Story

Q&A: Ade Ari Putra Menyatukan Karya Dengan Alam

Dalam membuat suatu karya, kita harus bisa melihat bagaimana impact/kesan dari karya tersebut kepada orang-orang yang melihatnya. Setiap karya mempunyai kesan yang berbeda-beda, tergantung dari kepada siapa pesan tersebut dibuat. Karya yang bisa berkesan untuk semua orang merupakan ciri dari desainer yang berbakat.

Mari berkenalan dengan Ade Ari Putra, laki-laki muda asal Bogor ini adalah seorang desainer berumur 20 tahun yang membuat desain untuk perayaan 15 tahun Sokola Institute, sebuah organisasi yang memberikan pembelajaran untuk anak-anak yang berada di pedalaman. Untuk membuat desain yang bisa berkesan untuk semua orang, Ade mempelajari program Sokola Institute dan melihat film yang menceritakan perjuangan Sokola Institute bisa membantu banyak anak-anak yang berada dalam rimba. Akhirnya Ade juga terinspirasi dari cerita mereka untuk membuat poster yang menggambarkan kehidupan anak-anak di alam rimba Yuk kenalan lebih dekat dengan Ade Ari Putra.

Halo Mas Ade bagaimana kabarnya?

Baik-baik.

Sekarang lagi sibuk apa Mas Ade?

Sekarang sih lagi sibuk Kuliah di jurusan Desain Universitas Unindra. Sekalian sambil ngampus saya juga masih kerja jadi desainer dan jadi admin sosmednya mug_app. Lumayan bisa praktekin ilmu kuliah buat nyari duit hahaha.

Kenapa kuliah di bagian desain mas?

Sekalian ilmu nya bisa dipake. Kuliah di jurusan desain bisa sekalian belajar ilmu desain yang lebih dalam. Kan semua orang di sana juga sama-sama desainer. Saya bisa belajar banyak dengan melihat pola pikir desainer lain dan memperdalam pola pikir saya juga.

Salah satu portfolio dari Ade | sumber: kreavi.com

Sejak kapan mulai seneng ngedesain? Apa ada orang yang selalu Mas Ade jadikan inspirasi?

Dari awal emang suka menggambar sih. Dulu suka gambar still life barang-barang di sekitar rumah. Karena hobinya menggambar, sekalian juga masuk ke sekolah penjurusan multimedia.Di sana pertama kali  ikut lomba branding dari LKS (Lomba Kompetensi Siswa). Lombanya bagaimana membuat konsep branding untuk produk makanan tradisional bernama Laksa. Alhamdulillah bisa menang di tingkat kabupaten. Saya jadi semakin terpacu untuk belajar desain lagi dan akhirnya bisa menjadi desainer.

Apa ada desainer yang Mas Ade jadikan inspirasi?

Mas Bayu dari Pot Branding! Itu salah satu studio desain yang ada di Bandung, karena karyanya selalu mempunyai impact dan udah pameran sampai ke luar negeri. Saya pengen juga bisa membuat karya yang mempunyai impact dan bisa pameran di luar negeri juga hehe.

Bagaimana tanggapan orang tua untuk bidang yang ditekuni?

Orang tua saya mendukung sih. Selama kerjaan yang dilakukan itu positif dan bisa membantu saya berkembang. Awal mereka bisa percaya setelah mereka melihat saya juara lomba branding produk laksa. Itu jadi bukti kalau desainer itu karier yang nyata dan saya mampu berkarir di bidang desain.

Bagaimana proses Mas Ade membuat desain?

Proses saya membuat desain pasti dilihat dulu dari problemnya seperti apa. Saya bakalan melakukan research dan latar belakangnya kenapa mereka butuh desain. Setelah paham bener masalahnya seperti apa, baru deh brainstorming buat desain. Kalau sudah ada desain yang paling cocok, di kembangin terus terus hingga akhirnya jadi final design.

Apa kendala Mas dalam berkarya?

Kendala terbesar tuh kalau mau cari proyek. Karena masih baru jadi kenalan masih kurang. Jadi perlu sering-sering networking supaya bisa kenalan juga dengan calon-calon klien. Yang jadi kendala juga karena kurang pengalaman, masih perlu banyak belajar kalau dapat proyek yang jauh dari kemampuan saya. Saya masih perlu banget bimbingan sama mentor yang lebih berpengalaman, supaya hasil karya saya lebih memuaskan.

Terus kok bisa menggunakan Kreavi buat nyebarin karyanya?

Sejak kelas 2 di SMK multimedia, udah punya akun Kreavi yang di share ke Facebook. Karya yang di upload pertama kali  adalah karya branding tugas sekolah hahahaha. Dulu itu ditanyain melulu ama temen-temen “kreavi itu apa sih”. Ya di jawab aja kalo Kreavi itu platform buat nge share porto folionya desainer ke luar. Sama seperti Behance lah. Dengan kreavi kita bisa bertemu dengan kreator-kreator kreatif lain dan ketemu juga mentor-mentor yang lebih berpengalaman.

