Uncategorized

Kibarkan Semangat Urban Farming dengan Indonesia Berkebun

Bagi kebanyakan orang, bercocok tanam itu kesannya ketinggalan zaman. Identik masyarakat pedesaan! Padahal, penting buat kaum urban untuk bisa menyulap pekarangan jadi sumber bahan makanan. Udah gitu, bikin lingkungan lebih hijau dan asri. Sekaligus mengurangi kadar konsumtif masyarakat kota yang semakin tinggi. Ingat, pada zaman dahulu bercocok tanam adalah cara bertahan hidup yang paling awal. Jangan hanya karena ada uang untuk membeli bahan makanan, kita menjadi enggan kembali akrab dengan alam.

Baca juga: Greeneration Indonesia: Gaya Hidup Hijau untuk Semua

Makanya, Ridwan Kamil, Sigit Kusumawijaya, Achmad Marendes, dan Shafiq Pontoh kemudian menginisiasi Indonesia Berkebun (ID Berkebun). Gerakan yang mengkampanyekan urban farming berawal dari Jakarta. Misinya, menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming. Indonesia Berkebun mengajak kaum urban untuk memanfaatkan lahan tidur atau nganggur di kawasan perkotaan dan mengubahnya jadi lahan pertanian atau perkebunan produktif oleh masyarakat sekitar. Hasilnya, hasil tanaman dari lahan tersebut pun dapat dikonsumsi oleh warga kota!

Ramai-ramai menanami lahan (Image courtesy: IDBerkebun)

Baca juga: HiddenPark: Memberi Nyawa untuk Taman Kota

ID Berkebun pun berkembang menjadi tren positif, sampai kini telah menyebarkan misi yang sama ke 32 kota dan 9 kampus di penjuru Indonesia! Berkat gerakan dengan semangat bertanam ini, Indonesia Berkebun dianugerahi penghargaan oleh Google Asia Pacific untuk kategori Web-Heroes pada tahun 2011, Inspiring Movement for Environment 2013 dari Nutrifood, Finalist Ashoka Changemakers 2013 dan apresiasi-apresiasi lainnya, baik dari media nasional hingga internasional juga instansi-instansi lainnya.

Penyebaran ID Berkebun ini berkat media sosial, yaitu Twitter, Facebook, dan YouTube. Meski berkembang lewat media sosial, ID Berkebun sadar bahwa mereka butuh tambahan solusi teknologi berupa tool yang mudah diakses oleh pemilik gadget. Namanya juga kaum urban zaman sekarang nggak pernah lepas sama gadget di tangan, jadi kalau ID Berkebun mau lebih menyebarkan virus bertanam, ya harus dengan kemudahan aplikasi mobile yang dapat dengan mudah diunduh via gadget.

Bercocok tanam sejak dini (Image courtesy: IDBerkebun)

Baca juga: 7Langit, Memberi Solusi Lewat Aplikasi

Aplikasi ID Berkebun ini diharapkan dapat mengumpulkan anggota-anggotanya dari berbagai daerah, sehingga bisa mendaftar dan berkomunikasi dengan mudah. Dengan begitu, setiap orang dapat dengan berhubungan dengan admin ataupun penggiat-penggiat Indonesia Berkebun yang cukup ahli dalam berkebun. Mereka bisa berdiskusi tentang teknik menanam, merawat, memanen tanaman tertentu, pupuk, dan metode-metode menanam yang lebih mutakhir.

Di tengah menjamurnya aplikasi photo sharing, ID Berkebun pun merasa para pengguna aplikasi tersebut nantinya dapat dengan mudah mendokumentasikan foto atau video tanaman mereka dalam aplikasi tersebut. Dokumentasi mereka juga terkoneksi dan terpublikasi pada website Indonesia Berkebun dan media sosial lain secara otomatis. Terdapat pula kolom komentar dan lokasi foto yang terkoneksi dengan location-based service.

Baca juga: #Ziliun17 Social Innovation Apps Indonesia

Untuk membuat aplikasi tersebut menjadi nyata, ID Berkebun masih mencari developer yang tertarik membantu. Jangan sampai aplikasi ini hanya sebatas angan-angan. Ayo, bantu ID Berkebun semakin berkembang dan menularkan kebiasaan bertani di wilayah perkotaan! 

Mempopulerkan urban farming (image courtesy: IDBerkebun)


Project Katalis adalah sebuah platform untuk mempertemukan dan mendorong kolaborasi antara para pegiat gerakan sosial (social movement) dengan para developer aplikasi untuk menciptakan solusi teknologi yang bertujuan mendukung gerakan tersebut memiliki dampak yang lebih besar. Program ini mengambil semangat Sumpah Pemuda yang bertujuan untuk mempersatukan pemuda untuk bergerak menuju Indonesia lebih baik.
Image header credit: newyork.thecityatlas.org