Insight

Siapa Bilang Korporat Ketinggalan Sama Startup Trend? Mengkaji Cara Perusahaan Membuat “Startup”

Perusahaan Korporat yang Seperti Startup

Di era munculnya startup di mana-mana, semua orang ingin membuat startup-nya sendiri. Trend ini tidak terasa hanya di antara kalangan entrepreneur namun juga terasa di antara perusahaan korporat. Banyak perusahaan korporat sekarang berusaha untuk menerapkan “mental” startup di perusahaannya. HP Indonesia mempunyai tagline keep reinventing yang berarti terus berinovasi agar HP Indonesia tetap menjadi perusahaan komputer terdepan.

Melihat trend korporat yang mengadopsi prinsip startup, bagaimana mereka bisa mengimplementasikan prinsip startup di perusahaan mereka? Apakah yang membedakan antara fungsi startup dengan core business dari perusahaan korporat? Ternyata, startup di dalam korporat berubah menjadi sebuah sistem yang dinamakan ekosistem inovasi.

Ekosistem Inovasi, Mesin yang Menghasilkan Inovasi di Dalam Organisasi

Jika korporasi ingin menerapkan prinsip startup (Lean Method, Agile, Scrum, etc), maka mereka tidak bisa mengubah secara langsung core business dari perusahaan mereka. Perusahaan mempunyai target bulanan, kewajiban untuk investor, dan kegiatan operasional yang harus dilakukan setiap hari. Jika kegiatan tersebut terganggu, maka perusahaan sebagai organisasi yang lebih besar juga akan terganggu. Prinsip ini harus diterapkan di luar dari kegiatan perusahaan sehari-hari agar aktivitas perusahaan tidak terganggu.

Untuk membuat ekosistem inovasi, maka sebuah perusahaan harus mengumpulkan karyawan mereka untuk membuat suatu organisasi di dalam perusahaan yang bertujuan untuk menghasilkan inovasi untuk perusahaan. Idealnya, karyawan yang masuk ke dalam organisasi tersebut harus dari berbagai divisi dari marketing, akuntansi, operasional, dsb. Tujuannya adalah agar ekosistem inovasi ini bisa membentuk ide yang datang dari berbagai perspektif sehingga ide yang dihasilkan lebih berkualitas.

Namun jika ekosistem inovasi ini hanya terbentuk dari para karyawan yang berkumpul setelah kerja untuk menghasilkan ide, maka bagaimana caranya agar ekosistem ini bisa menghasilkan inovasi untuk perusahaan? Dari sinilah kita mengenal tiga komponen dari ekosistem inovasi: innovation strategy, innovation management, dan innovation practice.

Innovation Strategy

Innovation strategy adalah komponen dari ekosistem inovasi yang berfungsi untuk memetakan arah inovasi dari ekosistem itu. Terdapat 2 sub-komponen dari innovation strategy yaitu Innovation thesis dan innovation portofolio.

Innovation Thesis

Sebuah inovasi harus sejalan dengan strategi keseluruhan perusahaan. Innovation thesis disini berguna untuk membuat batasan riset dari sebuah inovasi. Misalnya, jika ada perusahaan manufaktur besi ingin memperluas perusahaan mereka untuk masuk ke dalam industri agrikultur maka mereka membuat thesis  mengenai pemecahan masalah-masalah pertanian dan perkebunan.

Innovation Portofolio

Innovation portofolio merupakan sebuah kerangka untuk memetakan hubungan antara produk dan pasar. Peta ini bisa digunakan sebuah perusahaan untuk membuat portofolio produk sesuai dengan kategori core, adjacent, dan transformational. Inti dari portofolio ini adalah agar perusahaan bisa merencanakan produk-produk yang bisa dikenalkan untuk pasar yang mana dan bagaimana arah perusahaan untuk berinovasi. Idealnya, perusahaan bisa mengimplementasikan innovation thesis dari perusahaan mereka dan memetakan produk mereka sesuai dengan pasar yang akan muncul.

Source: Nagji, B., & Tuff, G. (2012). Managing your innovation portfolio. Harvard Business Review, 90(5), 66-74.

Innovation Management

Dengan adanya proyek yang berjalan, maka mereka harus bisa mengatur dan mengukur seberapa banyak progress dan kecocokan inovasi dengan pasar. Maka innovation management sangatlah dibutuhkan agar sebuah perusahaan bisa mengetahui inovasi mana yang berhasil dan mana yang patut ditinggalkan.

Innovation Framework

Semua inovasi harus dimonitor agar bisa diketahui seberapa jauh perkembangannya. Oleh karena itu, dibutuhkan kerangka berpikir (Framework) untuk bisa mengetahui sudah sampai tahapan mana inovasi mereka telah berkembang. Ada banyak contoh dari framework yang bisa dipakai untuk melihat tahapan sebuah inovasi contohnya adalah lean product lifecycle.

Source: Innovationtraining.org

Lean product lifecycle menggambarkan hubungan antara jalan hidup suatu inovasi. Semua orang di dalam perusahaan bisa mengerti sudah sampai tahap manakah perkembangan inovasi mereka sehingga eksekusinya bisa lebih cepat dan lebih teratur.

Innovation Accounting

Inovasi biasanya membutuhkan sebuah “alat ukur” agar bisa mengetahui efek inovasi mereka terhadap pasar. Untuk itu, dibutuhkan juga sistem yang bernama innovation accounting yang berguna untuk mengukur dampak dari inovasi sebuah perusahaan. Biasanya inovasi ini berbentuk KPI yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

  • Reporting KPI, KPI yang berfokus tentang kinerja karyawan dalam mengeluarkan ide, progress dari ide, dan seberapa banyak asumsi yang sudah divalidasi.
  • Governance KPI, berfungsi untuk menilai apakah sebuah inovasi bisa layak untuk di investasikan.
  • Global KPI, melihat seberapa besar pendapatan yang dihasilkan oleh inovasi mereka.

Innovation Practice

Terakhir, setelah menentukan innovation strategy dan innovation management barulah mereka mempraktekkan prinsip agile, lean, scrum, etc. Kebanyakan perusahaan besar hanya mempraktekkan innovation practice tanpa mempedulikan komponen yang lain. Ini menyebabkan hasil dari setiap usaha inovasi tidak semaksimal yang diharapkan. Dengan innovation strategy dan innovation management perusahaan tidak akan terdisrupsi dan bisa mengikuti perkembangan zaman.

 

Referensi: Innovation Training