Story

Fenny Angela, Lulusan Arsitektur yang Berbisnis Custom Jewelry

“I don’t understand why, I just spend half of my day for fashion and I never get bored.” — Fenny Angela

Fenny Angela, lahir dan besar di Surabaya. Perempuan lulusan Arsitektur, Universitas Petra Surabaya ini memang mempunyai passion di bidang fashion industry sejak kecil. Tahun 2011 ketika Fenny masih duduk di bangku kuliah, ia belajar tentang jewelry design secara otodidak. Dan di tahun yang sama pula, Fenny meluncurkan Aeroculata.

Sejak berdiri, Aeroculata mengandalkan custom jewelry, seperti kostumisasi tulisan, warna, juga ukuran yang disebut sebagai Bespoke Collection. Baru di tahun 2014, beragam inovasi diterapkan oleh Fenny untuk mengembangkan Aeroculata. Koleksi menjadi lebih beragam dengan desain yang lebih universal, dalam arti desain paten dengan bentuk yang lebih konseptual, tetapi customer masih diberi keleluasaan untuk mengostumisasi warna dan ukuran.

twitter.com / !fenzangela
twitter.com / @fenzangela

Fenny mengawali Aeroculata karena dulu belum ada bisnis brand jewelry yang memberikan kebebasan customer untuk mengostumisasi tulisan, warna, dan ukuran dengan kualitas yang baik. Selain itu, Fenny dulu sering mengalami kesulitan untuk membeli jewelry terutama gelang dan cincin yang pas juga cocok karena banyak desain yang tak ia suka.

Baca juga: Bagaimana Basha Market Dimulai: 960 Brand Dihubungi, 10% Berhasil Didapat

Aeroculata pun menjawab masalah-masalah para customer, juga Fenny. Nggak hanya itu, Aeroculata juga menciptakan desain aksesoris yang lebih elegan, jauh dari terkesan tua meski berlapis emas or even made of pure solid gold. Target pasar Aeroculata yang mayoritas adalah perempuan muda usia 17 hingga 28 tahun pun terpuaskan! Untuk menambah value proposition kepada customer, Aeroculata memberikan service gift seperti penambahan rose, ribbon, greeting card, dan sebagainya dalam packaging.

Fenny pun terus melakukan inovasi terhadap Aeroculata dengan selalu menciptakan desain baru dan menjaga jewelry yang ditawarkan Aeroculata kepada customer untuk terus up to date. Desain-desain lama sendiri akan discontinue (tidak diteruskan produksinya) setelah 3 bulan hingga 1 tahun tergantung masing-masing desain.

Memulai dari Nol

Aeroculata memang besar, tapi perlu diingat bahwa Fenny memulainya dari nol. Di awal berdirinya, Fenny sendiri sempat mengalami masa-masa sulit. Tahun 2011 itu belum banyak masyarakat yang mengenal istilah produk lokal atau local brand. Banyak customer yang ragu soal kualitas produk Aeroculata, dan takut ditipu karena pembuatan yang cenderung lama pada tahun itu, sekitar 14 hari kerja. Membangun kepercayaan dengan customer itu menjadi satu hal yang sangat sulit, lebih lagi kala itu belum ada local bazaar seperti yang ada beberapa tahun belakangan ini.

Baca juga: #ziliunPoll: Brand Lokal vs Brand Luar

Pun, produk Aeroculata dianggap mahal untuk ukuran ‘buatan Indonesia’ kala itu jika dibandingkan dengan aksesoris luar seperti Forever 21 dan juga H&M. Lalu, gimana Aeroculata bisa survive sampai sekarang?

“Untuk bertahan, kita harus selalu improve dari kesalahan-kesalahan kita, seperti memperbaiki kualitas produksi agar lebih rapi, tidak menimbulkan rasa sakit ketika dikenakan, tidak kasar, dan lebih awet. Kami juga memperbaiki packaging menjadi lebih baik, sehingga tidak rusak ketika sampai di customer. Dengan sabar kami menjelaskan kepada customer mengenai material, dan kenapa proses pembuatan produk lama dan lebih mahal.”

Image credit: rogueenrogue.blogspot.co.id
Image credit: rogueenrogue.blogspot.co.id

“Selain itu kejujuran sangat diperlukan dalam membangun brand, kita harus bisa menjadi brand yang terbuka dengan customer. Jadi ketika customer kita memahami brand kita, dari segi kualitas, produksi, dan sebagainya, maka customer akan lebih mudah percaya.”

Baca juga: Jessica Alba Cares About a Better World. Can You?

Banyak kerikil yang musti dilewati Fanny hingga Aeroculata menjadi seperti sekarang ini. Kata Fenny, mempunyai brand itu harus bisa mengenal selera customer dan target pasar. Bagaimana kita memasarkan produk juga harus diperhatikan, jangan sampai mengeluarkan cost tinggi untuk endorsement tetapi hasilnya tidak sesuai dengan target pasar brand kita. Selektif dan mengelola marketing budget dengan baik sangat penting untuk local brand, terlebih lagi untuk yang baru memulai.

Setelah lulus dari bangku kuliah, Fenny bilang kalau ia ingin membangun Aeroculata secara independen, membentuk tim seperti ketika membangun sebuah keluarga. Fenny percaya, kalau tim yang solid, saling terbuka, dan fun, dan terbangun dengan baik maka akan berimbas positif juga untuk brand-nya.

“Jadilah creative entrepreneur yang selain berbeda dan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, jujur pada customer, jangan menghalalkan segala cara untuk menjadi brand yang berkembang secara instan, tapi belajarlah dari setiap kesalahan yang dilakukan. Pakailah SDA dan SDM yang masih berlimpah di negara kita dan buatlah sesuatu yang unik melalui hal tersebut.”

Header image credit: aeroculata.com