Featured

Menyambut Masa Depan dengan Knowledge-Based Economy (1)

Lebih dari dua ratus tahun yang lalu, masyarakat bertahan hidup setiap harinya dengan bertani. Satu abad setelahnya, James Watt menciptakan mesin uap yang memulai Revolusi Industri. Barang-barang yang kita gunakan sehari-hari hingga saat ini merupakan hasil dari ekonomi berbasis industri. Pada pertengahan abad ke-20, industrial economy juga sempat bergeser ke post-industrial, di mana ekonomi didominasi oleh sektor jasa.

Pergeseran dari sektor agrikultur ke manufaktur dan kemudian ke sektor jasa kelihatannya udah signifikan banget. Namun, ternyata, sejak akhir abad ke-20, ekonomi kita sedang bergeser lagi dari post-industrial ke knowledge-based economy.

Selamat datang, knowledge economy! (image: blog.olexe.com)

Baca juga: Crowdfunding: To Try or Not To Try

Apa sih knowledge-based economy atau knowledge economy? Knowledge economy adalah ekonomi berbasis ilmu pengetahuan di mana pendorong pertumbuhan bukan lagi pabrik-pabrik besar dengan ribuan tenaga kerja, melainkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penyebab utama pergeseran industrial economy ke knowledge economy adalah penemuan Internet dan World Wide Web. Dua penemuan ini menciptakan revolusi digital yang membawa kita ke Information Age.

Gara-gara knowledge economy, bisnis didominasi oleh perusahaan-perusahaan teknologi, karena di era ini, perusahaan bisa memiliki competitive advantage jika terus-menerus berinovasi. Di ranking The World’s Most Valuable Brands dari majalah Forbes aja, kita bisa lihat bahwa enam dari sepuluh peringkat teratas diduduki oleh perusahaan teknologi. Setelah berada di peringkat pertama selama lebih dari sepuluh tahun, Coca-Cola yang tergolong ke dalam perusahaan consumer goods, akhirnya tergeser posisinya oleh Apple pada tahun 2013.

Baca juga: Ketika Senioritas Mengalahkan Meritokrasi

Tidak hanya tentang teknologi, knowledge economy juga “memaksa” orang-orang untuk lebih progresif dan kompetitif karena dibutuhkan sumber daya manusia dengan skill yang keahlian yang spesifik. Akibatnya, sumber daya manusia yang hanya bisa menjadi labor, sulit bersaing di era knowledge economy ini.

Knowledge economy atau ekonomi berbasis ilmu pengetahuan ini menjadi penting jika kita ingin terus maju di masa depan, karena negara-negara, bahkan yang memiliki sumber daya alam berlimpah, sudah sadar bahwa suatu saat kekayaan alam mereka akan habis. Sementara itu, kekayaan intelektual manusia tidak akan ada habisnya. Kekayaan intelektual ini, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi pendorong pertumbuhan dari ekonomi tiap negara.

Baca juga: Orang Sukses, Belum Tentu Berguna

Header image credit: theconnectivist.com