Story

Mau Jadi Apapun Kita Harus Punya Mindset Entrepreneur!

Kayaknya udah sering banget kali ya kita cekokin kalian untuk jadi entrepreneur. But wait, kita disini bukan semata-mata menjuruskan lo buat berprofesi jadi entrepreneur. At least, berbekal mindset pengusaha.

Dalam rangkaian acara Seedstars World Jakarta kemarin, Ziliun sempat ngobrol dengan Ivan Sandjaja dari Ciputra Foundation tentang seberapa penting mindset entrepreneurship dalam hidup kita.

Pola pikir adalah hal yang paling fundamental yang membentuk kita. Entah sekarang jadi apa, tetapi dasar pola pikir nggak akan pernah hilang. Pola pikir itu lahir dari kebiasaan dan mirisnya sebagai generasi Y kita dengan beruntungnya diciptakan jadi generasi penikmat. Ya emang sih, hidup emang harus dinikmati tapi bukankah akan lebih banyak kenikmatan yang bisa kita dapat kalau kita berusaha mencari lagi dan gak hanya duduk di zona nyaman?

Baca juga: Fabelio.com, E-Commerce Lokal yang Ingin Merombak Pasar Furniture Dunia

ij1
image credit: uc.ac.id

Itulah definisi mindset entrepreneur yang kita harus punya. “Sebetulnya entrepreneur itu buat kita bukan semata-mata artinya orang harus punya bisnis itu nggak. Orang mau kerja di pemerintah, mau kerja di yayasan itu semua harus jadi entrepreneur karna entrepreneur itu adalah pola pikir seorang entrepreneur adalah orang yang terus menerus beraktivitas dan berinovasi” kata Ivan.

Coba bayangkan kalau otak kita udah disetel secara otomatis dengan mindset entrepreneur, kita bisa create from nothing to something dalam segala hal. Se-simple membuat bisnis (yang pastinya bukan bisnis orang tua ya) tapi dari dia sendiri. Modalnya juga bikin sendiri dengan menggunakan skills yang udah ada. Bigger than that, dengan setelan mindset entrepreneur kayak gitu mau lo jadi apapun juga lo bisa kreatif bikin inovasi walaupun dengan sumber daya seadanya. Ivan memberi contoh negara kita dengan Korea yang notabene nya perang melulu dan gak punya sumber daya alam yang menjanjikan tapi justru malah lebih maju karena inovasinya yang jalan terus.

Baca juga: Bulletinboard, Kolaborasi antara Pendidikan dan Teknologi

Disisi lain, Ivan punya cerita unik mengenai betapa pentingnya mindset entrepreneur dalam hidup walaupun bukan seorang entrepreneur. Kala itu, Ivan pernah melakukan rehabilitasi kepada pecandu narkoba dengan pendekatan mindset entrepreneur. “Kalau kamu (pecandu narkoba) bisa independent jadi entrepreneur (karena susah mencari kerja sebab memiliki catatan gelap) kamu bisa buktikan pada orang lain bahwa saya bisa memperkerjakan orang lain. Kalau saya memperkerjakan orang, artinya saya memberi kehidupan buat orang lain. Mana yang kamu pilih? Kamu membeli narkoba atau memberi kehidupan buat orang lain?”. Hasilnya, mereka — para pecandu narkoba– memilih pilihan nomor 2 dan kelamaan menjadi jauh hati-hati kembali pada narkoba.

Berita baiknya, pecandu narkoba yang dulu sehari-harinya menikmati narkoba sekarang udah punya mindset entrepreneur , masa lo yang sehari-hari makan sehat dan bergizi gak bisa?

Baca juga: Marshall Utoyo: Kalau Mau Leha-leha, Ya Kerja di Tempat yang Bisa Leha-leha

Image header credit: http://www.startupist.com/