Opinion

Mau Hidup Aman atau Dikejar Ketidakpastian?

Susah ngga sih hidup di Indonesia? Buat kebanyakan orang yang udah mengecap kerasnya trotoar jakarta serta padatnya aktivitas hidup ketika memasuki dunia kerja, pasti yang keluar adalah jawaban ‘YA’ diikuti dengan berbagai keluhan.

Gimana ngga nih, UMP terbaru yang di sah kan untuk Provinsi DKI Jakarta aja sekitar 3,1 juta rupiah. Belum lagi masalah lapangan pekerjaan yang semakin sempit. Kadang situasi seperti ini menuntut banyak kawula muda di Indonesia mencari pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat mereka. Kasarnya ya, kita kerja buat uang dan hidup dalam zona aman. Sedih banget kan kerja capek, hasilnya ngga seberapa, bidangnya bukan yang kita srek lagi. Sakit, Sob!

Kadang realita seperti ini banyak memunculkan berbagai pertanyaan, perlu ngga sih kita menjaga sikap idealis?

Baca juga: 3 Hal yang Bikin Kita Termotivasi: Play, Purpose, Potential

Sebelumnya, pasti pernah dong denger kata idealis? Kata ini booming banget di kalangan mahasiswa yang memilih jurusan kuliah sesuai passion dan para enthusiast bidang seni.

Sebenernya ngga cuma yang disebutkan tadi, siapapun dalam pekerjaan apapun memiliki sikap idealisnya sendiri. Semacam arogansi yang menyenangkan deh. Dimana kita punya hak menolak apa yang tidak sesuai dengan pribadi kita dan memilih untuk tenggelam di dalam hal yang kita sukai. Well, that’s not a bad thing, we approve it for our mentality sake, but in this case, susah loh menjaga sikap idealis dalam kondisi seperti di Indonesia ini.

Ada yang bilang kaum idealis itu orang yang mengutamakan prinsip, penganut ide dan gagasan mereka sendiri. Ada juga yang bilang kaum idealis itu adalah mereka yang melihat sesuatu sesuai dengan paham yang dianutnya saja.

Baca juga: Haruskah Jadi Mapan untuk Bisa Idealis?

Terus, perlu ngga sih kita menjaga sikap idealis?

Perlu banget lah! Kenapa?

Dengan menjadi idealis, kita dituntut untuk selalu percaya kalo kita bisa hidup dengan apa yang kita suka dan yakini. Tapi tetep inget batasan ya Sob, jangan jadi idealis yang kesasar.

Indah banget ga sih kita kerja sesuai dengan yang kita suka terus bisa hidup dari sana? Surga kalau kata anak sekarang sih. Namun ngga bisa dipungkiri semakin kita pilih jalan sesuai dengan apa yang kita mau, semakin jauh kita dari hal tersebut karena berbagai kondisi.

Lagi-lagi realita mengubur sedikit banyak hal yang kita inginkan. Sikap idealis terpapas habis begitu melihat tagihan dan pasangan yang meraung minta dilamar, ah sakit deh. Tapi anehnya masih banyak orang tua yang sejak dahulu memapas pilihan untuk menjadi seseorang yang idealis. Contohnya ya, banyak orang tua yang mengajarkan bahwa mencari pekerjaan di bidang tertentu akan menjamin berbagai hal nantinya. Yaa ngga salah sih, tapi miris ya, dimana anak harusnya dididik mempunyai karakter yang kuat dan percaya sama yang mereka anut malah dibatasi jangkauannya cuma karena hal yang bernama materi. Apalagi kalau merunut susahnya cari kerja zaman sekarang, habis deh, terpaksa patuh sama nasib!

Baca juga: Melupakan Model Bisnis, Melupakan Esok Hari

Walaupun berat yang namanya panggilan diri itu ngga terbantahkan. Banyak orang yang akhirnya memilih bidang yang mereka sukai dan melepaskan diri dari zona aman mereka. Dengan berbagai kreativitas, bidang mereka diramu menghasilkan karya-karya yang membanggakan. Delik saja mas Wahyu Aditya, pendiri HelloMotion Academy atau mas Sweta Kartika salah satu komikus kenamaan indonesia. Karya mereka telah melanglang buana hingga ke luar negeri. Sikap mereka menentuka apa yang mereka sajikan.

Jadi, sudahkah kamu menentukan sikap hari ini?

Image header credit: gratisography.com