Insight

Job Apocalypse: Ancaman Revolusi Industri ke-4 dan Cara Kita Menghadapinya

2 Wajah Dari Perkembangan Teknologi

Teknologi, kata itu sudah banyak membantu manusia sejak awal manusia berkembang. Dari penemuan kapak batu, pembuatan pertama printing press, hingga penggunaan tangan robot untuk pembuatan mobil, manusia selalu menciptakan teknologi untuk mempermudah dan membuat nyaman kehidupan manusia.

Tapi setiap perkembangan teknologi, selalu ada dampak negatif yang mengikuti. Kehidupan manusia juga ikut bergantung terhadap perkembangan teknologi. Salah satunya adalah revolusi industri ke-4, dimana akan terjadi penggangguran besar-besaran akibat perkembangan teknologi.

Topik itu selalu menjadi perdebatan global (dan cukup panas) di antara para pebisnis, pemerintah, dan masyarakat. Tapi akibat pertumbuhan yang tidak merata di seluruh dunia, ditandakan oleh adanya dunia pertama, kedua dan ketiga, perdebatan itu hanya berada di sekitar negara-negara besar seperti Amerika, China, dan Jepang. Negara seperti Indonesia hanya mendengar isu itu di kota besar seperti Jakarta. Tapi dampak dari penggantian tenaga kerja akan menjadi salah satu kejadian terbesar yang pernah tercatat dalam perkembangan industri manusia.

Tapi sebenarnya, seperti apakah bentuk dan dampak dari revolusi industri ke-4? Seperti inilah gambarannya

Bentuk Dan Dampak Dari Revolusi Industri Ke-4

Salah satu penemuan terbesar manusia adalah Internet of Things atau disebut juga IoT. Internet of Things (IoT) menghubungkan alat-alat yang sebelumnya tidak bisa dihubungkan (mobil, peralatan rumah tangga, etc) sehingga bisa diintegrasikan menjadi satu sistem.

Salah satu  contoh dari IoT yang berdampak besar adalah pada perusahaan manufaktur. Sistem berjalan seperti sistem manufaktur perusahaan akan semakin efektif dan sistem mereka akan semakin luas. Di masa mendatang pengiriman komoditas dan penggunaan transportasi akan terintegrasi oleh sistem IoT. Dengan ini, pekerjaan seperti supir untuk logistik perusahaan akan digantikan oleh truk pintar yang bisa mengendarai mobilnya sendiri.

Itu baru satu dari ratusan contoh pekerjaan yang akan tergantikan oleh revolusi industri ke-4. Pada Januari 2017, McKinsey melaporkan bahwa revolusi industri ke-4 akan membuat 400 juta hingga 800 juta orang dalam pengangguran. Kalau dibayangkan, angka itu sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari populasi Indonesia! Lantas pekerjaan apa saja yang akan digantikan? Berikut sebagian kecil dari pekerjaan yang akan tergantikan oleh revolusi industri ke-4:

  • Supir
  • Buruh Pabrik
  • Petani Dan Industri Agrikultur
  • Peternak

Kemajuan memang selalu diikuti dengan banyak juga hal negatif. Sehingga kita harus tahu, bagaimana kita sebagai manusia harus mencari tempat di bumi yang penuh dengan otomasi.

Pekerjaan apa saja yang masih bisa dilakukan oleh manusia?

Dengan banyaknya otomasi, manusia masih memegang beberapa kendali di dalam industri. Contoh pekerjaan yang masih bisa dipegang oleh manusia adalah:

  • Industri Perawatan
  • Profesi Seperti Insinyur, Ilmuwan, Akuntan, Dan Analis
  • Spesialis Dalam Bidang Teknologi
  • Manager Dan Eksekutif Perusahaan
  • Edukator
  • Pekerja Kreatif

Pekerjaan di atas merupakan pekerjaan yang masih bisa dipegang oleh manusia pada saat revolusi industri ke-4 datang. Pekerjaan seperti ini masih membutuhkan pemikiran dan etika manusia untuk pelaksanaannya. Tapi dengan banyaknya tenaga kerja yang akan tersingkir, dibutuhkan kerjasama antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk membuat transisi semakin baik. Pemerintah bisa membantu untuk menyediakan institusi yang mengajar tenaga kerja agar berpindah profesi, perusahaan bisa mengarahkan tenaga kerja tersebut untuk membuat pelatihan mereka sendiri, dan masyarakat bisa saling membantu para tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan dengan kegiatan sosial.

Kesimpulan

Revolusi Industri ke-4 akan mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam skala dunia. Baik suka maupun tidak, yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita sebagai manusia bisa mencari tempat yang layak dan melihat teknologi bukan sebagai musuh, tapi sebagai alat untuk menopang pertumbuhan kita sebagai umat manusia.