Story

#kreavi28: Roger Fatah, Berkreasi Meloncati Zaman Lewat Augmented Reality

Kalau kamu mengikuti perkembangan teknologi, kamu pasti tahu tentang augmented reality. Salah satu perusahaan yang fokus kepada teknologi augmented reality adalah AR & Co. Perusahaan asli Indonesia ini ternyata sudah banyak mendapatkan international recognition. AR&Co yang dipimpin Peter Shearer (baca profilnya di sini) ternyata punya otak kreatif di baliknya. Dialah Roger Fatah, Head of Creative di AR&Co.

Sejak SD, Roger Fatah diperkenalkan dengan dunia seni oleh ibunya. Ia selalu dibimbing untuk berkarya di setiap tugas kesenian. Sementara itu, ayah Roger selalu mengajarkan Roger untuk memanfaatkan apapun untuk diberdayakan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Roger mengaku, kedua sosok orangtuanyalah yang pertama kali memperkenalkannya dengan konsep estetika, efektivitias, dan efisiensi yang kemudian menjadi bumbu dasar bagi Roger dalam berinovasi.

Teknologi augmented reality sendiri masih tergolong baru dan asing bagi masyarakat awam, tak terkecuali bagi Roger sendiri, saat pertama terjun ke dunia ini. Roger bahkan sebelumnya tidak pernah terpikir bahwa teknologi seperti ini bisa terwujud. Karena ketidaktahuan ini, di awal keterlibatannya dalam AR&Co, Roger hanya bermodalkan keberanian untuk melakukan trial and error, agar dapat memahami logika dan cara kerja augmented reality, yang notabene merupakan aplikasi teknologi kreatif.

Baca juga: Q&A: Peter Shearer, Gagal Bukan Alasan untuk Nggak Sampai Garis Finish

Keputusannya untuk terjun ke dunia teknologi kreatif ini tidak disesalinya, karena bagi Roger, hal ini merupakan kesempatan langka.

“Kesempatan untuk berinovasi dengan teknologi-teknologi terbaru, ini merupakan kesempatan yang sangat langka untuk berkreasi meloncati zaman,” kata Roger.

Semangatnya dalam berkarya dalam bidang yang terbilang baru, bukanlah tanpa hambatan. Roger mengaku sering mengalami kegagalan saat sedang mempelajari kapabilitas teknologi yang akan digunakan.

“Saat konsep kreatif tersebut diaplikasikan ke proyek yang berjalan, terjadi banyak hal yang tidak sesuai keinginan, apalagi untuk beberapa klien dan event, itu bisa menjadi isu yang sangat besar. Jadi, melalui pengalaman -pengalaman tersebut, kita berdiri kembali dan terus belajar untuk memperbaiki kegagalan-kegagalan yang ada,” kenang Roger.

Di bawah kepemimpinan Roger Fatah sebagai Head of Creative, AR&Co. sendiri berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya i40 atau Innovation 40, Asia’s Technology Company of The Year oleh The European. Aplikasi yang dibuat oleh AR&Co untuk kampanye presidensial Nigeria, serta Best Augmented Reality Campaign dari Auggie Award 2015 untuk kampanye presidensial Next for Nigeria.

Baca juga: Kreavi 28: Part One

Lewat karyanya di AR&Co, Roger Fatah berharap dapat membuka mata generasi saat ini dan yang akan datang, agar lebih melek untuk berkarya dengan teknologi baru dan berinovasi agar tidak kalah dengan negara lain. Roger percaya akan potensi Indonesia walaupun banyak yang mengira AR&Co adalah perusahaan luar negeri.

“Orang-orang sering bertanya, karya AR&Co dengan konsep secanggih ini buatan negara mana? Baik dari audience lokal maupun internasional selalu menganggap kita berpusat di luar negeri, dan ini merupakan salah satu kebanggaan saya untuk menjawab bahwa kita berpusat di Jakarta, Indonesia, dan tim kami terdiri dari orang Jakarta, Solo, Palembang, Kalimantan. Saya sendiri dari Medan,” kata Roger Fatah dengan bangga.

Terakhir, ini pendapat Roger Fatah tentang mindset yang dibutuhkan untuk berhasil.

“Menurut saya, “berhasil” itu memilik arti yang sangat subjektif, berbeda-beda untuk setiap individu. Ada yang mengukurnya dengan materi, ada yang dengan jenjang karir, kepuasan spiritual, atau kemampuan membahagiakan orang-orang sekitar. Namun, apapun target keberhasilannya, seseorang harus memiliki mindset yang positif dan selalu teguh pada pendirian yang baik dan benar–pendirian di mana kita selalu mampu berdiri kembali saat terjatuh, selalu tahu di mana kita berdiri di era perubahan yang cepat tanpa hanyut ke arah negatif, dan selalu fokus untuk mencapai tujuan ke tempat di mana kita akan berdiri nantinya.”

Baca juga: Kreavi 28: Part Two

Header image credit: layar.com