Opinion

Mannequin Egosentris

Saat ini mungkin banyak dari kita yang ngga sadar bahwa hidup kita berjalan bagai boneka mannequin. That’s really sad fact ain’t it?

Kalian pasti pernah mendengar tentang boneka mannequin. Boneka ini biasa digunakan oleh pekerja seni seperti perancang, artist, atau pembuat kostum sebagai model untuk karya mereka. Boneka berukuran manusia ini juga dipakai untuk model simulasi penyelamatan di maskapai dan institusi kesehatan. Intinya, kita bisa sesuka hati menggunakan boneka ini sebagai bahan uji dari karya yang dibuat. Lalu apa kaitannya sama hidup yang lagi kita jalanin?

Di sini gue mau sedikit menggugah hati kecil kita semua.  Gue berani bertaruh, di zaman yang serba cepat ini, bisa dipastikan kita semua sedang bergelut dengan ide atau pemikiran optimistik lainnya. Berpikir bagaimana dapat membuat sesuatu yang dapat berguna bagi khalayak luas, dapat menghasilkan sesuatu yang dapat diterima dan digunakan sebagaimana mestinya. Berangkat dari sana, akhirnya kita juga bisa memenuhi kebutuhan hidup dan menikmati jerih payah yang sudah dilakukan. Mungkin saja, hal- hal ini telah memenuhi sebagian besar isi kepala kita, planning cermat buat perusahaan kecil yang akan dibuat dan mengimplementasikannya kepada pengguna. Tapi sadarkah? Dari semua hal yang gue sebutkan tadi ada satu hal yang sering luput dari perhitungan mereka. Mau tau hal itu apa? Yup, lepas dari sikap egosentris mereka sendiri.

Baca juga: Alasan Kenapa Lo Harus Punya Teman dari Berbagai Bidang

Sebagai orang yang mengambil kuliah di jurusan IT gue ngerti banget membuat sebuah produk yang hi-tech, shopsitacted, namun dengan ketahanan dan UI yang jempolan merupakan sebuah kepuasan pribadi bagi diri kita sebagai developer. Namun kompleksitas ini yang kadang merenggut esensi penting dari pembuatan sebuah produk, yaitu pengguna. Sering banget user research menjadi pertimbangan lanjutan karena tergeser sama ide – ide yang dianggapnya keren dan memiliki daya guna tinggi. Padahal belum tentu begitu.

Sebuah produk dapat dikatakan berguna apabila mampu memenuhi kriteria pengguna. Menurut gue pribadi produk yang memenuhi kriteria pengguna ialah produk yang dapat dengan mudah digunakan dan sesuai dengan problem yang mereka hadapi. Ngga cuma keren, tetapi produk yang dibuat juga tepat sasaran. Namun pada kenyataannya cukup banyak individu pada perusahaan IT yang baru memulai, terlebih yang muda – muda, lebih mendahulukan sikap egosentris mereka ketimbang melakukan identifikasi pasar terlebih dahulu. Kadang sikap egosentris mereka ini menuntun banyak elemen perusahaan untuk mengikuti apa yang mereka anggap benar.

Kasarnya ”Gue yakin ini ide bagus, lo harus bisa buat ini, gw pemimpin disini” merupakan top kata yang paling ngga banget didenger oleh para eksekutor produk, siapa? Ya developer dan kawan – kawannya ini.

Baca juga: Menjadi Spesialis di Tengah Lesunya Ekonomi Global (1)

Nah, dari sanalah kenapa gue bilang kebanyakan dari kita cuma jadi mannequin egosentris, cuma jadi model sebuah ide egois yang bahkan sebagian besar ide itu belum tentu menjadi produk yang layak guna bagi pengguna. Sikap ini tentu saja bisa menutup semua lubang telinga. Ngga cuma menjadi egois, bisa dipastikan kita ngga lagi mau mendengar berbagai ide lain ataupun masukan yang sebenarnya dapat memoles ide itu menjadi sesuatu yang kuat untuk dieksekusi. Bukannya menjadi pemimpin, eh malah cuma jadi mannequin yang cuma bisa manggut – manggut ngerasa benar sendiri dan tunduk sama sikap egois. Bagus banget deh, gue yakin ngga lama lagi ditinggal sama rekan bukan jadi hal yang mustahil.

Untuk menghindari itu, penting banget bagi seorang individu, pemimpin, ataupun produk maker untuk dapat mengerti apa yang dibutuhkan oleh pengguna. Buang sikap egois itu jauh – jauh dan coba mendengar apa yang mereka keluhkan. Menjadi pribadi yang mau mendengar ga menyakitkan kok. Malah dari sana ide itu dapat berangkat menjadi sesuatu yang solid dan so pasti memiliki daya guna.

So, udah siap lepas dari cengkraman sikap egosentris lo sendiri?

Baca juga: Menjadi Spesialis di Tengah Lesunya Ekonomi Global (2)

Image header credit: picjumbo.com