Insight

Enam Hal yang Bikin Kamu Gagal Jadi Mentor!

Hubungan mentoring adalah hubungan yang sedikit tricky. Di satu sisi, kedua belah pihak (mentor dan mentee) perlu untuk mendapatkan sesuatu dari hubungan tersebut. Namun, di sisi lain, mentor memiliki tugas mulia membantu mentee untuk berkembang. Biasanya, sebagai mentor kamu adalah orang yang memiliki pengalaman lebih di bidangmu, sedangkan mentee yang kamu miliki adalah seseorang yang masih “hijau” di bidang tersebut. Namun, mentor juga manusia yang bisa mengambil langkah yang kurang tepat dalam membimbing mentee. Bahkan, langkah yang kurang tepat tersebut bisa merusak karier mentee. Sebelum terjebak dalam kubang tersebut, perhatikan beberapa hal di bawah ini yang sering tidak sengaja dilakukan oleh mentor!

Berasumsi

Mungkin kamu merasa masalah yang dialami mentee adalah masalah yang pernah kamu hadapi dan berhasil lewati. Namun, jangan buru-buru berasumsi bahwa tantangan atau isu yang mereka hadapi sama persis dengan yang kamu lewati. Biasanya, saat mendengar masalah mentee, mentor langsung merasa harus membawa mentee ke jalan yang benar karena mereka tidak punya cukup pengalaman. Sebaiknya, tanyakan lebih lanjut untuk benar-benar tahu apa yang sesungguhnya mentee hadapi, ketimbang begitu saja memberi saran yang pernah kamu lakukan. Anggaplah ini sebagai kesempatanmu untuk naik level tanpa harus menghadapi persoalan tersebut secara langsung.

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan mendapatkan fakta-fakta dan mengajukan pertanyaan lebih lanjut. Diskusikan situasinya sespesifik mungkin. Dorong mentee untuk menyuarakan solusi atau ide mereka. Dengan mendapatkan gambaran yang lebih spesifik, kamu akan bisa memberikan arahan yang lebih tepat sasaran.

Berlika-liku

Hubungan mentoring biasanya memiliki tujuan yang jelas yang ingin dicapai kedua belah pihak. Sebelum memulai “kontrak” tersebut diskusikan dengan gamblang di awal mengenai hal tersebut. Sehingga, seluruh rangkaian dan kegiatan mentoring yang terjadi berasal dari arahan yang sesuai dengan kesepakatan di awal, entah itu mengeksplorasi ilmu ataupun mengganti arah perjalanan mentoring tanpa berlika-liku.

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan mengetahui titik awal dan titik akhir. Perkirakan bagaimana kamu ingin menuju titik tersebut, tetapi jangan sampai terlalu kaku sampai tidak mau mengubah haluan jika memang dibutuhkan.

Lepas Tangan

Saat kamu setuju untuk membimbing dan menjadi guru bagi seseorang, pastikan bahwa kamu melaksanakannya dengan baik. Mungkin kamu tidak bisa bayangkan, tetapi butuh keberanian yang sangat besar untuk meminta pertolongan kepada seseorang yang jauh lebih berpengalaman daripada diri kita sendiri.

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan aktif mem-follow up kepada mentee sampai ia merasa cukup nyaman untuk aktif bertanya atau meminta bantuanmu. Perhatian yang kamu berikan kepada mentee yang merasa sungkan bertanya membuat mereka bersyukur dan lebih menghargai ilmu dan bantuan yang kamu berikan.

Mendominasi

Meskipun berbagi pengalaman dan kisah suksesmu merupakan hal yang seringkali bermanfaat, pastikan bahwa kamu tidak menjadi terkesan menyombongkan diri dan memaksakan nasihatmu terhadap mereka.

Pendekatan yang lebih baik adalah kembali bertanya sedetailnya untuk mendapatkan solusi yang paling pas terhadap situasi yang dihadapi oleh mentee. Jika memungkinkan, kenalkan mentee kepada beberapa kolegamu yang juga bisa menjadi mentor yang baik bagi mereka. Memiliki mentee tidak berarti kamu harus membuat dia menjadi dirimu yang kedua, melainkan membantu seseorang untuk berkembang memenuhi potensinya secara optimal.

Menghindari Percakapan Yang Sulit

Sebagai mentor, tugasmu adalah untuk menyampaikan beberapa hal yang sulit disampaikan orang lain. Beritahu mentee mengenai kesalahan-kesalahan yang mereka buat, atau katakan di mana mereka kurang maksimal melaksanakannya.

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan menyepakati bahwa percakapan yang kurang mengenakkan akan dilakukan sesekali. Ketahui juga bagaimana mentee paling efektif menerima masukan dan kombinasikan dengan gaya komunikasi personalmu. Dan jika kamu berada pada hubungan mentoring yang membuatmu merasa tidak bisa jujur, ada baiknya kamu pikirkan ulang apakah kamu akan melanjutkan hubungan tersebut atau tidak.

Menolak Perubahan

Seiring dengan perkembangan mentee-mu, sangat mungkin jika hubungan mentoring ini berubah perlahan kepada rekan kerja atau pertemanan. Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan membiarkannya terjadi. Seperti hubungan lainnya, hubungan mentoring pasti akan berubah seiring waktu. Justru, perubahan tersebut menandakan bahwa kamu telah sukses menjadi mentor yang baik.

Referensi: Fast Company