Insight

Gara-gara Status Anxiety, Kita Takut Jadi Rebel

Kata video di atas, biasanya di acara kumpul-kumpul, baik ketemu orang baru ataupun ketemu temen lama, kita ditanya ‘What do you do?’ atau “Lo sekarang di mana?”.

Jawabannya, bisa apa aja, tapi biasanya jawaban ini bakal jadi acuan si penanya untuk menentukan status sosial / kesuksesan lo, di atas dia, atau di bawah dia.

Well, memang nge-judge orang cuma dari pekerjaan itu jahat, tapi kenyataannya kita semua melakukan itu gara-gara masyarakat modern saat ini menilai kesuksesan dari posisi dan perolehan materi.

Padahal ya, kesuksesan itu bentuknya bisa apa aja, bisa aja orang yang sukses secara materi sukses dalam keluarga, atau sukses dalam menciptakan dampak sosial, atau sukses menciptakan karya seni yang dinikmati banyak orang.

Nah, kadang kita udah punya definisi akan “kesuksesan” berdasarkan versi kita sendiri: ‘Gue akan seneng dan puas kalo berhasil ngelakuin ini’. Tapi, gara-gara definisi yang lebih dikenal masyarakat luas, kita pun jadi punya status anxiety dan takut untuk jadi rebel, alias melawan definisi kesuksesan yang umum tersebut.

This is why suicide rate is so high in developed country. Ya di Indonesia sih mungkin belum segitunya, tapi gak bisa dipungkiri bahwa di kota-kota besar di mana tekanan buat sukses lebih tinggi, banyak orang yang gak bahagia dan depresi.

Coba deh dipikir-pikir lagi, emangnya worth it melepaskan hal yang bener-bener meaningful buat kita, cuma supaya bisa menjawab pertanyaan ‘Lo sekarang di mana?’ dengan gampang?

Baca juga: Why Passion is Overrated

Header image credit: kidsconstruction.co.uk