

Berikan mereka satu hari libur untuk refreshing (tentu saja tidak sekaligus dalam satu waktu), dan berikan mereka tiket untuk nonton di bioskop, karaoke, atau nonton bola langsung di stadion.

Aturlah jadwal agar bisnismu tidak terbengkalai, tetapi anak buahmu bisa tetap bersenang-senang.

REKREASI DI TEMPAT KERJA

Alternatif lain dari memberikan satu hari libur adalah membawa aktivitas tersebut ke kantor. Misalnya, kompetisi stand up comedy untuk pekerjamu yang menyukai komedi.

Selain itu, kamu juga bisa menyediakan sarana untuk aktivitas yang bisa dilakukan sambil mengisi waktu istirahat seperti main foosball atau basket.

Saat ini, rekreasi di tempat kerja sedang naik daun sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kinerja di tempat kerja. Beberapa contohnya adalah program fitness, kesehatan mental, dan hiburan.

AJAK BERPARTISIPASI

Beberapa anak buahmu tentu sangat menunggu aktivitas semacam ini. Namun, tentu saja ada beberapa orang yang menganggap aktivitas rekreasional buang-buang waktu dan menjadi penghalang produktivitas.

Bagaimanapun juga, kamu tetap perlu untuk melibatkan seluruh anak buahmu dalam aktivitas rekreasional–dari mulai perencanaan, eksekusi, sampai menjalani aktivitas-aktivitas menyenangkan tersebut. Jangan sampai ada pekerja yang tidak dilibatkan, karena jenis aktivitas seperti ini baik untuk membangun semangat tim.

KEUNTUNGAN

Dengan memerhatikan kesejahteraan anak buahmu dalam bekerja dan memberikan mereka sedikit istirahat, kamu akan mampu meningkatkan kinerja dan mengoptimalkan peran mereka dalam usaha yang kamu jalankan. 

Work hard, play harder menjadi sebuah ungkapan yang tepat karena bersenang-senang mampu menurunkan tingkat stres, meningkatkan optimisme, dan meningkatkan motivasi untuk bekerja, serta mempertahankan konsentrasi dan ketekunan, menurut artikel ini. Dengan bermain, kreativitas seseorang pun akan terpancing. Selain itu, kesehatan fisik pun bisa menjadi lebih baik, di samping terjalinnya kedekatan sesama rekan kerja dan tim di dalam suasana kerja yang lebih bersahabat.

Intinya, dengan aktivitas rekreasional, kesejahteraan anak buahmu akan meningkat. Ini tentunya akan menaikkan produktivitas, dan pada akhirnya membuat agenda-agenda bisnismu terpenuhi dan berjalan lebih lancar!.

 

Referensi: Inc.com