Opinion

Menghadapi Quarter-Life Crisis: Apa Langkah Selanjutnya?

Jika kamu berada di rentang usia pertengahan 20-30 tahun, mungkin lingkaran teman-temanmu sedang ramai menggaungkan istilah quarter-life crisis. Seandainya kamu bosan mendengarnya, ada baiknya dirasakan dan pikirkan ulang, Gue merasakan ini juga ngga sih? Nyatanya, krisis seperempat abad ini memang tidak jarang dialami.

Pertengahan dua puluh adalah masa yang tanggung. Kita sudah tidak muda lagi, tetapi kita juga belum tua, kok. Masih ada jejak kehidupan bebas dan seru yang tersisa, tetapi di saat yang sama kita sudah mulai berpikir untuk menjadi lebih terarah, bertanggung jawab, dan memikirkan ulang, Gue tuh hidup buat apa, sih?

Nah, pertanyaan inilah sumber krisis seperempat abad tersebut. Sebagai manusia yang berpikir, adalah hal alamiah jika kita mempertanyakan mengapa kita diturunkan ke bumi. Kita mempertanyakan siapa kita dan apa tujuan kita di dalam hidup ini, terutama karena kita dikejar waktu dan kematian. Intinya, kita tidak ingin menyesal di akhir hayat karena tidak melakukan apa-apa, tidak “menghidupi hidup”. Kita perlu untuk merasa berarti.

Oleh karena itu, kita jadi terobsesi untuk terus memperbaiki diri dan memaksimalkan waktu yang kita punya. Bahkan, penelitian mengatakan bahwa generasi milenial adalah generasi yang paling semangat untuk meningkatkan kapasitas diri. Sayangnya, obsesi ini bisa malah melumpuhkan karena kita bingung, Untuk memperbaiki diri, gue harus mulai dari mana sih?

Dibanding panik karena berpikir terlalu luas dan jauh, yang kalau tidak segera ditangani bisa berubah menjadi kecemasan dan depresi, lebih baik kita mulai mengatur kehidupan kita dengan langkah-langkah kecil yang berarti. Lakukanlah hal-hal ini supaya proses transisi kita dari hidup yang minim tanggung jawab ke hidup yang penuh tanggung jawab lebih mulus.

Mengatur Urusan Finansial

Meski saat muda kita sering berpikir bahwa ini adalah bagian paling ribet dan membosankan jadi orang dewasa, nyatanya urusan finansial adalah urusan krusial. Ngga bisa dimungkiri bahwa kita hidup butuh biaya. Tanpa manajemen keuangan yang baik, hajat hidupmu bisa berantakan karena besar pasak daripada tiang. Pertanyaannya, seberapa banyak biaya yang perlu kita gunakan, dan seberapa banyak yang mampu kita gunakan? Setelah itu dipikirkan, buatlah beberapa penyesuaian. Entah itu penyesuaian pengeluaran, gaya hidup, atau pekerjaan.

Jika bingung gimana harus mulai belajar pengaturan finansial, kamu bisa Googling tentang manajemen keuangan pribadi, tanya teman-temanmu yang cukup paham atau sudah menerapkan, atau buat daftar pendapatan-pengeluaran per bulan saja dulu.

Mengatur Kehidupan Rumah

Nah, ini juga adalah hal yang paling terkesan boring dari kehidupan orang dewasa. Siapa sih yang mau ribet mengganti busa cuci piring, membetulkan bohlam, atau mengepel? Sejujurnya, semua orang dewasa enggan melakukannya. Kalau pun ada beberapa yang hobi mengatur home living, jumlahnya sedikit sekali. Hampir semua orang berharap rumah kita selalu bersih dan rapi tanpa perlu usaha. Namun, itu semua hanyalah angan-angan!