Ceritakan dong pengalaman Mas Ade ikut membantu Sokola Institute

Kemarin sempat dapat proyek dari Sokola Institute. Proyeknya membuat desain poster untuk acara 15 tahun berdirinya Sokola Institute. Bersyukur sih dapat proyek itu, karena saya suka dengan ide mereka untuk memberikan pendidikan kepada orang-orang yang tinggal di pedalaman hutan. Cerita dari Sokola Institute itu benar-benar menginspirasi saya karena mereka tetap kuat dan struggle untuk membuat Sokola Institute berhasil dan semua temen-temen dari Sokola Institute yang bener-bener bisa keluar dari zona nyaman mereka untuk mengajar di pedalaman. Saya salut sama mereka.

Poster Event dari Sokola Institute karya Ade | sumber: Sokola Institute

Kan Mas Ade membuat karya untuk Sokola Rimba, dapet inspirasi dari mana karya desainnya Mas?

Saya mengambil inspirasi dari film Sokola Rimba untuk menggambarkan orang rimba dan suasana tinggal di pedalaman hutan. Dengan memvisualisasikan pedalaman hutan dengan visual yang simple dan enak dilihat, orang-orang bisa nangkap dengan cepat suasana hutan seperti apa. Dari proses saya membuat karya Sokola Institute, saya bisa belajar tentang kehidupan di alam rimba dan cara-cara orang bertahan hidup. Poin itu yang saya bawa untuk membuat ilustrasi poster Sokola Institute.

Para pengunjung dalam Event Perayaan 15 tahun Sokola Rimba | dok: Pribadi

Puas tidak dengan karya di Sokola Rimba Mas?

Jujur sih, masih kurang puas dengan hasilnya. Karena waktunya mepet, karyanya juga hasilnya gitu-gitu aja. Kalau ada waktu lebih banyak pengennya sih bisa membuat karya yang lebih “beda” dari sebelumnya.

Butet Manurung membuka acara perayaan 15 tahun Sokola Institute | dok: pribadi

Proyek apa yang paling menarik dikerjakan buat Mas Ade?

Kalau karya yang paling dikerjakan adalah karya dari lomba KCSOR, itu lomba yang pertama kali bertaraf nasional dan bisa masuk ke 30 besar jadi kebanggaan buat saya. Plus ini karya yang saya kerjakan juga sendiri sehingga bener-bener struggle juga dalam mengerjakannya hehehe. Selain itu karya dari No limit juga proyek yang paling menarik buat saya. No Limit itu karya pertama yang punya HAKI. Jadi kerasa banget bahwa saya sudah menjadi desainer yang punya HAKI sendiri. Produknya sampai dipakai hotel-hotel, cafe, bahkan Sushi Tei!

Karya Ade pada Kreavi Challenge Surabaya Ocean Resort | sumber: kreavi.com

 

Mas kan berkarir di bidang desain nih. Masih sempet ngeluangin waktu di hobi kaga mas?

Masihlah! Hobi itu bisa jadi salah satu sumber inspirasi juga buat kerjaan haha. Saya hobi koleksi kaset-kaset lagu dari band-band indie kaya The Trees and The Wild, Efek Rumah Kaca, Sigmun, dan Polka Wars. Selain itu saya ada koleksi action figure nya One Piece yang jadul. Lengkap saya 1 set. Dari Koleksi-koleksi hobi tuh saya bisa mengambil inspirasi untuk mengerjakan desain saya.

Ada tidak pesan buat desainer-desainer lain yang sedang berjuang?

Harapan untuk kreator Indonesia itu agar terus membuat karya yang bisa mempunyai impact ke masyarakat. Design house kaya TATARUPA bener-bener menginspirasi saya untuk bisa membuat karya yang berdampak bagi setiap kalangan.

Apa harapannya buat Kreavi?

Saya harap Kreavi bisa terus membantu kreator Indonesia untuk membuat karya yang mempunyai impact dan terus berkembang menjadi platform desain yang mempunyai impact juga ke masyarakat luas.

Apa cita-cita Mas Ade kalau sudah jadi desainer sukses?

Pengennya sih membuat design house seperti TATARUPA di Kota Bogor. Di Bogor banyak produk berkualitas yang sayang banget desainnya masih kurang bagus. Kalau ada desainer yang bisa membuat produk Kota Bogor menjadi lebih baik, jelas itu bisa membuat impact untuk Kota Bogor. Saya percaya kalau desain itu milik semua kalangan. Kalau kita ingin menyadarkan orang-orang untuk kekuatan desain, maka kita mulai dari kalangan bawah dan membuat desain yang bisa mengedukasi dan impactful bagi mereka.