Featured

Menyambut Masa Depan dengan Knowledge-Based Economy (2)

Saat ini, perkembangan knowledge economy sudah terlihat di beberapa tempat, seperti Silicon Valley di California, Amerika Serikat;  bioteknologi di Hyderabad, India; media elektronik dan digital di Seoul, Korea Selatan; industri petrokimia dan energi di Brazil; serta aerospace engineering di Munich, Jerman. Apa ya yang berhasil membuat kota-kota atau negara-negara tersebut mengaplikasikan knowledge economy?

Baca juga: Menyambut Masa dengan Knowledge-based Economy (1)

Perusahaan teknologi, mengakar dan tumpah ruah di Silicon Valley!

(image: prodesigntools.com)

Coba kita telusuri Silicon Valley sebagai contoh. Rumah dari perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia ini adalah hub utama untuk inovasi teknologi dan sepertiga dari investasi venture capital Amerika Serikat ada di sini. Salah satu trigger utama terciptanya pusat inovasi ini adalah Stanford University, yang sejak tahun 1940-an telah mendorong dosen dan lulusannya untuk memulai bisnis sendiri. Frederick Terman, seorang dekan di Stanford yang disebut sebagai Bapak Silicon Valley, menginisiasi pembuatan sebuah area kantor bernama Stanford Industrial Park paska Perang Dunia II, yang diperuntukkan hanya bagi perusahaan teknologi.

Baca juga: Stanford University sebagai Jantung Silicon Valley

Gak cuma Amerika Serikat, India juga punya wilayah yang mirip dengan Silicon Valley. Namanya Genome Valley. Distrik yang terletak di Hyderabad ini dikenal sebagai pusat penelitian biomedis. Awalnya, bank multinasional dari India, yaitu ICICI bank, punya joint initiative untuk membuat IKP Knowledge Park, yaitu pusat ilmu pengetahuan untuk perusahaan India dan internasional. Genome Valley lama-kelamaan berkembang semakin luas dengan dukungan partnership antara masyarakat dan pihak swasta.

Kalau knowledge economy di Amerika Serikat dan India didorong oleh universitas dan pihak swasta, lain halnya dengan Korea Selatan. Pada bulan Januari 2000, presiden Korea Selatan Kim Dae-jung mengumumkan niatnya untuk menjadikan Korea Selatan knowledge-based economy. Gerak pemerintahnya sangat cepat dalam menyelesaikan action plan untuk tiga tahun dalam waktu hanya tiga bulan setelah pengumuman tersebut.

Baca juga: Technology Trendsetter in the Heart of the Valley

Hebatnya, action plan ini gak cuma diimplementasikan oleh pemerintah, tapi juga mendapat dukungan banyak pihak lewat mobilisasi massa. Maeil Business Newspaper (MBN), salah satu perusahaan media di Korea, menawarkan sejuta koneksi Internet gratis kepada masyarakat untuk mendukung rencana ini. Selain itu, ada dana khusus yang digelontorkan pemerintah untuk mendukung kelas-kelas pelatihan teknologi untuk ibu rumah tangga, lansia, petani, dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

Baca juga: Sparkling Innovation Through Art in Facebook

Header image credit: fastcompany.net