Dalam proses menuju kedewasaan, kita tidak hanya menjadi lebih punya banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga kegiatan yang kita ngga terlalu ingin untuk kerjakan tapi perlu untuk dilakukan. Meski rasanya ribet, cobalah sesekali kamu menata ulang ruang tamu yang selama ini kamu pikir kurang tepat layout-nya. Resapi rasa puas itu, dan kamu akan sadar bahwa ini bisa jadi kegiatan meditasi dan terapi yang menyenangkan.

Lebih Banyak Memberi

Ini adalah salah satu hal terbaik yang bisa kamu lakukan saat menghadapi quarter-life crisis. Terkadang krisis yang kita alami disebabkan oleh perasaan bahwa kita berada dalam kesempitan finansial, sehingga merasa belum cukup bekerja keras atau bermanfaat. Untuk mengatasinya, cobalah berbagi dengan orang lain. Berbagi ilmu atau materi kepada orang yang membutuhkannya akan membuatmu merasa lebih lapang.

Nyatanya, berbagi membuat kita merasa lebih baik. Selain menyadari bahwa ternyata keadaanmu tidak seburuk yang kamu sangka, bermurah hati membuatmu merasa bahwa kamu memiliki manfaat di dalam hidup ini. Yang terpenting, dengan berbagi, kamu bisa memenuhi kebutuhan alamiah manusia untuk menjadi terhubung dengan orang lain.

Jaga Kesehatan

Ini adalah salah satu hal terberat untuk dilakukan. Namun, menjaga kesehatan itu penting. Saat sehat, kita bisa lebih hemat banyak waktu untuk bekerja secara efektif, dan mungkin juga waktu kita di dunia ini jadi lebih panjang. Selain itu, dengan menjadi sehat kita bisa menghemat banyak biaya.

Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya olahraga teratur, makan lebih sehat (bukan berarti tidak boleh makan enak, ya), dan meregulasi stres. Jika kamu belum bisa melakukan semuanya, maka alangkah baiknya untuk memulai dengan langkah kecil. Pilihlah satu dulu, kemudian tingkatkan. Tubuh yang sehat tentunya menopang keadaan mental kita. Oleh karena itu, atur masa depan kita dengan mengatur tubuh kita.

Jaga Hubungan yang Bermakna

Nah, salah satu hal paling penting yang bisa menjaga kita untuk tidak lama-lama di zona krisis adalah dengan memenuhi salah satu kebutuhan dasar manusia: feeling connected. Berhubungan dengan orang lain akan membuat kita lebih bahagia dan memiliki tujuan.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua hubungan harus kita jaga. Beberapa hubungan toxic, jika sudah tidak bisa diselamatkan, lebih baik direlakan. Yang paling bijaksana adalah dengan menjaga hubungan yang paling memuaskan dan berarti bagi kita. Memiliki hubungan sehat dan bermakna dengan orang lain akan memberikan kita dukungan moral dan keamanan emosional. Orang-orang inilah yang akan selalu membantumu bangkit.

Jangan Khawatir!

Setelah melihat beberapa cara sederhana di mana kamu bisa mulai mengatur hidupmu agar lebih tertata, kamu bisa merasa lebih baik dan mengurangi rasa panikmu memasuki tahap pendewasaan.

Tidak semua hal-hal keren yang kita lakukan di masa lalu akan tetap keren kalau diingat-ingat di masa depan. Jadi, relakanlah. Biarkan masa muda kita berada di tempatnya. Semua orang harus terus berjalan. Tidak perlu khawatir kalau hidupmu akan jadi tidak bermakna. Buktinya, kamu cukup peduli untuk memperbaiki diri dengan membaca ini.

Untuk membuatmu lebih baik, ingatlah bahwa orang-orang yang memasuki krisis adalah orang-orang yang berpikir. Berarti, ada pemikiran dan proses yang terjadi di situ. Selama kamu tidak membiarkannya tanpa solusi dan jadi berusaha untuk meningkatkan kemampuan diri, kamu pasti akan menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Intinya, sebagai milenial, krisis seperempat abad ini adalah hal yang baik, kok!